
Setelah meluapkan emosi nya Anes berjalan menuju ruangan dimana Kenzie berada, wanita itu berjalan menuju kamar rawat Kenzie dan membuka pintunya dengan perlahan.
Anes menutup mulutnya saat melihat jika seluruh tubuh mungil Kenzie tertutup kain putih, air matanya semakin mengalir deras.
"K_kenzie." Lirih Anes, Deandra menghampiri Anes yang mematung di ambang pintu.
"Sayang." Ucap Deandra, ia memegang tangan Anes dan membantu Anes untuk berjalan menuju tubuh mungil yang saat ini sudah terbujur kaku.
Anes menutup wajah nya dengan kedua tangan, hatinya tercabik-cabik hancur Anes merasa hancur begitupun dengan Deandra.
Deandra adalah orang pertama yang menyayangi Kenzie, Kenzie selalu meminta semua yang ia inginkan hanya kepada Deandra termasuk meminta tante yang baik kepada om nya itu.
"Ken ini bohong kan Kenzie gak boleh ninggalin tante, Kenzie sudah berjanji akan bersama tante terus dan main dengan baby nanti." Ucap Anes.
"Kenzie bangun." Teriak Anes dengan histeris, Deandra membalikkan tubuhnya dan menunduk lelaki itu menangis bagi Deandra Kenzie sudah seperti anaknya sendiri.
Maka dari itu Dean merasa luluh saat Anes berhasil membuat Kenzie menyayangi Anes, Dean berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan meninggalkan Anes dan menyakiti Anes setelah ia mengungkapkan perasaan mengingat jika Kenzie juga sangat menyayangi Anes.
"Nes." Panggil mama, Anes terisak dengan menggenggam tangan mungil Kenzie dan menciuminya.
"I_ini sebelum pergi Kenzie sempat sadar dan menanyakan kamu." Ucap mama memberikan ponselnya, mama merekam semua yang Kenzie katakan untuk Anes.
Flashback on...
*Beberapa jam yang lalu Kenzie sempat sadar dan memasang wajah bahagia nya, bocah kecil itu menatap sekeliling ruangan dan hanya menemukan mama.
"Oma?" Panggil nya dengan mata bulat yang mengerjap lucu.
"Ken kamu sudah sadar, Oma akan panggil dokter." Ucap mama saat saat melihat Kenzie membuka matanya.
"Tidak Oma aku baik-baik saja, tante mana Oma?" Ujar nya.
"Tante sedang pulang dulu sayang, kenapa Ken ingin bertemu dengan Tante?" Balas mama.
"Tidak aku tidak ingin tante bersedih jika melihatku." Ujar nya, mama mengernyit heran pada saat itu. Kenapa Anes harus bersedih bukankah seharusnya Anes bahagia karena Kenzie sudah sadar.
"Ken tante tidak akan bersedih nak dia akan senang melihat ken sudah sadar." Ucap mama.
__ADS_1
"Hmmm, aku tahu tapi aku tidak ingin nanti tante akan menangis saat aku kembali tidur." Ujar nya, mama tertegun mendengar perkataan Kenzie.
"Kenzie apa yang Ken katakan?" Ucap mama mulai khawatir.
"Oma kau ingat jika aku pernah mengatakan bahwa tante adalah peri cantik yang dikirim tuhan untukku, itu benar-benar hanya untukku bukan." Ujar nya, mama menitihkan air matanya saat melihat Kenzie menatap lurus kedepan.
"Ken." Lirih mama, Kenzie tersenyum manis saat itu.
"Om dan tante adalah peri dan pangeran yang aku sayangi, dua orang itu yang selalu membuatku tertawa meskipun terkadang aku merasa kesal karena om selalu memeluk tante." Ucap nya.
"Maafkan Oma." Lirih mama, Kenzie tak mendengarkan perkataan mama.
"Oma bisakah kau merekam suaraku?" Tanya Kenzie, mama mengangguk karena memang sejak tadi mama merekam suara lucu Kenzie.
"Hmmm." Balas Oma, Kenzie tersenyum manis bahkan sangat manis.
