Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 88


__ADS_3

Akhirnya Anes dan Deandra pun tiba di tempat tujuan, Anes menatap sekeliling itu bukan kantor Anes ataupun Dean. Tunggu ada gerbang yang menjulang tinggi di hadapannya, Anes menatap Deandra yang kembali melajukan mobilnya saat gerbang terbuka.


"Ini ada dimana ya, kamu gak ada niat untuk membuang aku kan." Ucap Anes, ia melihat bangunan megah di hadapannya.


"Siapa yang berani buang wanita secantik kamu si nes, gak bisa gitu kamu mikir positif sama suami kamu." Ucap Deandra, Anes tersenyum tipis.


"Ya, maaf lagian kamu ajak aku kemana si? Ini dimana?" Tanya Anes, Deandra tersenyum dan turun dari mobil tanpa menjawab pertanyaan Anes.


Dean membukakan pintu mobil untuk Anes, lelaki itu menggenggam tangan Anes dengan lembut.


"Selamat datang tuan." Sambut para pelayan, saat Dean mulai memasuki rumah.


"Hmmm." Balas Deandra, Anes masih menatap bingung kepada suaminya.


"Ini?" Tanya Anes.


"Kamu suka?" Ucap Dean balik bertanya, Anes tercengang mendengar pernyataan itu.


"Maksudnya?" Tanya Anes, kedua manusia itu saling melempar pertanyaan. Dan itu membuat Deandra tertawa kecil.


"Aku membeli rumah ini untuk kamu, untuk kita." Ucap Deandra.


"Ha?" Ucap Anes terkejut, Deandra mencolek hidung mancung Anes.


"Kenapa kok kaget gitu." Ucap Deandra, Anes menatap rumah itu.


"Dean kita kan masih bisa tinggal di rumah mama, kenapa harus membeli rumah lagi?" Ucap Anes, Deandra merangkul pinggang ramping Anes dan kini kedua orang itu saling berhadapan.


"Aku tahu, tapi aku ingin memberikan kebebasan untuk kamu. Jika kita terus tinggal di rumah mama aku tahu kamu tidak akan merasa nyaman dengan kehadiran Liza, maka dari itu aku ingin kita tinggal di rumah yang berbeda dengan Liza." Ucap Deandra.


"Dean rumah emmm, rumah pas kita nikah saja tidak di isi kenapa kita tidak tinggal di rumah itu saja." Ucap Anes, sebenarnya Anes cukup terkejut saat Aleta bercerita tentang mahar yang diberikan Deandra saat menikah.


"No, itu rumah kamu rumah pribadi kamu nes. Kalau ini rumah kita, karena aku membeli rumah ini setelah kita menikah dan mengungkapkan perasaan satu sama lain." Ucap Deandra, Anes meringis ia bingung dengan Deandra. Lagian memiliki banyak rumah untuk apa? Jika untuk anak mereka nanti, pasti anak-anak mereka juga akan membeli rumah sendiri.


"Dean." Lirih Anes, ternyata setelah Deandra jatuh cinta lebih horor daripada sebelum lelaki itu mencintai Anes.


"Gak suka ya." Ucap Dean, Anes menggelengkan kepalanya dan memeluk Deandra dengan tiba-tiba.


"Aku suka aku suka semua yang kamu berikan kepada aku, terimakasih atas semua yang sudah kamu lakukan. Aku semakin yakin jika kamu adalah suami terbaik untuk aku, dan semoga kamu juga menjadi Daddy terbaik untuk anak-anak kita nanti." Ucap Anes, wanita itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Deandra.


Dean tersenyum manis kepada Anes, lelaki itu mengecup puncak kepala Anes. Dean berterimakasih kepada kedua orang tuanya yang dulu memaksa Dean untuk menikahi Anes.


"Kita akan pindah kesini beberapa bulan lagi, setelah semuanya sudah selesai di renovasi dan setelah mama dan papa kembali." Ucap Deandra, Anes mengangguk ia tidak bisa membayangkan akan sebahagia apa Anes saat tinggal bersama Deandra nanti.

__ADS_1


"Hmmm, apapun itu aku akan selalu bersama kamu." Ucap Anes, Deandra tersenyum tipis.


"Tuan nona makan siang sudah siap." Ucap seorang pelayan wanita, Anes menatap pelayan itu.


"Dean." Lirih Anes.


"Ada apa, hmmm." Ucap Anes, membuat Deandra menunduk dan menatap nya.


