
sesampainya di kamar Anes langsung menatap suaminya, Dean yang di tatap oleh Anes mengangkat sebelah alisnya.
"Ada apa?" Tanya Dean, lelaki itu menangkup wajah cantik Anes.
"Gak apa-apa." Jawab Anes, ia tahu Dean sampai marah seperti itu pasti ada sesuatu yang membuat lelaki itu kecewa.
"Beneran gak apa-apa? Kalau ada apa-apa bilang saja tidak apa-apa kok." Ucap Dean, Anes melingkarkan tangannya di pinggang Deandra.
"Lain kali jangan marah-marah lagi ya sayang, aku gak mau kamu emosi karena Liza. Apapun yang dia lakukan kamu biarkan saja, tidak perlu pakai emosi langsung ambil tindakan saja." Ucap Anes, Deandra mengangguk ia tahu ini terlalu berlebihan.
"Iya maafkan aku ya." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan Dean lelaki itu mengecup kening Anes lembut.
"Yasudah kamu mandi lalu istirahat, aku akan menyiapkan air dan pakaian untuk kamu." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan menatap Anes yang pergi ke kamar mandi dan ke ruang ganti.
Tidak lama kemudian Dean mendapatkan telepon dari mama nya, sebelum mengangkat telepon dari mama Dean lebih dulu menghela nafas.
****Panggilan telepon*
Deandra***: Hallo ma...
Mama: Dean ini apa-apaan Liza menghabiskan uang sebegitu banyak, apa dia pikir uang itu dapat metik dari pohon?
Deandra: Ma come on, gak usah marah-marah kuping aku sakit mendengar teriakan mama.
Mama: I'm sorry sayang, mama terlalu emosi apalagi saat tahu jika uang yang dia gunakan untuk kekasih nya.
Deandra: Ma bukankah Liza selalu seperti itu.
Mama: Yes i know, tapi kali ini sangat keterlaluan. Liza itu selain memberikan dirinya dia juga selalu memberikan uang kepada setiap kekasih nya, mama sudah tidak bisa tenang lagi Deandra.
Deandra: Ma bukankah aku sudah terlalu sering mengatakan tidak ada keuntungan untuk kita menjaga dan merawat nya, tapi mama dan papa terlalu keras kepala dan yakin jika Liza akan berubah.
Mama: Cabut semua fasilitas yang suda kamu berikan, biarkan saja dia hidup dengan kekasihnya. Bukan kah uang lima m*l*yar cukup untuk biaya hidup nya.
Deandra: Ya, aku juga berpikir seperti itu. Mungkin aku akan mengurus nya besok ma.
Mama: Ya segera lakukan itu, dia saja tidak mau berubah dan bekerja bisa nya hanya bisa menghabiskan uang saja.
Deandra: CK, sejak kapan mama bisa perhitungan seperti ini.
Mama: Mulai hari ini, setidaknya jika dia tidak mau bekerja jangan membuat malu keluarga. Mama akan memberikan semua yang Liza mau dan Liza butuhkan, jika dia mau menghargai mama dan tidak membuat kita semua malu!
Deandra: Ya oke, jangan marah-marah lagi nanti cepat tua kan gak lucu.
__ADS_1
Mama: Diam kamu bukannya menenangkan mama, ini malah mengejek mama.
Deandra: CK, yasudah mama tenang saja dengan Deandra semua akan selesai secepat mungkin.
Mama: Oke, salam untuk putri mama.
Deandra: Tadi marah-marah sekarang salam untuk putrinya cih.
Mama: Apa maksud kamu berdecak seperti itu.
Deandra: Mama mau titip salam ke Liza kan, tadi marah-marah sekarang minta titip salam.
Mama: Siapa yang titip salam ke Liza si, mama titip salam ke Anes putri mama putri kesayangan mama.
Deandra: CK, ngeles.
Mama: Dean kalau dekat sudah mama selepet kening kamu ya.
