
Sesampainya di hotel Anes menggandeng Deandra karena Dean merasa pusing di kepala nya, Anes mengernyit karena hotel yang ditempati oleh Dean ternyata hotel yang sama yang di tempati oleh Anes.
Yang membuat Anes lebih terkejut adalah kamar Deandra yang berada tepat di samping kamarnya, Anes menatap Diandra yang sedang membuka pintu.
"Kamu di sini bersama siapa?" Tanya Anes.
"Sendiri." Jawab nya, mendengar jawaban Deandra membuat Anes semakin bingung untuk apa Dean berada di sini.
"Kamu ngapain disini sendiri? Jika ada urusan bisnis kan biasanya kamu ajak Joe." Ucap Anes, Deandra menatap Anes dengan datar ia tidak ingin Anes tahu jika Dean pergi untuk menyusul nya.
"Kamu itu terlalu cerewet tau gak, lagian apa semua urusan bisnis itu harus aku sangkut pautkan dengan Joe?" Ucap Deandra, Anes diam dan menggelengkan kepalanya.
"Ya enggak si, yadudah kamu ada kotak obat gak?" Ucap Anes, Deandra duduk di sofa dan menunjuk meja di samping tempat tidur.
"Ada di dalam sana." Ucap Deandra, Anes berjalan menuju meja itu dan mencari kotak obat di laci.
Setelah mendapatkan kotak obat yang dicarinya Anes kembali mendekati Deandra, wanita itu kini berdiri tepat di hadapan Dean.
"Buka baju kamu." Ucap Anes, Deandra menatap bingung.
"Untuk apa?" Tanya nya, Anes menghela nafasnya lalu menatap Dean dengan tajam.
"Buka baju kamu atau mau aku yang bukain." Ucap Anes, membuat Deandra menelan saliva nya.
"Gak perlu saya bisa sendiri." Ucap Deandra, Anes mengangguk dengan ragu-ragu Deandra membuka baju yang ia kenakan.
Anes sedikit tercengang karena melihat tubuh Deandra yang sixpack, ia tak percaya ternyata tubuh Dean begitu indah. Nah kan tubuh Dean saja indah, apalagi tubuh Anes dimata Dean pasti akan lebih indah.
Anes meminta Dean untuk memiringkan tubuhnya, Anes menatap punggung Dean yang terlihat merah dan memar mungkin itu karena tertiban mangkuk dan tersiram sup panas.
"Assshh, bisa pelan-pelan gak." Ucap Deandra, saat Anes mengoleskan salep di punggung nya.
"Ini sudah pelan-pelan Deandra." Ucap Anes.
"Stop-stop, udah nes udah." Ucap Deandra.
"Stop stop apa si Dean kamu lagi jadi kang parkir." Ucap Anes, Deandra mengerang kesakitan.
"Anes udah nes." Ucap Deandra.
"Udah apa si ini kamu luka punggung kamu merah dan memar Deandra." Kesal Anes, Deandra membalikkan tubuhnya dan memegang kedua tangan Anes.
Kini keduanya saling bertatapan dengan dalam, jantung Deandra selalu berdisko ria setiap menatap manik mata Anes.
__ADS_1
"Udah ya gak apa-apa besok sembuh kok." Ucap Deandra, suara Deandra tiba-tiba terdengar lembut di telinga Anes.
"Maaf." Lirih Anes.
"Tidak apa-apa besok sudah sembuh kok, sebaiknya kamu pergi dan istirahat." Ucap Deandra, Anes menatap mata Deandra.
"Gak apa-apa aku tinggal?" Tanya Anes.
"Tidak apa-apa kamu pergi saja kasihan Aleta." Ucap Deandra, dengan ragu Anes mengangguk dan Dean melepaskan cengkraman tangannya di tangan Anes.
Setelah kepergian Anes Deandra mengusap wajah nya dengan kasar, sepertinya Dean sudah benar-benar g*la karena Anes.
"Deandra bo*oh, kenapa selalu terbawa perasaan si de yaampun." Grutu nya.
