Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 67


__ADS_3

Pukul 23:00 malam hari Deandra sampai di rumah nya, ia berjalan memasuki rumah dan Dean memutuskan untuk pergi ke kamar. Deandra membuka pintu kamar dengan hati-hati karena takut menganggu Anes yang sedang tidur, Dean masuk kedalam kamar dan melihat Anes yang tidak ada di tempat tidur nya.


"Kemana Anes." Gumam nya.


Deandra berjalan menuju ruang ganti, dan kamar mandi namun ia tidak menemukan Anes disana. Deandra sudah panik ia takut jika Anes pergi dari rumah, Deandra teringat dengan perkataan Joe dan Jordan.


Flashback on....


"*Sudah lah de kamu akui saja kepada anda kalau kamu mencintai Anes." Ucap Jordan.


"Apa harus secepat itu?" Tanya Deandra.


"Ini gak cepat de, ini sudah sangat terlambat untuk kamu mengakui itu." Ucap Joe.


"Benar de, sebelum Intan dan Anes mengetahui semuanya lebih baik kamu mengungkapkan perasaan kamu kepada Anes." Ucap Jordan, Deandra terdiam lelaki itu terlihat memijat pelipisnya.


"Saya sudah menyiapkan liburan untuk kamu dan Anes ke negara xx, kamu harus pergi de gunakan kesempatan itu dengan baik sebelum kamu dan Anes kembali sibuk dengan pekerjaan kalian." Ucap Jo, lihatlah Jo dan Jordan terlihat begitu kompak untuk mempersatukan Anes dan Deandra.


Flashback off...


Dean terlihat frustasi karena tidak melihat Anes di kamar nya, lelaki itu berlari keluar dari kamar dan mencari Anes di setiap sudut rumah nya.


"Aneska." Teriak Deandra.


"Ike." Panggil nya, ah Dean lupa Ike pasti sudah kembali ke rumah samping.


"Anes kamu dimana nes, gak lucu ya nes becanda nya." Ucap Deandra.


"Aneska Devira Quenby Abrisham, saya hitung sampai tiga kalau kamu tidak muncul juga maka saya akan mengantar kamu ke rumah mommy." Ucap Dean malah mengancam.


1...2...3... Tidak ada tanda-tanda Anes akan muncul di hadapan Deandra, lelaki itu berlari kerumah samping untuk menemui Ike.


Sementara itu di rumah samping Anes yang sempat tertidur pulas bangun, ia menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"Ike." Panggil Anes, wanita itu memegang kaki Ike yang sedang terbaring di sofa menemani Anes.


"Iya nona, maaf nona Ike ketiduran." Ujar nya.


"Tidak apa-apa, ini saya mau minta tolong kamu pindahkan Kenzie ke kamar ya. Saya mau pulang ke rumah takut Dean sudah pulang." Ucap Anes.


"Eh, iya nona gak apa-apa Ike saja yang memindahkan tuan muda Ken." Ucap Ike.


"Makasih banyak ya Ike, maaf saya banyak merepotkan kamu." Ucap Anes.

__ADS_1


"Nona tidak perlu sungkan." Ucap Ike, Anes tersenyum manis dan keluar dari rumah samping dengan hati-hati.


Anes berjalan dengan santai ia berharap Dean belum pulang, karena jika sudah pulang lelaki itu pasti akan mengoceh.


Dari kejauhan Deandra melihat seorang wanita yang berjalan ke arah nya, terlihat Anes yang memeluk tubuh nya sendiri seperti orang kedinginan.


"Aneska." Panggil Deandra, Anes mematung di tempatnya menatap Dean yang berjalan cepat mendekati Anes.


(Mat*lah kau Anes, Dean kan sudah bilang jangan pergi kemanapun. Tapi kenapa aku harus takut kepada Dean, biasanya juga kita selalu berdebat) Batin Anes.


"Darimana saja kamu?" Tanya Deandra.


"Dari rumah samping." Ucap Anes.


"Sudah saya bilang jangan pergi kemanapun Aneska, kenapa kamu tidak pernah menurut dengan perkataan saya." Ucap Deandra.


"Dean aku hanya kerumah samping untuk bertemu dengan Kenzie." Ucap Anes, Deandra menarik tangan Anes dan mengajak nya masuk kedalam rumah.


