Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 120


__ADS_3

Sementara itu di tempat Denis orang kepercayaan nya datang dengan terengah-engah, Denis menatap orang itu dengan datar.


"Tuan." Panggil nya ngos-ngosan.


"Ada apa." Ucap Denis.


"Tuan muda Gavriel sudah sampai kesini dan mereka menyerang markas tuan." Ucap nya, Denis yang sedang duduk santai langsung bangun dari posisinya.


"Apa? Bagaimana bisa mereka sampai secepat itu, kita bahkan belum menemukan Anes." Ucap Denis.


Dor... Suara temb*kan yang menggelegar terdengar sampai ke ruangan rahasia milik Denis, lelaki itu yakin jika suara itu di timbulkan oleh Deandra.


"Si*l, kalian hadapi mereka saya akan mencari Anes." Ucap Denis, lelaki itu berniat untuk keluar melalui balkon.


Namun saat bersiap akan keluar ia melihat jika rumah yang dijadikan markas itu sudah di kepung oleh orang-orang kepercayaannya Deandra, Denis tercengang melihat itu semua.


"Valdo Alberto keluar kau." Teriak Deandra, lelaki itu berjalan memasuki rumah dengan penuh amarah di ikuti oleh Joe dan Jordan sebagai pelindung Deandra.


Sementara para bodyguard Denis telah di serang oleh orang-orang Deandra, Dean lelaki itu berdiri di tengah-tengah ruagan pantai dua dan melesatkan peluru nya lagi.


"Keluar atau aku akan meratakan rumah ini tanpa ragu." Ucap Deandra, dengan penuh percaya diri Denis keluar dari ruangan rahasia nya.


Prok...prok...prok.... Denis bertepuk tangan dan menghampiri Deandra.


"Kita bertemu lagi tuan muda Gavriel." Ucap Denis, Deandra menatap nyalang lelaki itu.


"Tidak perlu banyak basa-basi Denis Rivaldo Alberto." Ucap Deandra, Denis terdiam ternyata Deandra sudah mengetahui identitas nya.


"Baiklah kalau begitu saya akan bertanya apa yang membuat anda datang untuk menemui saya." Ucap nya.


"Kembalikan istri saya." Ucap Deandra.


"Hhaha, kau pikir aku akan mengembalikan Anes kepadamu dengan mudah jangan mimpi." Ucap Denis yang memancing emosi Deandra.


"Baj*ngan." Ucap Deandra.


Bughhh... Lelaki itu men*ndang dada Denis dengan kuat.


"Katakan dimana Anes." Ucap Dean, Denis terlihat sesak karena Dean menyerang nya.


"Istrimu itu sudah tiada." Ucap Denis mengarang.


"Bohong, kau pasti menyembunyikan dia kan." Teriak nya.


"Tuan kami tidak berhasil menemukan dua wanita itu." Ucap orang kepercayaan Denis, orang itu tidak tahu jika di lantai dua ada Deandra, Joe dan Jordan.


Dengan cepat Joe dan Jordan meringkus tubuh laki-laki bertubuh tegap itu, Deandra menatap nyalang x ya sebut saja orang kepercayaan Denis itu X.


"Apa maksudnya tidak berhasil menemukan Anes." Tanya Deandra, Denis tertawa renyah.


"Sudah aku katakan istrimu itu sudah tidak ada disini." Ucap Denis, Deandra menodongkan pist*l di kepala Denis.

__ADS_1


"Jika terjadi sesuatu kepada istriku maka kau juga akan kehilangan Liza." Ucap Deandra, Denis tertawa Liza? Ia tidak menginginkan Liza sama sekali yang Denis inginkan hanya anak nya saja.


"Kau bisa memb*n*h Liza kapanpun kau mau, tapi jika kamu melakukan nya sebelum anakku lahir maka aku akan membuat Anes meninggalkan kamu untuk selamanya." Ucap Denis, Deandra geram ia bangun dan menend*ng kepala Denis dengan kuat.


"Katakan dimana nona Anes?" Tanya Joe kepada X kepercayaan Deandra.


"Sa_saya tidak tahu karena tadi nona Anes melarikan diri bersama teman nya." Ucap orang itu.


"Kau mencarinya kemana tadi?" Tanya Joe lagi.


Lelaki itu menunjuk nya pakai tangan, Deandra langsung membayangkan Anes yang sedang hamil namun berusaha melindungi dirinya bukankah itu sulit?


