Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 186


__ADS_3

Pagi hari terlihat sangat cerah sinar mata hari mulai menelusup melalui tirai kamar, Ike terbangun dan mengerjapkan matanya untuk menerima cahaya yang masuk.


Ike membuka matanya dan menggeliat kecil sampai akhirnya Ike menyadari ada sesuatu yang melingkar di tubuh nya, Ike meraba tangan yang tengah memeluk perut nya dan_


"Aaaaaaa, bugh." Ike berteriak saat melihat Joe yang tidur di samping nya, dan Ike juga tidak sengaja menendang Joe sampai lelaki itu terjatuh.


Seketika Ike lupa permasalahan semalam ia lupa jika dirinya sudah menjadi istri seorang Joe Wijaya, Ike lupa jika dirinya sekarang adalah nona muda dalam keluarga Wijaya.


"Ashhh." Desis Joe yang merasa tubuhnya terjatuh, Joe membuka matanya dan terduduk menatap Ike yang tengah memeluk selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Tuan ngapain disini? Ini dimana kenapa Ike bisa ada disini?" Ucap Ike panik.


"Kamu kenapa si ke kamu lupa kalau kita sudah menikah, kamu itu istri saya ya jelas saya ada disini." Ucap Joe, mendengar perkataan Joe mata Ike mengerjap lucu ia mengingat kepingan-kepingan kejadian yang sudah ia alami kemarin sampai akhirnya Ike ingat tentang Intan yang menyerang nya semalam.


"Ike mau mandi." Ujar nya tanpa menatap Joe.


"Sudah ingat sekarang? Ingat kalau saya adalah suami kamu." Ucap Joe.


"Ya ingat sangat ingat kalau semalam ada wanita yang datang dan tiba-tiba menyerang Ike." Ujar nya menghilang dibalik pintu kamar mandi, mendengar itu Joe mengaga bagaimana bisa Ike hanya mengingat sesuatu yang menyakitkan sementara banyak hal yang manis yang bisa diingat nya.


"Ike buka pintunya." Teriak Joe, ia berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Tidak mau Ike sedang mandi." Balas Ike.


"Kalau begitu buka pintunya saya juga mau mandi." Ucap Joe.


"Tunggu sampai Ike selesai mandi." Balas Ike, Joe menghela nafasnya mendengar jawaban Ike.


"Setelah keduanya selesai mandi dan bersiap-siap merekapun memutuskan untuk sarapan bersama dengan yang lain, disana Ike melihat Anes dan yang lain sudah berkumpul.


"Pagi pengantin baru." Ucap Nana.


"Pagi pengantin kadaluarsa." Balas Ike, membuat Nana mencebikan bibirnya sementara Anes tertawa kecil melihat tingkah Ike dan Nana.


"Kok kadaluarsa si ke." Protes Nana.


"Lah kan emang benar kamu sudah lama menikah kan." Ucap Ike.


"Ya gak kadaluarsa dong cantik kan bisa pengantin lama gitu." Ujar nya, suster menggelengkan kepalanya saja melihat pemandangan itu.


"Sssttt Ike lapar jangan berisik." Ucap Ike, tanpa ba-bi-bu Ike menyantap makanan nya.


Nana dan Anes saling pandang mereka tahu jika Ike dan Joe mungkin tidak langsung melakukan malam pertama nya, mengingat Intan yang menyudutkan dan merendahkan Ike itu sangat tidak mungkin Ike akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Joe ayok makan." Ucap Nana, Joe mengangguk dan menyantap makanan nya sementara Dean dan Jordan hanya bisa diam saja.


Setelah semuanya selesai sarapan mereka memutuskan untuk pulang, Ike mendekati Anes namun Anes menatap Ike dan memegang pundak Ike.


"Kamu pulang ke rumah Joe ya." Ucap Anes.


"Kenapa nona sudah tidur ingin Ike kerja dengan nona?" Lirih Ike dengan wajah sendu nya.


"No, bukan itu Ike tapi sekarang kamu sudah memiliki suami. Sekarang kamu tanggung jawab Joe jangan pikirkan masalah kemarin, kamu percaya kepada saya?" Ucap Anes, Ike mengangguk menatap Anes.


