
Tiga hari berlalu hari ini Nana dan Cya pergi ke supermarket tanpa sepengetahuan Anes dan Ike, karena beberapa bahan makanan dan kebutuhan rumah Nana ada yang habis jadi wanita itu memutuskan untuk berbelanja di supermarket.
"Kak kita pergi berdua saja gak apa-apa memang?" Tanya Cya.
"Gak kok gak apa-apa lagi pula gak enak Cya kalau aku terus merepotkan nona dan Ike." Jawab nya.
"Yasudah kalau maunya kakak seperti itu tidak masalah Cya ikut saja." Jawab nya, Nana pun mengangguk dan mereka berdua masuk kedalam mobil dengan Nana yang menyetir mobilnya lagi-lagi membuat Cya mengernyit.
"Kak kenapa gak pergi sama supir saja?" Ucap Cya lagi.
"Tidak perlu aku bisa kok lagi pula takut lama juga kita belanja nya." Ucap Nana, Cya mengangguk dengan wajah bingung nya.
Prasaan Cya mulai turun enak namun ia menepis nya, Cya meyakinkan diri jika tidak akan terjadi apa-apa kepada Nana dan dirinya.
Sesampainya di supermarket Nana dan Cya langsung berjalan mencari barang-barang yang mereka cari lalu memasukkan nya kedalam troli belanjaan, ya yang mendorong troli belanjaan itu Cya karena Nana bertugas untuk memilih barang-barang yang ingin di beli nya.
"Cya apa yang kamu butuhkan?" Tanya Nana, wanita itu menoleh menatap Cya.
"Pendamping hidup kak ada tidak, kalau ada tolong belikan Cya satu." Jawab nya, Nana tertawa kecil mendengar perkataan Cya.
"Itu beda bukan disini belinya." Kekeh Nana, Cya tertawa geli mendengar nya.
"Kak yang ini sudah penuh Cya bawa ke meja kasir dulu ya, nanti Cya ambil troli yang baru lagi." Ucap Cya, Nana mengangguk dan Cya pun mendorong troli nya ke meja kasir.
"Mbak saya nitip ini dulu ya." Ucap Cya kepada seorang karyawan wanita di supermarket itu.
"Baik nona." Jawab nya, setelah itu Cya memutuskan untuk mengambil troli yang baru.
Sementara Nana sedang memilih beberapa barang seseorang berjalan cepat dan menabrakkan troli belanjaan yang di dorong nya ke perut Nana dengan keras, Nana menjerit dan terduduk di lantai.
Nana meringis dan mencoba untuk melihat siapa wanita yang ada dibalik topi itu, namun ia terlihat begitu terkejut saat darah mengalir di kedua kakinya.
"Aaaaaaa." Teriak Nana dengan keras, Cya yang mendengar itu langsung berlari ke arah Nana dan melupakan troli belanjaan yang ia bawa tadi.
"Kak Nana." Teriak Cya, Cya langsung berjongkok di hadapan Nana.
"Kak_" Lirih nya, dan Cya mengalihkan pandangan nya kepada orang yang menabrak Nana.
"Siapa kamu?" Teriak Cya, namun orang itu buru-buru pergi dari sana.
"Kak tahan ya tahan." Ucap Cya.
"Cya perut aku Cya hiks..." Lirih Nana, Cya langsung meminta bantuan karyawan supermarket untuk membawa Nana kedalam mobilnya.
__ADS_1
Dan disinilah jiwa pembalap Cya di tunjukkan, Cya langsung melesatkan mobil yang di tumpangi nya kerumah sakit.
"Cya." Lirih Nana, wanita itu sudah terlihat lemas air mata Cya menetes ia takut Cya takut tapi gadis itu harus tetap terlihat kuat untuk Nana.
"Kakak tenang kita sebentar lagi sampai, kakak jangan merem ya kak." Ucap Cya, akhirnya merekapun tiba di rumah sakit.
Saat perawat dan dokter menangani Nana Cya langsung menghubungi Anes, tentu saja itu membuat Anes terkejut bagaimana bisa mereka pergi tanpa bodyguard satupun.
"Suster." Terak Anes.
"Nona ada apa?" Tanya suster Lia.