"Kau tidak akan bisa bersama Anes lagi." Teriak Denis saat Dean sedang memikirkan Anes.


"Tutup mulutmu baj*ngan." Ucap Deandra, lelaki itu meninggalkan Denis dan berlari keluar dari rumah.


Denis yang melihat Deandra pergi bangun dan ikut mengejar Deandra, Dean berlari diikuti oleh Jordan dan Joe.


"Aneska." Panggil Deandra.


"Nana." Teriak Jordan.


"Nona Anes." Panggil Joe, setelah berlari cukup jauh mereka terhenti di jalan yang menunjukkan dua arah.


"Dean kemana kita harus mencari Anes." Ucap Jordan.


"Ka_" Ucapan Deandra terhenti saat Denis menendang nya dari belakang.


Sementara Joe dan Jordan sudah berkelahi dengan orang-orang suruhan Denis, Deandra menatap Denis dengan nyalang.


"Sudah aku katakan kau tidak akan bisa menemukan Anes." Ucap Denis.


"Saya Deandra Gavriel selalu bisa mendapatkan apa yang saya inginkan sekalipun itu dengan nyawamu, saya bahkan bisa membuat Liza kehilangan bayi yang dikandungnya saat ingin juga." Ucap Deandra, Denis tertegun mendengar perkataan Dean.


"Jangan pernah menyentuh kandungan Liza." Ucap Denis, lelaki itu menyerang Deandra dan keduanya terlibat perkelahian.


Di bangunan tua Anes merasa tiba-tiba ingin menangis, ia ingin keluar rumah bangunan itu. Anes menatap Nana yang termenung di sampingnya.


"Na kita harus segera pergi dari sini, sepertinya keadaan mulai aman." Ucap Anes.


"Benar nona sepertinya orang-orang itu sudah tidak ada." Ucap Anes, sampai pada akhirnya Anes mendengar teriakkan seseorang.


"Nona Anes." Teriak orang itu.


"Na kamu mendengar suara itu." Ucap Anes.


"Iya saya mendengar nya nona." Balas Nana.


"Nona Anes dimana nona ini saya orang suruhan tuan Abrisham." Ujar nya, Anes menitihkan air matanya mengingat bayangan wajah sang Daddy.


"Nona apakah nona disini." Teriak orang itu lagi, Anes dan Nana keluar dari bangunan tua dengan hati-hati ia takut jika itu hanya jebakan.

__ADS_1


Anes tersenyum saat melihat orang itu memang suruhan Daddy nya, namun dari kejauhan Anes melihat orang yang mengarahkan senjatanya ke orang kepercayaan sang Daddy.


"Nana tunggu." Ucap Anes.


"Ada apa nona?" Tanya Anes.


"Kamu lihat ka arah kiri bukankah itu orang suruhan Denis." Ucap Anes,Nana mengangguk membenarkan hal itu.


"Iya nona itu artinya tempat ini belum aman." Balas Nana.


"Kamu benar, kalau kita keluar sekarang itu artinya dia akan menemb*k orang suruhan Daddy dan membawa kita pergi." Ucap Anes, Nana takjub dengan ketelitian Anes saat ini.


"Lalu apa yang harus kita lakukan nona?" Tanya Nana.


"Kita cari sesuatu yang bisa melindungi diri kita." Ucap Anes, ia mencari ke berbagai sudut bangunan tua itu.


"Nona." Panggil Nana.


"Ada apa?" Tanya Anes.


"Ada panah nona." Ucap Nana, Anes menatap panah itu dengan tersenyum smirk.


"Kita gunakan ini saja." Ucap Anes, wanita itu berjalan keluar dari bangunan tua dengan mengendap-endap.


Dari kejauhan Anes membidik orang yang sedang mengincar bodyguard Daddy nya, dan dengan telaten Anes melesatkan anak panah itu tepat pada kepala anak buah Denis.


"Arrgghh." Erang nya dan langsung tak sadarkan diri, dengan cepat Anes berlari dan mengambil senjata yang di pegang lelaki itu.


"Nona bagaimana dengan dia?" Tanya Nana.


"Biarkan saja mereka hanya mengincar kita, mereka tidak akan menyakiti dia ayok kita pergi." Ucap Anes, Nana mengangguk mengikuti langkah kaki nona muda nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2