Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 166


__ADS_3

Kini Anes dan yang lain masuk ke sebuah toko, perhatian Ike teralihkan oleh mainan bayi yang berada di rak atas toko itu.


"Nona itu sangat lucu." Ucap Ike menunjukkan mainan itu.


"Wahh iya, bisa kamu tolong ambilkan untuk saya." Ucap Anes, Ike mengangguk senang dan berlari menuju rak tersebut.


Cya mendorong troli dan Nana menemani Anes memilih beberapa barang, sebenarnya mood mereka semua sempat rusak saat bertemu dengan Yuna tadi.


Tapi karena kehadiran Cya dan Ike yang mampu mengembalikan mood semuanya akhirnya mereka memutuskan untuk berbelanja, Anes memegang topi bayi dengan usilnya memakaikan itu di kepala Cya.


"Woow." Ucap Anes, Nana tertawa sementara Cya malah bergaya seperti anak kecil.


"Apakah aku sudah terlihat seperti bayi." Ucap Cya, Anes terkekeh geli dengan tingkah laku Cya.


"Tubuhmu terlalu besar untuk ukuran bayi." Ucap Anes, Cya tercengang mendengar nya.


"Sepertinya aku lahir terlalu cepat." Ucap Cya, merekapun tertawa bersama.


"Sayang." Panggil Deandra.


"Hai." Balas Anes, Dean merangkul pinggang Anes dan mengecup kening istrinya.


"Cya gak di cium nih?" Tanya nya polos.


"Gak." Balas Deandra.


"Kak masa Cya gak di cium." Rengek nya kepada Anes, nah kan gak Kenzie gak Cya mereka suka sekali berebut dengan Deandra.


"Cya minta cium sama siapa?" Tanya Anes.


"Kak Anes lah kan tadi kak Dean cium kening kak Anes, terus kak Anes balas cium pipi kak Dean masa Cya enggak." Rengek nya, Anes tertawa kecil dan mengecup pipi kiri Cya.


"Cup, udah ya." Balas Anes.


"Satu lagi dong biar gak berat sebelah pipinya." Ucap Cya, Nana tertawa benar-benar mereka tidak ingin kehilangan perhatian Anes.


Sementara itu Joe mengalihkan perhatian nya kepada Ike yang terlihat kesulitan untuk mengambil sesuatu disana, Joe berjalan dan berdiri di belakang Ike. Dan Ike yang merasa sudah lelah karena tubuhnya yang terlalu mungil memutuskan untuk meminta bantuan kepada karyawan toko, namun saat membalikkan tubuhnya Ike merasa terkejut dengan kehadiran Joe yang secara tiba-tiba.


"Aaaa." Pekik Ike, yang hampir saja terjatuh ke lantai jika Joe tidak memeluk pinggang nya.


Kini Joe dan ike terlihat saling menatap satu sama lain, Nana yang mendengar teriakan Ike berjalan mencari sumber suara itu.


Anes refleks menarik tubuh Cya dan menutup mata gadis remaja yang kini menjadi adiknya, Cya memegang tangan Anes dengan bingung.


"Kenapa mataku di tutup." Ucap Cya.


"Anak kecil dilarang melihat adegan romantis." Ucap Anes, Cya menghela nafasnya pasrah ia mengayunkan tangannya menunggu Anes melepaskan tangan yang menutupi matanya.


"Apa ini." Gumam Jordan yang langsung di bekap oleh Nana.

__ADS_1


"Foto sayang foto." Ucap Anes, tanpa menunggu lama Deandra dan Jordan mengambil potret kedua sejoli itu.


"Kak apakah adegan romantis nya masih berlangsung." Tanya Cya polos.


"Masih sayang." Ucap Anes.


"Apakah kita sedang menonton drama versi nyata sekarang." Ujar Cya lagi, Joe yang mendengar suara Cya pun menoleh menatap Anes, Dean, Jordan dan Nana yang sedang menatap nya, begitupun dengan Ike yang ikut menoleh.


"Nona, a_ashhhh." Lirih Ike lalu memekik, karena Joe refleks melepaskan tangan nya yang memeluk pinggang Ike hingga membuat wanita itu terjatuh ke lantai.