"Ajak twins ke rumah Ike sekarang saya akan pergi ke rumah sakit." Ucap Anes.
"Ada apa nona siapa yang sakit?" Tanya suster, Anes pun memberi tahu jika Nana masuk rumah sakit.
"Tolong jaga twins jangan ajak mereka keluar dari rumah Ike." Ucap Anes, ya Anes akan meminta Ike untuk menemaninya pergi ke rumah sakit.
Aneska meskipun wanita itu terkenal ceroboh saat masih muda namun tidak setelah menikah, mungkin terbawa oleh Deandra yang cerdik dan teliti dalam mengerjakan segala hal.
Anes sengaja meminta suster Lia dan para suster lainnya menjaga twins di rumah Ike, karena jika di rumah nya Anes takut itu tidak akan untuk kedua anaknya.
Karena mungkin siapapun bisa masuk dengan mengaku sebagai saudara atau keluarga Anes, maka dari itu Anes mengamankan Alden dan Alexa lebih dulu.
"Cya." Panggil Anes yang sudah sampai di rumah sakit, ia melihat Cya yang menyembunyikan wajahnya di antara kedua kaki.
"Kakak." Lirih Cya, gadis cantik itu langsung bangun dan berlari memeluk Anes.
"Ada apa kenapa semua ini bisa terjadi?" Tanya Anes.
"Kak tadi Cya dan kak Nana pergi ke supermarket lalu tiba-tiba_" Cya pun menceritakan semua yang terjadi tanpa mengurangi ataupun melebihkan, Ike yang mendengar itu mengernyit heran begitupun dengan Anes.
"Lalu bagaimana keadaan Nana sekarang?" Tanya Anes.
"Kak Nana harus menjalani operasi untuk menyelamatkan ibu dan bayi nya, ini salah Cya kan kak ini salah Cya." Lirih nya, Anes merengkuh tubuh Cya kedalam pelukannya.
"Tidak ini bukan salah Cya semua ini memang seharusnya terjadi, tapi jika tidak ada Cya mungkin kita semua tidak akan tahu keadaan Nana." Ucap Anes menenangkan Cya.
"Nona bagaimana dengan Jordan?" Tanya Ike.
"Kamu hubungi Joe minta dia untuk memberi tahu Jordan mengenai keadaan Nana." Ucap Anes.
"Apakah kita akane cari tahu siapa pelakunya?" Tanya Ike.
__ADS_1
"Hmmm, biarkan itu menjadi urusan Deandra, Joe dan Jordan." Balas Anes, Ike mengangguk mereka menunggu Nana yang sedang berada di ruang operasi.
"Kak Nana akan baik-baik saja kan kak?" Tanya Cya.
"Semoga Nana baik-baik saja ya." Ucap Anes mengelus kepala Cya dengan lembut.
"Nona tapi ini bukan termasuk lahir prematur kan, karena perkiraan Nana melahirkan itu lusa." Ucap Ike, Anes mengangguk membenarkan perkataan Ike.
"Benar ini hanya maju dua hari saja, tapi tetap saja ini sangat mengkhawatirkan ke karena Nana melahirkan akibat benturan keras di perut nya." Ucap Anes, Ike mengangguk ia terlihat gelisah apalagi setelah menghubungi Joe terdengar jika suaminya begitu terkejut.
Dan setelah menunggu sangat lama akhirnya ruangan operasi pun terbuka, Anes langsung menghampiri dokter yang menangani Nana.
"Bagaimana keadaan Nana dok?" Tanya Anes.
"Kuasa Tuhan benar-benar nyata nona karena ibu dan bayinya baik-baik saja, Tuhan sangat menginginkan ibu dan bayinya hidup." Ucap dokter yang tak menyangka sama sekali dengan keadaan Nana.
"Jadi kak Nana baik-baik saja? Tapi tadi keluar darah." Ucap Cya.
"Maka dari itu saya sendiri pun bingung karena tidak ada hal serius nona, hanya harus mengeluarkan bayinya saja." Ucap dokter, Anes merasa lega mendengar nya dan langsung memeluk Cya Anes berharap Jordan tidak menyalahkan Cya atas kejadian ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1