Kini kata-kata Jordan terngiang-ngiang kembali di fikiran Dean, sejauh apapun Dean berlari dan sekuat apapun Dean membangun dinding untuk menjaga prasaan nya agar tidak jatuh cinta kepada Anes. Itu percuma jika diam-diam nama Anes sudah menjadi penghuni di hatinya.
Sementara itu Anes kembali ke kamar nya dan melihat Aleta yang sedang duduk di sofa, melihat Anes yang sudah kembali ke kamarnya Aleta bangun dan berdiri di depan Anes.
"Nes gimana keadaan Dean?" Tanya Aleta.
"Sudah lebih baik." Jawab Anes, wanita itu berjalan menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disana, Aleta mengernyit heran dengan sikap Anes yang terlihat sangat aneh.
"Kamu kenapa?" Tanya Aleta.
"Apa aku harus menjawabnya, sementara kamu sendiri sudah tahu jawabannya Anes." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta yang duduk di sampingnya.
"Aku gak ngerti kenapa setiap ada kejadian yang akan melukai aku, selalu ada Deandra di dalam nya. Dan dia selalu menjadi penyelamat untuk aku." Ucap Anes.
"Kamu jangan menyangkal nya lagi nes, karena sepertinya memang Deandra yang dikirim tuhan untuk menemani kamu dan melindungi kamu. Mungkin Dean juga bisa menjadi laki-laki yang bisa menggantikan posisi mommy, Daddy, Aiden dan Alexi untuk menjaga kamu." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya dan menghela nafasnya.
...
Di sebuah perusahaan besar milik Deandra terlihat Jordan yang berjalan menuju ruang kerja Joe, Jordan sahabat Dean itu mempercayakan restoran miliknya kepada orang kepercayaan nya. Sementara Jordan sendiri memilih untuk kerja di kantor milik Deandra, ia melakukan itu karena Dean sudah banyak membantu Jordan dan keluarganya.
"Joe kata sekretaris Dean meeting hari ini di batalin." Ucap Jordan.
"Iya." Balas Joe.
"Kenapa bukankah ini klien yang sudah di tunggu selama tiga bulan yang lalu." Ucap Jordan.
"Ya gimana mau meeting kalau Deandra nya saja tidak ada, sementara tuan X ingin meeting di hadiri oleh Deandra nya langsung." Ucap Joe, Jordan mengernyit memangnya Deandra kemana.
"Loh kan memang perjanjian Dean akan menghadiri meeting itu, terus kemana Dean nya?" Ucap Jordan.
__ADS_1
"Ya menurut kamu kemana lagi kalau bukan menyusul nona Anes." Ucap Joe, Jordan tercengang mendengar perkataan Joe.
"Yang benar kamu" Tanya Jordan.
"Memang kamu melihat jika aku sedang bercanda." Jawab Joe.
"Ya enggak si, tapi si Dean beneran nyusul bini nya." Ucap Jordan kegirangan.
"Iya, sampai kemarin saja saya di suruh bantu dia untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya dengan cepat." Ucap Joe, Jordan tertawa akhirnya Deandra termakan oleh perkataan nya sendiri.
"Bos kamu tuh Joe bilang nya gak cinta, tapi baru tiga hari ditinggal sudah kaya orang ker*sukan." Ucap Jordan, Joe mendengus Jordan ini tidak sadar diri apa gimana.
"Sadar oy sadar Deandra juga bos kamu, bisa-bisanya bos sendiri tidak di akui. Saham di tarik semua baru nyahok kamu." Ucap Joe, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Joe.
"Kira-kira dia disana lagi apa ya." Gumam Jordan.
"Memproduksi Deandra junior kaya nya." Ceplos Joe, Jordan terbelalak menatap Joe.
"Bisa-bisanya jomblo ngomongin soal memproduksi anak." Ucap Jordan, Joe melempar Jordan dengan pulpen.
"Biar jomblo gini masih normal lah, kamu fikir saya gak tahu cara memproduksi anak." Ucap Joe bangga.
"Memang kamu tahu?" Tanya Jordan.
"Gampang tinggal lihat tutorial nya di yo*t*b." Jawab Joe, membuat Jordan menganga.
"Si kampr*t, gak gitu konsep nya." Sengit Jordan, sudahlah ternyata Joe lebih g*la dari pada Jordan dan Deandra.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