"Saya percaya kepada nona tapi_" Lirih nya lagi.


"Saya dan Dean janji setelah ini tidak akan ada yang bisa menyakiti ataupun merendahkan kamu, mau itu orang luar ataupun bukan. Ingat kamu tidak sendirian ada saya, Nana, dan suster yang akan selalu memeluk kamu." Ucap Anes lagi, mendengar itu hati dan perasaan Joe menghangat ternyata benar apa kata Deandra.


Dean selalu mengatakan jika Ike adalah kesayangan Anes, Ike sudah seperti adik untuk Anes jadi Joe jangan coba-coba menyakiti Ike.


"Hmmm, baiklah nona." Jawab nya, Joe tersenyum karena Anes berhasil memberikan pengertian kepada Ike.


Akhirnya merekapun pulang ke rumah masing-masing, acara kemarin cukup menguras tenaga dan pikiran Anes belum lagi Intan yang mencoba untuk menyulut emosi Anes.


...


Tepat pukul 02:00 malam hari Cya terbangun karena ada yang menelpon nya, Cya menatap nomor tak dikenal yang tertera di layar ponselnya.


Tanpa ragu Cya menjawab panggilan telepon itu, dan tiba-tiba saja tubuhnya gemetar hebat setelah mendapat kabar jika mami, papi, kakak, dan kakak ipar nya terlibat dalam kecelakaan pesawat.


"Mami huaaaaaaa mami." Teriak Cya dalam kamar nya, yang kebetulan saat itu suster tidur menemani Cya.


"Nona ada apa nona kenapa." Tanya suster panik.


"Mami Cya mbak mami papi huaaaaa mami." Histeris nya.


"Nona tenang nona tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan." Ucap suster, Cya menggeleng dan wajah nya basah oleh air mata.


"Mami gak boleh pergi mami gak bisa tinggalin Cya." Teriak nya, Cya terduduk dan memeluk lututnya.


Suster yang merasa khawatir dengan keadaan Cya berlari keluar kamar untuk membangunkan Anes, sebenarnya suster merasa tidak enak namun mau bagaimana lagi.


Tok...tok...tok...


"Nona tuan." Panggil nya.


"Nona tuan, nona Cya nona." Ucap suster lagi.

__ADS_1


Anes yang merasa ada seseorang mengetuk pintu kamar nya pun terbangun, namun karena suara ketukan pintu yang cukup keras membuat kedua bayi Anes terbangun.


"Aduh sayang jangan nangis ya nak ya, jangan nangis." Ucap Anes, wanita itu berdiri di samping boks bayi nya.


"Sayang tolong dong bukain pintu itu suster dari tadi manggil-manggil." Ucap Anes.


"Emmmh, lima menit lagi sayang." Lirih Deandra.


"Sayang itu Cya kenapa ini anak kamu nangis juga lagi, kamu bukain pintunya." Kesal Anes, akhirnya Deandra pun bangun dan membuka pintu kamar nya.


"Ada apa?" Tanya Dean memasang wajah datar nya, suster menelan saliva nya melihat wajah datar Deandra ia tahu mungkin tuan nya ini merasa terganggu.


"No_nona Cya tuan." Ucap suster, Deandra mengernyit ia terlihat sedikit berpikir ada apa dengan Cya.


"Ada apa dengan Cya?" Tanya Dean.


"Saya tidak tahu tuan tapi setelah menerima telepon nona Cya menangis histeris." Ucap suster yang masih bisa terdengar oleh Anes.


"Cya menerima telepon dari siapa malam-malam seperti ini?" Tanya Anes.


"Saya tidak tahu nona yang jelas nona Cya menangis histeris memanggil mami nya." Ucap suster, tanpa menunggu lama Deandra langsung berlari ke arah kamar Cya.


Bayangkan sekhawatir apa Dean kepada Cya, terlihat jelas jika lelaki itu sangat menyayangi adik sepupunya seperti adik kandung nya sendiri.


"Sus panggil suster twins tolong." Ucap Anes, suster Lia meminta pelayan lain untuk memanggil suster si kembar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2