Deandra juga langsung mengajak Anes ke kamar nya, sesampainya di kamar Dean menatap Anes begitu sebaliknya Anes menatap Deandra.


"Sudah saya bilang kamu masih sakit Anes, kamu gak boleh keluar dari rumah." Ucap Deandra.


"Dean cukup aku sudah sembuh, kenapa kamu suka sekali melarang." Ucap Anes.


"Aku kesepian kamu tahu aku kesepian Deandra, kamu tahu hidupku berubah aku menjadi kesepian. Kamu tahu bagaimana aku, bagaimana kehidupan aku dan bagaimana sehari-hari aku Deandra Gavriel." Pekik Anes, Deandra terdiam ia menatap wajah cantik Anes dan mata Anes yang memerah.


"Nes." Panggil Dean.


"Aku tahu kamu melakukan semua ini untuk kebaikan aku, kamu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada aku. Tapi tidak seperti ini, aku terbiasa dengan keramaian. Aku terbiasa hidup dengan semua hal yang tidak bisa aku dapatkan disini, kamu tahu kehidupanku bertolak belakang dengan kehidupan saudara-saudara aku." Ucap Anes, wajah Anes merah mungkin Anes sudah merasa lelah selama tiga bulan tidak ada perubahan dalam pernikahan nya.


Deandra memegang tangan Anes dan menarik tubuh Anes kedalam pelukannya, wanita itu memang tidak menangis tapi Dean tahu jika Anes merasa kecewa dan sedih dengan apa yang ia jalani sekarang.


"Maafkan saya." Lirih Deandra, Anes mengangkat tangan nya pelan-pelan untuk membalas pelukan Dean.


"Berikan aku kehidupan yang aku inginkan Dean, jika kamu masih tidak bisa mencintai aku maka berikan aku kehidupan yang nyaman." Lirih Anes, Deandra mengangguk pelan.


(Saya mencintai kamu nes saya sangat mencintai kamu, saya janji akan memberikan semua yang kamu inginkan. Dan akan memberikan kebahagiaan yang kamu inginkan, melihat kamu kesepian seperti ini membuat saya yakin jika saya harus mencari orang yang bisa menemani kamu jika saya tidak ada di rumah.) Batin Deandra.


"Maafkan saya yang selalu egois." Lirih Deandra, Anes tercengang saat Dean mengecup puncak kepala nya.


Anes bisa merasakan jika jantung Deandra berdebar kencang, Anes yang tidak pernah jatuh cinta dan memiliki hubungan dengan laki-laki manapun mendongak dan menatap Dean dengan wajah polos nya.


"Kamu sakit?" Tanya Anes, Deandra menunduk menatap mata Anes.

__ADS_1


"Sakit? Tidak saya tidak sakit, kenapa?" Ucap Deandra.


"Kenapa jantung kamu berdebar begitu keras?" Tanya nya polos, mendengar pertanyaan Anes membuat Deandra langsung melepaskan pelukan nya.


"Tidak apa-apa, saya lelah mencari kamu di setiap sudut rumah." Ucap Deandra, Anes menangkup wajah tampan Deandra.


"Kamu bohong, aku tahu kamu selalu berdebar jika berdekatan dengan aku. Iya kan." Ucap Anes, Deandra menelan saliva nya.


"Gak, mana ada seperti itu." Ucap Dean.


"Ada buktinya wajah kamu merona." Ucap Anes, Deandra mencubit hidung Anes.


"Ngarang, sudah saya mandi dulu." Ucap Dean, Anes mengangguk wanita itu duduk di tepi tempat tidur.


Anes memainkan ponselnya ia mengirimkan pesan kepada Aleta, Anes sebenarnya tidak ingin melakukan ini. Tapi sikap Deandra membuat Anes harus melakukan semua ini.


***Pesan chat


Anes**: Bagaimana ta kamu sudah tahu siapa kekasih Intan*?


Aleta: Belum, mungkin besok aku akan melanjutkan untuk mencari tahu nes.


Anes: Baiklah, kabari aku jika sudah mendapatkan informasi.


Aleta: Oke.


Anes meletakkan ponselnya di tempat tidur, sementara itu Anes keluar dari kamar untuk mengisi botol air minum.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2