Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 272


__ADS_3

Malam hari Alexa pulang ke rumahnya gadis cantik berjalan memasuki rumah dengan santai, tak lupa juga ia melihat keadaan rumah yang terlihat sepi namun tiba-tiba saja langkah nya terhenti karena Cya menghadangnya.


"Loh kakak ngagetin aku saja." Ucap Alexa.


"Dari mana saja kamu?" Tanya Cya.


"Aku habis pergi bersama dengan Vani." Ucap Alexa.


"Xa demi apapun aku jujur sama kamu aku gak mau pergi bareng kamu lagi." Ucap Cya, Alexa menganga mendengar perkataan Cya.


"Kakak kenapa sih kok ngomong kaya gitu." Ucap Alexa tak terima.


"Ya gak apa-apa pokoknya aku gak mau lagi pergi-pergi sama kamu." Ucap Cya, mata Alexa terlihat berkaca-kaca.


"Salah aku apa sama kakak kenapa tiba-tiba ngomong kaya gitu." Ucap Alexa.


"Ya salah kamu ninggalin aku di mall." Ucap Cya, Alexa mengerutkan keningnya menatap Cya.


"Kak aku udah ijin kakak mau pergi kan dan kakak juga kasi ijin." Ucap Alexa.


"Kamu minta ijin pas aku lagi kebelet Exa gimana aku gak ngijinin, aku lagi buru-buru pengen ke toilet." Ucap Cya.


"Ya tapi kan yang penting kakak udah ijinin aku pergi." Ucap Alexa.


"Gak mau tau pokoknya aku gak mau pergi-pergi sama kamu." Ucap Cya, ia tahu Alexa tidak bisa berjauhan dengan nya saat ini.


"Enggak mau gak bisa gitu." Ucap Alexa.


"Loh suka-suka aku lah mau kaya gimana." Ucap Cya.


"Gak mau." Teriak Alexa.


"Xa kamu tahu gara-gara kamu pergi aku jadi bertemu X, dan karena itu juga aku harus pulang bersama dengan Erlangga aku gak mau kaya gitu lagi. Kalau tadi kamu gak pergi gak mungkin tuh aku ketemu dua laki-laki itu." Ucap Cya.


"Tunggu dulu jadi tadi kak Elang nemuin kakak?" Tanya Alexa, wajah sedih nya berubah menjadi wajah bahagia.


"Hmmm." Ucap Cya.


"Dan kakak juga ketemu ex nya kakak?" Tanya Alexa, ex yang di maksud adalah mantan kekasih Cya.


"Hmmm." Balas Cya lagi.


"Itu artinya kak Elang ketemu ex nya kakak dong?" Tanya Alexa.


"Iya kamu kenapa si." Ucap Cya.


"Waaaah, bagus dong kalau mereka bertemu itu artinya ex kakak tahu bahwa kak Elang calon suami kakak." Ucap Alexa, kali ini Cya yang tercengang mendengar perkataan Alexa.

__ADS_1


"Tu-tunggu kenapa kamu jadi senang kaya gini? Bukankah kamu tidak ingin aku menikah dengan Elang?" Ucap Cya, Alexa tersenyum dan duduk di sofa dengan santai.


"Gak juga tuh, aku setuju-setuju saja kalau kak Elang jadi suami kakak." Ucap Alexa menatap Cya yang menganga.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Cya.


"Tentu karena kak Elang memperlakukan kakak dengan baik, aku tahu dia datang di waktu yang tepat. Aku juga yakin suatu saat nanti kakak akan mulai mencintai kak Elang." Ucap Alexa.


"Enggak ya itu gak akan pernah terjadi." Ucap Cya.


"Halah gak usah malu-malu kak mommy juga bilang dua kali kakak di antar kak Elang wajah kakak terlihat merona, mulut bisa bohong tapi tidak dengan hati." Ucap Alexa, setelah itu Alexa pergi ke kamar nya sementara Cya masih mematung di tempatnya berdiri.


