
Satu Minggu berlalu hari ini terlihat Cya yang masih berbaring di tempat tidur dengan menutupi tubuhnya menggunakan selimut, Elang merasa heran sebenarnya apa yang terjadi kepada Cya.
"Cya kamu kenapa?" Tanya Elang.
"Aku tidak tahu El tubuh ku sangat tidak enak, jika kamu mau bekerja pergi saja nanti aku akan menghubungi kakak agar kesini." Ucap Cya.
"Bagaimana mungkin aku bisa pergi sementara istriku sedang tidak baik-baik saja." Ucap Elang.
"Aku tidak apa-apa kamu bisa pergi bekerja sungguh aku tidak apa-apa El." Ucap Cya, Elang mengulurkan tangan nya memegang kening Cya.
"Baiklah kalau begitu kamu hubungi kakak kamu sekarang, aku tidak tenang jika harus meninggalkan kamu sendirian." Ucap Elang, kenapa sendirian? Karena mama dan papa Elang sedang pergi ke luar kota untuk urusan bisnis nya.
"Iya nanti aku telpon kakak El kamu pergi saja." Ucap Cya.
"Gak kamu harus telpon sekarang." Ucap Elang, baiklah meskipun lemas Cya memaksakan diri untuk menghubungi Anes.
***Panggilan telepon
Mommy negarah**: Hallo Cya ada apa sayang*?
Cya: Kak, kakak sedang sibuk tidak?
Mommy negarah: Enggak kok ini kakak sedang santai saja bersama Alexa kenapa? Kok suara kamu kaya lemes gitu.
Cya: Aku sedang tidak enak badan kakak bisa kesini? Mama dan papa sedang pergi ke luar kota.
Mommy negarah: Kamu sendirian di rumah kenapa gak pulang saja, kamu ini benar-benar! Yasudah kakak dan Alexa kesana sekarang.
Cya: Aaaa makasih maaf aku sudah merepotkan kakak.
Mommy negarah: Merepotkan apa kamu tidak merepotkan sama sekali, sudah di tutup dulu telpon nya.
Cya: Emmh..
Panggilan telepon pun berakhir Elang menatap Cya menunggu jawaban dari Cya, apakah Anes mau menemani istrinya di rumah.
"Bagaimana?" Tanya Elang.
"Hmmm, kak Anes akan kesini bersama Alexa." Jawab Cya, Elang pun mengangguk dan menatap istrinya.
__ADS_1
"Sebelum kakak kamu kesini setidaknya kamu makan dulu, jangan sampai kakak kamu berpikir aku tidak memberi kamu makan." Ucap Elang.
"Cih, bukan memberi makan tapi kamu terlalu sering memakan aku, sampai aku sakit seperti ini." Cibir Cya, Elang tertawa mendengar perkataan istrinya.
Sementara itu di kediaman Deandra terlihat Alexa yang menatap mommy nya yang terlihat panik, Alexa mengerutkan keningnya.
"Kakak kenapa mom?" Tanya Alexa.
"Kakak kamu sakit sayang kita harus kesana sekarang." Ucap Anes.
"Kakak hamil?" Tanya Alexa.
"Hamil?" Tanya Anes.
"Loh emang tadi mommy ngomong apa?" Ucap Alexa.
"Kakak sakit Alexa yaampun ada apa dengan kuping kamu." Ucap Anes.
"Haha maaf aku salah mendengar." Ucap Alexa, Anes hanya bisa menghela nafasnya saja.
"Yasudah kamu siap-siap kita ke rumah kakak sekarang, dimana Alden?" Ucap Anes.
"Alden kan sedang pergi bersama dengan Ardan." Ucap Alexa, ah iya Anes sampai lupa jika putranya sedang pergi.
"Jake kembalikan ponselku." Teriak Ara, jika di kediaman Anes si kembar sudah mulai bersahabat tapi tidak di kediaman Ike. Jake dan Ara seperti nya tidak bisa akur dan selalu menguji kesabaran Ike dan Joe.
"Tidak mau, jika kakak mau ponsel kakak maka kembalikan dulu iPad milikku." Ucap Jake.
"Kau ini, aku menyita iPad mu agar kau berhenti bermain game. Kembalikan ponselnya." Ucap Ara.
"Sungguh ini sangat tidak adil." Ucap Jake.
"Apanya yang tidak adil?" Ucap Ara.
"Kakak boleh bermain ponsel kenapa aku tidak." Ucap Jake.
"Wahhh anak ini benar-benar menyebalkan, aku memegang ponsel bukan untuk bermain game." Ucap Ara, Jake tak mempedulikan hal itu dan tidak menggubris perkataan Ara.
"Ada apa ini kenapa kalian selalu bertengkar." Ucap Ike.
__ADS_1
"Jake nakal mom." Ucap Ara.
"Aku tidak nakal tapi kakak yang curang." Ucap Jake.
"Curang apa? Aku tidak curang." Kesal Ara.
"Dia menyita iPad ku mom tapi tidak ingin aku juga menyita ponselnya." Ucap Jake, Ike menghela nafasnya dan menatap kedua anaknya.
"Kenapa gak sekalian saja kalian saling menyita, sita kamar, lemari dan juga baju hmmm." Ucap Ike, Ara dan Jake mendengus mendengar perkataan Ike.
"Tapi Jake keterlaluan dia bermain game tidak ingat waktu." Ucap Ara.
"Bohong." Ucap Jake.
"Waaahhh, aku benar-benar marah kepada kamu Jake." Ucap Ara.
"Aku juga marah kepada kakak, kenapa kakak selalu tegas kakak juga datar seperti papi." Ucap Jake.
"Mana ada seperti papi, aku cantik tidak datar seperti papi yang terlihat tak berekspresi." Ucap Ara.
"Yaaakkkk, kenapa kalian jadi mengatai papi kalian. Apakah kalian lupa darimana kalian berasal." Ucap Ike, Jake dan Ara saling pandang dengan bibir yang mengerucut.
Sementara Ike merasa tidak habis pikir dengan kedua anaknya, Ara dan Jake benar-benar membuat kepala Ike terasa ingin pecah.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