
Pagi hari nya setelah Anes menyelesaikan semua keperluan anaknya wanita itu menitipkan Alden dan Alexa kepada suster, sementara Nana dan Ike membantu menyiapkan makanan untuk Cya.
"Mbak jaga Alden dan Alexa saya akan menemui Cya dulu." Ucap Anes lembut.
"Baik nona." Balas para suster anak-anak Anes.
Wanita itu berjalan dan membuka pintu kamar Cya, Anes melihat jika Cya sudah terbangun namun sepertinya gadis cantik itu enggan untuk keluar dari kamar.
Anes tersenyum tipis lalu duduk di samping Cya yang tengah bersandar di tempat tidur, Cya menatap Anes lalu menunduk wajahnya sudah basah oleh air mata.
"Tidak lelah terus menangis?" Tanya Anes, Cya diam Anes melihat sepertinya Cya sudah mandi karena pakaian yang ia kenakan terlihat berbeda.
"Maaf." Lirih nya.
"Maaf untuk apa?" Tanya Anes.
"Maaf karena Cya membuat kakak kesal dan muak dengan tangisan Cya." Anes mengernyit, mengambil kesimpulan dari mana Cya mengatakan jika Anes kesal dan muak.
"Aku tidak kesal ataupun muak Cya kamu mengambil kesimpulan terlalu jauh." Ucap Anes.
"Maafkan kesalahan kakak dan kakak ipar ku." Lirih nya, perkataan Cya membuat Anes tersenyum tipis.
"Aku selalu memaafkan mereka." Ucap Anes, ia menangkup wajah cantik Cya dan mengecup kening Cya.
"Jangan menangis lagi kamu tidak sendirian Cya." Ucap Anes, Cya memeluk Anes saat Nana dan Ike masuk gadis cantik itu menangis tersedu-sedu dalam pelukan Anes.
"Kak apakah ini teguran untuk mereka karena selalu menyakiti kamu, kau tidak membalas perbuatan mereka yang membuat kamu terluka tapi mereka mendapatkan balasan itu sendiri." Lirih nya.
"Hei jangan mengatakan itu ini sudah menjadi takdir atas kehidupan mereka, kamu tidak boleh mengatakan itu lagi oke." Ucap Anes, Cya mengangguk kecil ia berharap jika kedua orang tuanya bisa selamat meskipun tidak lengkap.
Maksud Cya meskipun orang tuanya mengalami sakit setidaknya mami dan papi Cya selamat, hanya itu yang Cya harapkan saat ini.
...
Tiga hari berlalu hari ini Dean mendapatkan kabar jika jasad mami, papi, Steven dan Nia sudah di temukan. Jantung nya berdegup kencang mendengar jika keempat anggota keluarga nya ternyata tewas.
__ADS_1
Yang semula Deandra ingin marah kepada Joe tentang Intan kini semua itu hilang dengan masalah yang baru saja menimpa keluarganya, disinilah mereka berada di rumah sakit tepat nya di kamar may*t.
Cya menatap nanar jasad orang tua dan kedua kakaknya yaitu Steven dan Nia, hatinya sakit melihat orang-orang yang ia sayangi hanya terbujur kaku di hadapannya.
Cya tidak pernah membayangkan semua kejadian yang menimpa dirinya hari ini akan terjadi meskipun hanya dalam mimpi, Cya tidak pernah berpikir jika suatu saat ia akan kehilangan orang tuanya.
Namun satu yang menjadi pertanyaan Cya bahwa mami dan papi yang tiba-tiba mengijinkan Cya untuk tinggal bersama Anes dan Deandra, padahal sebelumnya Cya tidak pernah diijinkan untuk tinggal dengan anggota keluarga yang lain.
"Mi bilang kalau ini mimpi mami gak benar-benar meninggalkan Cya, ini prank kan mi ini prank kan ayok bangun karena mami sudah berhasil prank Cya." Lirih nya, Cya memeluk tubuh kaku mami nya yang sudah terlihat pucat.