Deandra: CK, maaf ma. Yasudah ah Dean mau mandi.
Mama: Yasudah sana, bau badan kamu tercium sampai sini.
Deandra: Ngarang.
"Sayang." Desis Dean, Anes menatap kepo kepada suaminya.
"Siapa yang menelpon?" Tanya nya.
"Mama yang nelpon." Ucap Deandra.
"Kenapa mama menelpon?" Tanya Anes.
"Nyuruh kita buat cepat pindah, agar bisa segera memiliki Aneska junior." Ucap Dean, lelaki itu masuk kedalam kamar mandi membuat Anes tercengang.
"Ngadi-ngadi kau." Teriak Anes, sementara Deandra tertawa lucu di dalam kamar mandi.
...
Keesokan harinya Deandra memberikan pemberitahuan di kantor nya, Deandra meminta para karyawan jangan mempersilahkan Liza untuk masuk ke kantor nya dengan mudah.
"Saya harap kalian tidak membiarkan nona Liza masuk ke perusahaan saya dengan mudah, minta dia untuk membuat janji jika ingin bertemu dengan saya. Termasuk untuk para sec*rity kalian juga jangan membiarkan Liza membuat masalah atau kehebohan di kantor ini, jika tidak maka saya tidak akan memberikan bonus bulanan untuk kalian." Ucap Deandra, membuat para karyawan menelan saliva nya.
"Baik tuan." Ucap mereka kompak, setelah mendengar jawaban dari para karyawan nya Deandra pergi ke ruangan nya.
__ADS_1
"Dean apa ini tidak akan membuat Liza mengamuk?" Tanya Joe.
"Biarkan saja." Ucap Deandra.
"Bagaimana jika Liza menyerang Anes." Ucap Jordan, Deandra terdiam ia mengingat tentang mimpi itu mimpi dimana saat itu Kenzie di culik dan Anes melawan banyak orang yang menculik Kenzie.
"Saya yakin tidak akan mudah untuk Liza menyerang Anes, lagipula saya tidak akan membiarkan siapapun menyentuh atau menyakiti Anes." Ucap Deandra, Joe dan Jordan mengangguk.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Jordan.
"Joe blokir semua kartu milik Liza, jangan sampai ada satupun kartu yang bisa dia gunakan. Jordan ambil alih semua fasilitas Liza, mulai dari mobil, apartemen, dan para bodyguard suruh mereka berhenti untuk mengikuti dan menjaga Liza. Saya ingin tahu sejauh mana dia bisa hidup sendiri, tanpa semua fasilitas yang dia miliki." Ucap Deandra, Jordan dan Joe bergidik ngeri.
"Bagaimana dengan perusahaan cabang?" Tanya Joe.
"Suruh mereka untuk melarang Liza datang kesana, perketat penjagaan disana. Biarkan dia hidup dengan kekasih dan uang lima m*l*yar yang dia habiskan dalam satu Minggu." Ucap Deandra, Jordan menelan saliva nya Dean kalau sudah bertindak langsung membuat Liza menjadi g*m*el.
"Baik." Ucap Joe dan Jordan, kedua orang itu langsung keluar dari ruang kerja Deandra.
Dean duduk di kursi kebesaran nya, ia menatap datar ke arah pintu masuk. Dean tersenyum jahat karena berhasil menarik semua fasilitas yang Liza gunakan.
"Jika aku saja yang menjadi anak nya tidak ingin mempermalukan kedua orang tuaku, maka tidak akan aku biarkan siapapun untuk mempermalukan nya. Selain mempermalukan mama dan papa, kamu juga sudah sering menyinggung Anes yang bahkan tidak tahu permasalahan dalam hidup kamu." Gumam Deandra, lihat saja Dean tidak akan membiarkan Liza tenang.
Bahkan Dean akan membuat Liza dan kekasih nya itu menyesal, biarkan saja dulu untuk sekarang. Dean hanya tinggal menunggu saja kapan Liza akan memberontak dan protes kepadanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1