Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 190


__ADS_3

Di sebuah perusahaan besar Deandra, Joe, dan Jordan baru saja selesai meeting dengan klien dari luar kota. Terlihat jika klien Deandra itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Senang bekerja sama dengan anda tuan muda Gavriel." Ucap klien Deandra.


"Terimakasih tuan saya harap kerja sama ini akan berjalan dengan baik." Ucap Deandra, orang itu mengangguk dan bergantian menyalami Joe juga Jordan.


"Kalau begitu kami permisi undur diri tuan." Ucap nya, Deandra dan yang lain pun mengangguk dan menatap kepergian dari rombongan klien nya.


"Joe bagaimana hubungan kamu dengan Ike?" Tanya Jordan, kini mereka sedang berjalan menuju restoran karena ini sudah waktunya untuk makan siang.


"Cukup sulit untuk meluluhkan Ike lagi Jo." Balas Joe.


"Lagi pula wanita mana yang tidak sakit hati jika di hari pernikahan nya ia di serang tiba-tiba oleh wanita yang menyukai suaminya, bukankah aku sudah sering mengatakan selesaikan dulu urusanmu dengan wanita itu." Ucap Deandra, bahkan Dean sudah tidak sudi untuk menyebut nama Intan.


"Dean aku tidak memiliki hubungan apapun dengan nya, aku sudah mengatakan jika aku sudah memiliki wanita yang aku cintai." Ucap Joe, kini mereka sudah sampai dan duduk di ruang VVIP restoran, Dean dan Jordan menatap Joe dengan serius.


"Kau benar-benar mencintai Ike?" Tanya Jordan dengan konyol nya.


"Jika aku tidak mencintai nya lalu untuk apa aku menikahi nya, jangan bo*oh kalau bertanya." Sengit Joe.


"Maksudku kapan kau mulai jatuh hati kepada Ike?" Tanya Jordan, Deandra hanya menyandarkan tubuhnya di sofa menyimak perbincangan Joe dan Jordan.


"Tentu saja saat pertama kali Ike bekerja di rumah Deandra, saat itu aku mulai tertarik kepadanya namun saat itu Ike masih harus menyelesaikan pendidikan nya karena permintaan nyonya dan tuan Gavriel." Ucap Joe, Deandra dan Jordan terbelalak mendengar pengakuan Joe.


Bagaimana bisa Dean yang satu rumah dengan Ike tidak tahu jika tangan kanan nya menyukai Ike yang menjadi pelayan pribadi nya dulu, ya dulu memang Ike yang selalu membantu segala kebutuhan Dean sampai akhir Anes datang dan tugas Ike berubah menjadi pelayan pribadi Anes.


"Kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku?" Ucap Deandra.


"Karena aku takut jika kau juga menyukai Ike." Jawab Joe berhasil membuat Jordan tercengang.


"Kau g*la Joe? Jelas-jelas Ike itu bukan tipe ideal nya Dean, kau lupa wanita cantik seperti Anes saja awalnya di tolak mentah-mentah oleh Deandra." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Jordan.


"Aku tidak menolak Anes secara mentah-mentah." Ucap Deandra mencari pembelaan.


"Sudahlah kau bahkan mengatakan jika aku boleh mendekati Anes, tapi sekarang jangankan mendekati Anes aku menyapanya saja matamu seperti akan keluar dari tempat nya." Ucap Jordan, Joe tertawa renyah kali ini karena Joe juga sadar betapa posesif nya seorang Deandra.


"Itu beda cerita Jo saat itu aku belum tahu jika Anes adalah wanita yang selama ini aku cari." Ucap Deandra.

__ADS_1


"Halah berhasil bobol gawang juga karena Joe yang merencanakan liburan kalian." Ejek Jordan lagi, Deandra mendengus ini kenapa jadi membahas soal Deandra.


"Bukankah kita sedang membahas Joe dan Ike? Lalu kenapa malah membicarakan aku dan Anes." Protes nya, Joe dan Jordan pun tertawa kecil.