"Ike." Pekik Nana dan Anes, Nana langsung membantu Ike untuk berdiri.


"Huhu pinggang Ike." Ujar nya, Anes dan Dean mengulum bibir nya menahan tawa.


"Kamu tidak apa-apa." Ucap Joe, membuat Ike memutar bola matanya malas.


"Tuan kalau tidak berniat untuk membantu Ike gak usah sok jadi pahlawan, lagi pula tuan muncul tiba-tiba sampai membuat Ike terkejut dan hampir jatuh hingga jatuh beneran." Cerocos Ike.


"Kenapa kalian berdebat?" Tanya Cya yang bingung, Cya tidak tahu jika Ike terjatuh.


"Tidak apa-apa nona." Balas Joe, Ike mendekati Nana dan Anes.


"Apa sangat sakit?" Tanya Anes khawatir.


"Tidak hanya pegal saja." Ujar nya memegangi pinggang, Joe mengulum bibir nya melihat Ike kesakitan.


"Cya di tinggal lagi nih." Ujar nya, Dean hanya mengangkat sebelah tangannya saja.


"Yaampun nasib jadi anak bawang." Lirih Cya, wanita itu membawa beberapa barang belanjaan Anes.


Setibanya di restoran Cya duduk di dekat Anes, gadis kecil itu memesan beberapa makanan yang diinginkan nya.


"Mbak Ike gak makan?" Tanya Cya.


"Bingung mau pesan apa." Jawab Ike, Cya tertawa dan membantu Ike memilih menu makanan yang enak.


Setelah itu Ike menatap Joe dengan kesal, lelaki yang satu ini benar-benar membuat nya marah.


"Kalian tadi seperti putri dan pangeran." Goda Jordan.


"Gak ada pangeran yang rela tuan putri nya patah pinggang." Ucap Ike, Anes tertawa kecil.


"Saya tidak sengaja." Ucap Joe datar.


"Ada apa dengan Ike yaampun kenapa selalu merasa tertekan jika ada tuan Joe." Ujar nya, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Sekarang tertekan besok-besok tersayang." Ucap Jordan, Ike menggelengkan kepalanya ia tak mau berdebat perutnya sudah sangat lapar.


...

__ADS_1


Malam hari Anes berjalan menuju ruang makan bersama dengan Deandra, wanita itu tidak melihat Cya di kamar nya entahlah dimana gadis itu sekarang.


"Selamat malam tuan nona." Ucap Ike dan suster.


"Malam kak." Sapa Cya, ternyata gadis itu sudah duduk cantik di meja makan.


"Kamu tidak keluar?" Tanya Dean, biasanya Cya akan pergi main dengan teman-teman nya.


Dean tidak melarang hal itu karena usia Cya juga masih remaja mungkin yang masih ingin bermain dan bersenang-senang dengan teman-teman nya, namun Dean mengernyit saat melihat Cya yang menggelengkan kepalanya.


"Enggak ah Cya mau di rumah saja." Jawab nya.


"Tumben." Balas Deandra, lelaki itu menerima piring berisi makanan yang diberikan oleh Anes.


"Dulu Cya sering keluar karena gak ada teman ngobrol di rumah, mami papi sibuk kakak tahu sendiri bagaimana mereka." Ujar nya, Anes menoleh menatap Cya sekilas.


"Bukankah kamu memiliki kakak?" Tanya Anes.


"Hmmm, kakak ipar Cya memiliki adik sampai membuat kakak Cya lebih dekat dengan adiknya. Jadi seperti inilah Cya hanya bisa mencari kebahagiaan diluar dengan cara Cya sendiri." Ucap nya, Anes mengangguk dan menatap Cya.


"Kamu suka tinggal disini?" Tanya Anes, kali ini Dean juga menatap Cya yang sedang mengunyah makanannya.


"Hmmm, Cya suka dan nyaman tinggal disini." Ucap Cya, Anes tersenyum manis kepada Cya.


"Syukurlah kakak senang kalau kamu merasa nyaman tinggal disini." Ucap Anes, Cya mengangguk dan Deandra lelaki itu tersenyum melihat interaksi Cya dan Anes.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2