
Sepulang dari kantor Deandra di sambut oleh Anes yang sudah berdiri di depan pintu, Dean tersenyum dan menghampiri Anes dengan wajah gembira nya. Sementara Anes menatap Dean dengan tatapan mengintimidasi.
"Tumben banget kamu nunggu aku sampai di depan pintu kaya gini." Tanya Dean, lelaki itu terlihat merangkul pundak istrinya.
"Memangnya kenapa kalau aku nunggu kamu sampai di depan pintu kaya gini gak boleh?" Ucap Anes.
"Tentu saja boleh sayang, tidak ada yang tidak boleh untuk istri aku tercinta ini." Ucap Deandra.
"Ada apa tumben banget kata-kata kamu sangat manis." Ucap Anes, Dean sedikit terdiam dan tertawa kecil.
"Tidak ada apa-apa bukankah aku memang seperti ini kepada istri aku." Ucap Deandra.
"Hmmm, mungkin saja. Tapi awas saja kalau aku sampai tahu kamu menyembunyikan sesuatu." Ucap Anes dengan tatapan mengancam nya.
"Ck, tentu saja tidak aku tidak mungkin menutupi sesuatu dari kamu." Ucap Deandra.
"Yasudah ayok masuk akan aku buatkan teh untuk kamu." Ucap Anes.
Saat keduanya masuk kedalam rumah terlihat Alexa dan Alden yang menatap keromantisan kedua orang tuanya, Alexa tersenyum kepada sang daddy sementara Dean seperti tidak melihat senyum penuh arti dari putrinya.
"Romantis banget mommy sampai nunggu daddy di luar." Ledek Alexa.
"Gak usah ngeledek xa ini semua karena keinginan kamu yang ngeyel." Ucap Anes.
"Loh kenapa jadi aku." Ucap Alexa.
"Ya iya karena permintaan kamu yang aneh-aneh." Ucap Anes.
"Ck, permintaan Alexa gak aneh-aneh mom, mommy saja yang terlalu khawatir kepada Alexa." Ucap Alexa, Alden tersenyum mendengar perkataan adik kembar nya.
"Kamu juga sama saja jadi gak usah senyum-senyum." Ucap Anes kepada Alden, wanita itu langsung pergi ke dapur untuk membuatkan teh.
"Kenapa aku jadi di bawa-bawa." Ucap Alden.
"Ya karena kamu yang mengajarkan Alexa motor." Ucap Anes dari kejauhan.
"Padahal kan daddy juga dukung Alexa untuk bisa motor tapi kenapa cuma aku yang di salahkan." Protes Alden membuat Alexa dan Deandra tertawa.
__ADS_1
Setelah membuatkan teh Anes dan Dean pun pergi ke kamar nya, sementara itu Alden dan Alexa sedang duduk di ruang keluarga.
"Kamu yakin xa mommy gak Akan marah?" Tanya Alden.
"Semarah-marah nya mommy anak tetap kelemahan nya Alden apalagi daddy dukung kita, jadi yasudah kita nikmati saja kehidupan yang indah ini toh aku yakin mommy hanya akan merajuk kepada daddy." Ucap Alexa, Alden tertawa Alexa benar-benar menyebalkan.
"Kamu awas aja kalau sampai turutin keinginan nya Alexa." Ucap Anes saat Deandra sedang membuka kemeja nya.
"Sayang kenapa tidak boleh, Alexa juga tidak mungkin memakai motor itu untuk hal-hal yang negatif." Ucap Deandra.
"Iya aku tahu, tapi kamu tahu sendiri bawa motor itu konsekuensi nya besar dad. Bagaimana jika_." Ucapan Anes terhenti karena Deandra menangkup wajah cantik nya.
"Alexa tidak akan kenapa-kenapa sayang, jika terjadi sesuatu kepada Alexa maka aku yang akan bertanggung jawab. Aku akan menerima semua hukuman dari kamu." Ucap Deandra.
"Apakah rasa sayang kamu kepada Alexa begitu besar hmmm." Ucap Anes.
"Ya, sangat besar aku sangat menyayangi Alexa." Ucap Deandra, Anes menatap Dean dengan sendu.
"Why?" Tanya Anes.
"Karena Alexa satu-satunya wanita yang sangat mirip dengan kamu, keras kepala nya, egois nya, sikap manja nya bahkan kecantikan nya. Sama seperti kamu yang sangat menyayangi Alden karena kemiripan Alden dengan aku bukan." Ucap Deandra, Anes terdiam mendengar perkataan suaminya.
"Yang bilang aku hanya menyayangi salah satunya siapa hmmm." Ucap Deandra.
"Tapi tetap saja aku mengkhawatirkan Alexa." Ucap Anes, Dean menghela nafasnya.
"Sayang aku mohon pikirkan lagi kebahagiaan Alexa, kamu lupa jika Alden dan Alexa anak kembar dan mereka sudah terbiasa memiliki apapun yang dimiliki oleh salah satunya." Ucap Deandra, ya memang benar sejak kecil Alexa selalu memiliki apa yang dimiliki oleh Alden begitupun sebaliknya Alden selalu memiliki apa yang alexa miliki.
Dan Dean tidak ingin salah satu anaknya merasa jika orang tua mereka tidak adil, jika bisa maka Dean akan memenuhi semua yang diinginkan oleh anak-anaknya.
"Baiklah penuhi apapun yang di inginkan oleh anak-anak, aku juga tidak ingin Alexa berpikir kalau aku pilih kasih. Tapi aku mohon minta Alden untuk menjaga Alexa." Ucap Anes.
"Tentu saja aku akan mengatakan itu kepada Alden nanti." Ucap Deandra, Anes pun mengangguk dan dean tersenyum lalu memeluk Anes.
Sementara itu di kediaman Joe terlihat Ara yang sedang membujuk papi nya, Apakan yang diinginkan oleh Ara sampai harus membujuk Joe seperti itu.
"Papi ayolah pi." Rengek nya.
__ADS_1
"Ara ijin dulu sama mami kalau mami mengijinkan pasti papi belikan untuk Ara." Ucap Joe.
"Pi mami gak akan ijinin Ara ke sekolah naik motor." Ujar nya.
"Papi tidak bisa membelikan nya kalau begitu." Ucap Joe.
"Aaaa, papi ayolah nanti Ara ijin mami tapi papi beliin dulu." Ucap Ara.
Joe yang sedang fokus kepada laptop nya pun mengalihkan pandangan nya kepada Ara yang tak lain adalah putri sulung nya.
"Ara beneran pengen banget? Tapi kenapa pilih motor dan kenapa gak mobil saja." Ucap Joe.
"Ara ingin nya motor bukan mobil papi." Ucap Ara.
"Ck, baiklah nanti papi belikan asal Ara janji jangan pakai motor itu untuk hal-hal yang negatif." Ucap Joe.
"Iya Ara janji gak akan aneh-aneh kok." Ucap Ara.
"Baik papi pegang janji ara." Ucap Joe, Ara tersenyum manis kepada Joe.
"Nanti Ara akan ijin kepada mami." Ujr nya.
"Tidak perlu nanti papi saja yang bicara kepada mami kamu." Ucap Joe, wajah Ara pun semakin berbinar.
"Makasi papi, makasi papi selalu memenuhi keinginan Ara." Ujar nya, Ara memeluk Joe membuat Joe tersenyum manis kepada putrinya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