"Mulut bisa berbohong tapi tidak dengan hati, apakah yang dikatakan oleh Alexa benar? Tapi akhir-akhir ini memang aku merasakan sesuatu yang berbeda." Lirih Cya memegang dada nya.


"Tapi bagaimana dengan Elang apakah dia juga merasakan hal yang sama?" Gumam nya lagi.


"Aarrgghhh, si*l kenapa jadi tidak konsentrasi seperti ini." Umpat Elang, ya lelaki itu sedang memeriksa beberapa berkas penting di kantor nya.


Semalam ini Elang bahkan belum pulang dari kantor, karena memang lelaki itu suka sekali lembur dan pulang larut malam.


"Lucya Liona Gavriel, kenapa namanya terus berputar-putar di kepalaku. Come on Elang ini belum apa-apa bahkan tunangan saja belum, tidak mungkin kamu sudah jatuh hati." Geram nya, Elang mengusap wajah nya kasar.


"Lucya Lucya tolong berhenti." Desis nya, sampai tiba-tiba seorang lelaki datang dan duduk di hadapan Elang.


"Kau mencintainya El?" Tanya seorang lelaki paruh baya, yang tak lain adalah papi Elang.


"Hahaha, kau tidak bisa lagi berbohong mulut bisa mengatakan itu tapi tidak dengan hati. Tingkah laku kamu sudah menjelaskan semuanya." Ucap papi Elang.


"Pi come on tidak semua tingkah laku bisa di samakan dengan hati." Ucap Elang.


"Benarkah? Lalu bagaimana dengan kamu yang selalu muncul dimana pun Lucya berada? Apakah tidak sekalian kau muncul saat gadis itu sedang tidur." Ucap papi Elang mengejek putranya.


"Pi ayolah." Kesal Elang.


"Cinta memang konyol El, tapi kamu lebih konyol." Ucap papi Elang tertawa puas.


"Pi sebaiknya papi pulang sebelum mami marah." Ucap Elang dengan kesal.


"Mami mu akan tetap marah jika hanya aku yang pulang, sementara putra kesayangannya masih berkutat di kantor." Ujar nya.


"Lalu aku harus apa agar papi mau pergi dari sini." Ucap Elang.


"Anak kurang asem, kau mengusir papi mu sendiri?" Geram papi Elang.


"Kenapa aku selalu salah di mata papi." Ucap Elang pasrah.


"Dan aku selalu salah di mata mami mu." Ujar nya.

__ADS_1


"Itu urusan papi dan bukan urusanku." Ucap Elang, papi El terlihat menghela napas dengan kelakuan Elang.


"Lihat saja setelah kau menikah dengan Lucya kau akan merasakan apa yang aku rasakan." Ucap papi El.


"Kalau begitu segera nikahkan aku dengan dia agar kau memiliki teman selalu salah di mata wanita, karena selama ini tidak pernah ada wanita yang menganggap ku salah." Ucap Elang dengan percaya diri.


"Sombong sekali bocah satu ini, lihat saja Lucya tidak sama dengan wanita di luaran sana yang rela mengejar kamu. Mungkin saja setelah menikah nanti setiap hari kau akan di anggap salah oleh nya." Ucap papi Elang.


"Kau mendoakan putramu?" Ucap Elang.


"Cukup Erlangga Mahendra kita bisa g*la jika terus berdebat sesuatu yang tidak penting." Ucap papi Elang, dan Elang menatap sinis papi nya.


"Kalau begitu pulang lah." Ucap Elang.


"Tuhan jika kau bukan putraku sudah aku masukkan kembali kau kedalam perut mami mu." Ucap papi Elang.


"Jika begitu tetap saja aku akan menjadi putramu ketika lahir." Balas Elang santai, papi Elang hanya bisa menghela nafasnya saja.


Ia berpikir sepertinya menikahkan Cya dengan Elang adalah keputusan yang tepat, ia berharap Cya bisa merubah sikap Elang yang sangat menyebalkan.


"Terserah kau saja." Ucap papi Elang, dan Elang hanya mengangkat kedua bahu nya saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2