"Aku ingin Ike, suster dan Nana juga ikut kesini." Lirih nya, Anes sudah terbiasa dengan ketiga orang itu.


"Tentu saja aku akan mengajak mereka, yang penting kenyamanan kamu dan kebahagiaan kamu." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum.


"Kita makan siang dulu oke." Ucap Deandra, Anes mengangguk ia senang karena Dean menuruti keinginan nya.


Setelah selesai makan siang Dean mengajak Anes ke kantor nya, sesampainya di kantor beberapa karyawan menatap Dean yang merangkul pinggang ramping Anes.


"Lihat ujian macam apa ini, kenapa tuan muda menebar kemesraan di hadapan kita para jomblo." Ucap karyawan Deandra.


"Yaampun mana nona Anes cantik banget." Ucap karyawan A.


"Tuan bolehkah aku menggantikan posisi anda, aku wanita tapi kenapa aku menyukai istrimu." Ucap karyawan B, Dean menatap beberapa karyawan yang memperhatikan Anes.


"Apa yang sedang kalian lihat?" Tanya Deandra, membuat para karyawan nya tersentak kaget.


"Nona muda tuan, nona sangat cantik." Ceplos karyawan B dengan polos nya.


"Jaga matamu." Ucap Deandra, karyawan nya tercengang.


"Tuan muda apakah anda cemburu? Tapi saya ini wanita dan masih menyukai laki-laki, untuk apa anda cemburu kepada saya." Ujar nya, Dean menatap datar wanita itu sementara Anes memegang tangan suaminya.


"Sudah mereka tidak salah." Ucap Anes.


"Benar nona kami tidak salah, karena yang salah itu anda kenapa terlalu cantik." Ujar nya, beberapa karyawan menahan tawa mendengar ocehan karyawan B.


"Iya saya yang salah, nanti saya bagi tips untuk kamu agar kamu juga salah oke." Ucap Anes, karyawan B kegirangan karena Anes merespon nya dengan sangat lembut.


"Aaaaa, nona baik sekali." Ujar nya, Anes tersenyum.


Anes dan Deandra berjalan menuju lift, kedua orang itu akan pergi ke ruang kerja Deandra. Dan setelah sampai di ruang kerja suaminya, Anes di persilahkan untuk duduk di sofa.


Dean duduk di kursi kebesaran nya, hingga tiba-tiba saja Jordan masuk kedalam ruang kerja Deandra dengan mengoceh.


"Dean akhirnya kamu datang juga, kau tahu semalam aku mencoba untuk mendekati Nana tapi kenapa sangat sulit. Dean kenapa kau memberikan asisten yang sikap nya 11 12 dengan Anes." Ucap Jordan, lelaki itu duduk di kursi depan meja kerja Dean. Dan bisa-bisanya Jordan tidak menyadari jika ada Anes yang sedang duduk di sofa dengan memperhatikan Jordan dan suaminya.

__ADS_1


"Maksudnya?" Tanya Deandra.


"Sikap dingin dan datar Nana hampir mirip dengan Anes, apakah polos nya Nana juga sama seperti Anes." Ucap Jordan.


"Ah tidak, sekarang Anes sudah tidak polos lagi." Ucap Deandra, Anes memelototkan matanya.


"Benarkah, apakah Anes sekarang sudah tidak polos." Ucap Jordan.


"Ya, sekarang dia sudah mengerti apa yang suaminya inginkan." Ucap Dean, Jordan mengernyit heran dengan perkataan Deandra.


"Yang kamu inginkan? Memangnya apa yang kamu inginkan." Ucap Jordan.


"Anak." Ceplos Deandra, berhasil membuat Anes terbelalak.


"Si kam*ret, itu untuk orang yang sudah menikah sementara aku? Menikah saja belum, bahkan untuk mendekati Nana saja sangat sulit." Ucap Jordan, Deandra mengusap bibirnya membuat Anes menahan tawa.


"Urusannya dengan saya apa?" Tanya Deandra.


"Kasih tahu Anes jika saya tidak bisa untuk mendekati Anes karena terhalang oleh kamu, maka biarkan saya untuk mendekati Nana." Ucap Jordan, Dean memukul tangan Jordan.


"Gak usah bilang ingin mendekati Anes bisa tidak." Sengit nya.


"CK, canda elah serius amat." Ucap Jordan, Deandra mendengus dengan perkataan Jordan yang membuat nya sedikit kesal.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2