"Jadi bagaimana Joe apa yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan cinta Ike?" Tanya Jordan, Joe terdiam sementara Deandra menunggu jawaban Joe.


Di kediaman Anes terlihat Nana dan Ike yang sedang duduk berbincang di gazebo taman belakang rumah, tak lupa ada suster juga disana.


"Bagaimana hubungan kamu dengan Joe?" Nana bertanya kepada Ike dengan tangan yang sibuk mengupas buah jeruk.


"Tidak ada perubahan semuanya masih sama." Jawab Ike memasukan camilan ke mulutnya.


"Kamu masih marah karena Intan?" Tanya suster, Ike terdiam ia tak tahu tapi hatinya masih belum bisa menerima kehadiran Joe.


"Aku gak tahu mbak." Jawab Ike.


"Ike seharusnya kamu tidak perlu seperti ini, aku melihat Joe sangat menyayangi kamu alangkah lebih baiknya kamu mencoba membuka hati kamu untuk Joe." Ucap Anes, Anes meminum jus nya lagi.


"Tapi nona." Lirih Ike.


"Apa yang dikatakan nona Anes benar ke, jangan sampai kamu baru menyadari semuanya saat Joe sudah lelah untuk mendekati kamu." Ucap Nana.


"Tepat sekali, harus nya kamu buktikan bahwa kamu dan Joe bisa bahagia. Panas-panasi Intan biar dia kebakaran jenggot ke aku saja gregetan sama dia." Ucap Nana.


"Benar seperti nona yang membuktikan jika tuan muda benar-benar mencintai nona." Ucap suster, Anes tersenyum manis dan mengangguk membenarkan.


"Ini sepertinya karena kamu belum mencoba indahnya adu kekuatan ke." Ucap Anes.


"Iya sepertinya kamu harus mencoba itu agar kamu ketagihan dan tidak marah lagi kepada Joe, Ike percayalah itu akan membuat kamu tersenyum sepanjang masa." Ucap Nana mendramatisir keadaan.


"Hai." Teriak Cya, gadis polos itu tiba-tiba muncul membuat para emak-emak sedikit terkejut.


"Kamu sudah pulang memang jam berapa sekarang?" Tanya Anes.


"Sekarang sudah jam 2 siang apakah kalian tidak menyadarinya?" Tanya Cya.


"Benarkah aku kira baru jam 12 siang." Balas Nana, mereka berhenti membicarakan sesuatu yang akan merusak kepolosan Cya.

__ADS_1


"Hmmm, apa yang sedang kakak-kakak bicarakan?" Tanya Cya.


"Tidak ada kami hanya sedang membicarakan tentang adu kekuatan." Balas Ike, membuat Anes dan Nana melotot.


"Hah, siapa yang akan adu kekuatan?" Tanya Cya lagi.


"Ini kak Ike dan mbak Lia." Ceplos Nana, membuat Anes tertawa sementara Lia dan Ike terbelalak.


"Lah mana enak si na." Protes suster.


"Kok enak adu kekuatan sakit dong kan perang-perangan." Ucap Cya, oh my tolong siapapun culik Cya sekarang sebelum gadis itu ketularan virus Solimi.


"Lah kaya siapa itu enak nona." Balas suster.


"Ini sebenarnya adu kekuatan yang dimaksud itu apa?" Tanya Cya lagi.


"Itu perang-perangan iya perang-perangan, Cya sebaiknya Cya makan dulu pasti belum makan kan." Ucap Anes, Cya mengangguk gadis itu memang belum makan siang dan entah kenapa Cya merasa malas untuk makan diluar.


"Hmmm, yasudah Cya makan dulu ya lanjutkan adu kekuatan nya." Balas Cya, Anes menepuk dahinya saat Cya benar-benar menghilang dari pandangan mereka.


"Hampir saja." Ucap Ike.


"Ini kan gara-gara kamu." Ucap Nana, Ike tertawa tanpa dosa membuat Anes ikut tertawa melihat kelakuan Ike.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2