"Pi Cya menagih janji papi sekarang, papi sudah berjanji tidak akan meninggalkan Cya jadi Cya menagihnya sekarang. Papi mengatakan jika papi akan menemani Cya sampai Cya menemukan pasangan kan, ayok bangun Cya akan menjadi anak baik dan mendapatkan pasangan yang baik." Lirih nya, air mata Cya tak berhenti menetes.
"Mi hiks, kenapa mami gak jawab perkataan Cya padahal mami selalu mengatakan jika orang bicara itu harus di jawab. Mami bangun mi." Lirih nya.
"Cya." Panggil mama Dean, Anes hanya bisa diam menatap Cya yang sedang menangis.
"Ma mami bercanda kan iya kan, mami sengaja kasi ijin Cya tinggal dengan kak Anes karena mami ingin Cya jadi anak baik. Karena mami kesal melihat Cya yang suka keluyuran, mi bangun sekarang Cya sudah menjadi anak yang baik dan gak pernah keluyuran." Lirih nya.
"Pi hiks... Bangun Pi. Geonard Gavril (Nama papi Cya) aku berkata bangun bisakah kamu bangun." Tangis Cya mulai pecah, Anes mendekati Cya yang terduduk di lantai tanpa berkata apa-apa Anes langsung memeluk Cya.
Setelah semuanya selesai Cya, Anes, suster dan Nana ikut ke pemakaman Cya tak henti-hentinya menangis ia menatap jasad papi, mami, dan Steven yang mulai di kuburkan.
(Kak hubungan kita memang tidak pernah baik semenjak kehadiran kak Nia di hidup kakak, kakak lebih menyayangi kak Nia dan adiknya dibandingkan dengan Cya. Kakak selalu marah jika Cya meminta perhatian kakak di hadapan kak Nia padahal Cya adik kandung kakak, yang tidak pernah membuat kakak marah jika Cya meminta uang dan barang-barang mahal kepada kakak. Jujur Cya tidak membutuhkan semua itu Cya hanya ingin kakak yang dulu, kakak yang sayang kepada Cya. Tapi kini kakak sudah pergi meninggalkan Cya sebelum kita memperbaiki semuanya, kak berbahagialah Cya akan tetap menyayangi kakak.) Batin Cya, setelah keempat jasad di kuburkan Cya duduk di antara pusara mami dan papi nya.
"Cya sayang kalian_ Bruukkk." Setelah mengatakan itu tiba-tiba saja tubuh Cya terkulai lemah dan terjatuh ke tanah.
"Cya." Pekik Anes, Dean dengan sigap menggendong tubuh mungil Cya.
"Langsung bawa pulang saja de." Ucap mama.
"Iya ma.
"Cya bangun Cya." Lirih Anes, dalam perjalanan menuju rumah Cya tak sadarkan diri.
"Sayang ini gimana?" Tanya Anes.
__ADS_1
"Cya akan baik-baik saja dia hanya kelelahan karena banyak menangis." Ucap Deandra.
Sesampainya di rumah Dean langsung menggendong Cya dan merebahkan tubuh Cya di tempat tidur, Ike dan Nana membantu Anes untuk menggantikan pakaian Cya yang kotor.
Anes ikut menangis karena tadi Anes menahan tangisannya untuk menguatkan Cya, namun akhirnya tangisan Anes pecah juga di hadapan Ike dan Nana.
"Nona tenangkan diri anda nona Cya akan baik-baik saja." Ucap Ike, Anes menunduk dalam dan mengecup kening Cya dengan air mata yang membasahi kening Cya.
"Kamu kuat ya Cya kakak gak akan pernah membiarkan kamu kesepian, kamu memiliki kakak, mbak Ike, mbak Nana, mbak Lia, Alden dan Alexa kamu juga memiliki banyak kakak disini." Lirih Anes.
"Nona jangan menangis." Lirih Nana, Anes mengusap air matanya dan mencoba untuk tersenyum kepada Ike dan Nana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