Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 295


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah sekolah elite terlihat Alexa, Ara dan Vani yang sedang berjalan menuju kelasnya. Seperti biasa Alexa akan mengantar Ara terlebih dahulu, namun di depan kelas Ara terlihat Amel dan Ajeng yang menatap sinis Alexa dan teman-teman nya.


"Waaahhh lihat, bukankah dia wanita yang suka sekali merebut kekasih orang lain." Ucap Amel, ya Amel memang tidak ada kapoknya untuk mengganggu Alexa.


"Apa, apa aku gak salah dengar ya?" Tanya Alexa, Amel meremat jemari tangan nya.


"Suka sekali merebut kekasih orang." Ucap Amel, Alexa tertawa mengejek membuat Amel dan Ajeng heran kenapa Alexa yang biasanya diam kini jadi banyak bertindak.


"Benarkah kalian kekasihnya?" Ucap Alexa.


"Tentu saja." Ucap Amel percaya diri, lalu Alexa menatap Ajeng yang sejak tadi diam.


"Dan kamu Ajeng bagaimana apakah kamu juga kekasih Alden?" Ucap Alexa, Ajeng bingung ingin menjawab apa sementara dirinya dan Alden saja sudah lama tidak bertegur sapa.


"Maksud kamu nanya kayak gitu ke Ajeng apa hah?" Ucap Amel, Alexa menatap Amel dan melipat kedua tangannya di dada.


"Amel kamu terlalu percaya diri tapi jangan sampai rasa percaya diri kamu akan membuat kamu malu di kemudian hari, kamu belum tahu kebenarannya tapi kamu sudah memvonis jika orang itu salah dan menuduh nya perebut kekasih orang." Ucap Alexa.


"Benar, padahal Bian saja bilang kalau dia dan Amel gak ada hubungan apa-apa. Begitupun dengan Alden apakah Alden pernah menyatakan perasaan nya kepada Ajeng? Jika ya, kenapa Alden meminta Ajeng untuk menjauhi Alden dan meminta Ajeng agar tidak mengganggu Alexa." Ucap Vani, Amel dan Ajeng pun diam menatap marah Vani dan Alexa.


"Hey kalian malu ih jangan kebanyakan hallu kan kalau tidak kesampaian kasihan." Ledek Ara.


"Lo jaga ya mulut Lo kecil-kecil gak usah ikut campur." Ucap Amel menunjuk wajah Alexa.


"Sakit banget dibilang anak kecil sama nenek-nenek." Ucap Ara, perkataan Ara benar-benar membuat Amel marah.


"Lo." Ucap Amel berniat kembali menunjuk wajah Ara.


"Turunin tangan Lo Amel." Ucap Alexa.

__ADS_1


"Kenapa? Lo gak terima?" Ucap Amel, Alexa tersenyum smirk.


"Gue terima tapi gue juga bisa lakuin lebih dari apa yang Lo lakuin ke Ara, Lo lupa saat gue mukul Lo gue gak dapet hukuman sama sekali." Ucap Alexa.


"Semua itu karena Lo manfaatin mommy nya Alden." Ucap Amel.


"CK, gak peduli gue manfaatin siapa yang jelas Lo harus tahu buat ngedepak elo dari sekolah ini bukan sesuatu yang sulit buat gue." Ucap Alexa, Amel yang emosi berniat untuk menyerang Alexa namun Ajeng menahan nya.


"Mel tahan kita lulus sebentar lagi Lo jangan kepancing emosi." Ucap Ajeng, Alexa tersenyum tipis lalu pergi bersama dengan Vani sementara Ara gadis cantik itu masuk ke kelas nya.


"Bener-bener ya si Amel takomel-komel, kayak nya gak bikin masalah sehari saja bisa mat* itu orang." Ucap Vani, Alexa tertawa mendengar perkataan Vani.


"Van." Panggil Alexa.


"Hmmmm." Sahut Vani.


"Xa Alden tampan, baik, cool, udah pasti jadi idaman para wanita, tapi aku gak mau orang lain mikir aku deket sama kamu buat deketin Alden. Enggak deh lagian kita masih sekolah aku gak mau pusing karena itu." Ucap Vani, Alexa tersenyum dan menganggukkan kepalanya ternyata hanya Vani dan Ara yang benar-benar tulus berteman dengan Alexa.


Sementara itu di kediaman Elang terlihat Cya yang menatap suaminya, sejak semalam Elang masih belum mau berbicara dengan Cya.


"El." Panggil Cya.


"Hmmm." Sahut Elang.


"Kamu masih marah?" Tanya Cya.


"Enggak, aku cukup tahu diri mungkin kamu tidak mau mengandung anak itu karena kita nikah di jodohkan." Ucap Elang.


"El gak gitu kamu salah paham." Ucap Cya memegang tangan Elang.

__ADS_1


"Cya cukup, sekarang aku tahu kenapa kamu selalu merajuk setiap kita selesai melakukan nya. Mungkin kamu takut jika kamu akan hamil." Ucap Elang, Cya menatap Elang dengan nanar.


"Kamu salah El gak gitu." Lirih Cya, sebenarnya Elang tidak tega mendengar suara lirih Cya.


"Aku ada meeting penting pagi ini, kamu bisa istirahat di rumah atau pergi ke rumah kakak kamu jika bosan." Ucap Elang, lelaki itu pun pergi meninggalkan Cya.


"El kamu salah paham aku sangat bahagia dengan kehadiran bayi ini, aku bahagia El." Lirih nya, menatap kepergian Elang. Cya mengelus perut nya dan tersenyum menahan diri agar tidak menangis.


.


.


.


.


.


.


.


Mampir gaes ke sebelah biar rame biar author semangat ☺️


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2