"Tante dan om terimakasih sudah menjadi orang tua terbaik untuk ken, om kamu lelaki tampan dan baik hati aku menyayangimu kau selalu memberikan semua yang aku inginkan dengan mudah. Kau benar-benar seperti seorang pangeran yang bisa mengabulkan semua permintaan ku dalam waktu sekejap, om kamu sangat baik kepadaku dan mami selama ini meski mami jahat kepadamu. Tapi kau tetap baik kepadaku terimakasih untukmu karena sudah menjagaku seperti anakmu sendiri." Ucap Kenzie, air matanya mulai menetes.
"Dan untuk tante kau peri cantik yang tuhan kirimkan untukku, disaat aku membutuhkan kasih sayang mamiku kau datang memelukku dan memberikan semua sayang dan perhatian kamu untukku. Kamu wanita terbaik yang aku kenal setelah Oma, om ku beruntung karena memiliki istri seperti tante. Tante berbahagialah Kenzie akan ikut bahagia jika kau bahagia, maafkan mami yang selalu membuat kamu menangis mami memang jahat dia bagaikan monster bagiku tapi kau adalah peri untukku. Aku sangat menyayangi tante sangat menyayangi tante Anes, terimakasih karena selalu memelukku dan memanggilku dengan sebutan sayang yang tidak pernah aku dapatkan dari mami. Akupun sayang kamu peri cantik." Ujar nya, setelah mengatakan itu Kenzie memberikan kembali ponsel Oma.
Bocah kecil itu menutup matanya dengan tersenyum manis, Oma meraung saat Kenzie berhenti bernafas*.
Anes dan semakin terisak setelah mendengar rekaman itu, Deandra lelaki itu terduduk di lantar ia menangis Dean sudah tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi.
Dan disinilah mereka berada menatap gundukan tanah yang masih terlihat merah, Anes memegang nisan yang bertuliskan nama Kenzie Gavriel.
"Ken jahat Ken hiks, Ken..." Nafas Anes mulai memburu membuat semua keluarga Deandra panik.
"Anes." Panggil Tante Dean.
"Nona." Lirih Ike dan Nana.
"Kenzie t_tante sayang Kenzie." Lirih Anes.
"Nona tarik nafas nona." Ucap Ike, mengusap punggung Anes.
"Ken hiks... ini mimpi kan Ken ini mimpi." Histeris Anes, nafas Anes semakin memburu jantung nya berdebar kencang kepalanya pusing dan seketika penglihatan Anes menjadi gelap gulita dan_
__ADS_1
Brukkk.... Anes tidak sadarkan diri, untung saat itu ada Ike yang berjongkok di samping Anes.
"Aneska." Teriak semua keluarga besar Gavriel.
"Sayang." Lirih Dean, lelaki itu langsung mengangkat tubuh Anes meskipun sedikit kesulitan karena perut Anes yang sudah besar.
Mama menatap nama nisan Kenzie, nama itu adalah di berikan oleh Deandra sendiri saat Kenzie baru saja hadir ke dunia ini.
"Nyonya." Lirih Ike, mama menunduk dan kembali menangis.
"Kak ayok kak kita pulang kasihan Anes kak jika kakak terus bersedih." Ucap adik sepupu mama Deandra.
Akhirnya merekapun meninggalkan tempat tinggal Kenzie yang baru, mama selalu terbayang wajah Dean saat memberikan nama itu untuk Kenzie.
Dean begitu bahagia saat itu padahal Kenzie bukan anaknya, pantas jika saat ini Deandra terlihat begitu rapuh karena sebelum menikah Kenzie lah yang menjadi pelangi dalam kehidupan nya.
Sesampainya di rumah mama Deandra membawa Anes ke kamar nya, Dean sengaja pulang ke rumah mama karena akan mengadakan pengajian atas berpulangnya Kenzie disana.
"Tuan ini diminum dulu." Ucap Ike, yang menghampiri Deandra lelaki itu semakin terlihat rapuh saat melihat Anes pingsan.
"Taruh saja di meja ke." Ucap Deandra, Ike mengangguk Dean menyatukan kening nya dengan kening Anes.
"Kita sama-sama memiliki rasa sayang yang besar untuk Kenzie honey, tapi aku tidak pernah menyangka jika sayang kamu lebih besar untuk nya daripada rasa sayangku kepadanya." Lirih Deandra, seorang remaja cantik berdiri mematung di depan pintu kamar Deandra.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