
Di negara lain saat baru saja selesai meeting dengan klien nya, Deandra tiba-tiba saja menyenggol gelas yang terletak di atas meja hingga terjatuh dan pecah.
Praangg...Joe, Jordan bahkan Deandra sendiri pun sampai terkejut baru kali ini Dean terlihat tidak hati-hati.
"Asssh." Desi Deandra dengan terkejut.
"Tuan muda Gavriel are you ok?" Tanya klien nya.
"Yes i'm ok." Jawab Deandra.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu senang bisa bekerja sama dengan anda tuan, sukses selalu." Ujar nya sambil berjabat tangan.
"Baik tuan saya juga senang bekerja sama dengan anda, terimakasih untuk semuanya." Ucap Deandra, dan setelah klien nya pergi Dean tiba-tiba saja merasakan dada nya sesak.
"Dean kamu gak apa-apa?" Tanya Joe dan Jordan.
"Tidak tahu tapi kenapa prasaan saya tiba-tiba tidak enak." Ucap Deandra.
"Minum dulu minum." Ucap Jordan.
"Anes." Gumam nya setelah selesai minum, tiba-tiba saja Deandra teringat kepada Anes.
"Hah?" Sahut Joe.
Tanpa menunggu lama Deandra menghubungi Ike dan suster yang ada di rumah, ia sangat khawatir dengan keadaan Anes saat ini.
*Panggilan telepon*
Ike: Hallo tuan muda ada yang bisa Ike bantu.
Deandra: Dimana Anes?
Ike: Nona, nona sedang pergi ke kantor tuan.
Deandra: Dia pergi bersama siapa tidak sendirian kan?
Ike: Tidak tuan nona pergi bersama dengan Nana.
Tanpa mengucapkan apa-apa Dean langsung mematikan panggilan telepon nya, Joe menatap Dean yang sibuk menghubungi Anes namun tidak bisa begitupun dengan Nana.
Hal itu semakin membuat Deandra kalang kabut mencari kabar tentang istrinya, ia ingin sekali mengumpati Nana yang tidak menjawab panggilan darinya.
Sampai pada akhirnya Deandra memutuskan untuk menghubungi Aleta, Dean berharap akan mendapatkan jawaban yang ia harapkan dari sepupu istrinya itu.
****Panggilan telepon*
Aleta***: Ha_hallo Dean (terdengar lirih).
Deandra: Hallo ta hari ini kamu ke kantor kan?
__ADS_1
Aleta: I_iya hari ini aku memang ke kantor.
Deandra: Itu artinya kamu bertemu dengan Anes, dimana Anes kenapa aku tidak bisa menghubungi Anes dan Nana.
Aleta: Hiks...hiks... (Hanya terdengar Isak tangis)
Deandra: Ta are you ok? Anes baik-baik saja kan ta.
Aleta: Hallo Dean ini saya Azka.
Deandra: Dimana Anes? (Saat merasa ada sesuatu yang tidak beres).
Azka: Dean tenangkan dulu diri kamu.
Deandra: Dimana Anes. (Berteriak sampai membuat orang-orang yang ada di dekatnya terkejut).
Azka: *Anes, Anes di culik Dean.
Damn, Deandra langsung merasakan kepalanya pusing. Namun ia belum mendapatkan informasi yang lebih jelas bagaimana bisa istrinya diculik*.
Deandra: Bagaimana bisa Anes di culik dia tidak keluar jauh dari rumah dan kantor, bukankah itu aman untuk Anes.
Azka: Tadi Anes mengantar Aleta ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Aleta dan kandungan nya, namun setelah itu ada orang yang menarik Anes dan membawanya pergi.
Deandra: A_apa kandungan nya?
Setelah Azka mematikan panggilan telepon nya Deandra langsung berlari keluar dari ruangan itu, fikirannya sudah berkecamuk memikirkan nasib Anes.
Joe dan Jordan pun tak diam saja kedua orang itu ikut mengejar Deandra, mereka khawatir sesuatu kepada Dean.
Sementara itu Anes di seret kedalam sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah minimalis namun jauh kemana-mana, Nana yang melihat nona muda nya di seret pun berlari keluar dari mobil.
"Nona." Teriak Nana, membuat orang-orang itu menoleh menatap nya.
"Nana." Lirih Anes.
"Lepaskan nona Anes." Ucap Nana, orang-orang yang tadi menculik Anes tertawa renyah mendengar perkataan Nana.
"Hai nona ternyata kau tak kalah jauh dari nona mu ini, kau juga tak kalah cantik darinya. Apakah ini yang dinamakan dengan sekali mendayung dua pulau terlampaui." Ujar nya, Nana yang kesal pun menyerang orang-orang itu sehingga terjadilah perkelahian.
Anes yang melihat Nana di serang oleh beberapa orang tidak bisa diam saja, ia mengelus perut nya dengan lembut.
"Kuat ya nak mommy mohon kamu harus kuat, jangan pernah tinggalkan mommy." Ucap Anes, setelah bergumam Anes menyerang orang-orang itu.
Sampai pada akhirnya Anes lengah dan hampir saja kena tendangan dari orang yang menculik nya, namun bersyukur karena Nana cepat berlari dan memeluk Anes hingga menyebabkan Nana yang kena tendangan keras itu.
"Aaaaa." Pekik Anes dan Nana.
"Nona jangan bahayakan diri dan kandungan anda saya mohon, cu_cukup kita tidak bisa melawan mereka dengan keadaan nona yang sedang mengandung. Lebih baik saya terluka daripada harus melihat nona terluka." Ucap Nana, Anes memeluk Nana sebenarnya Anes ingin menangis karena kehamilan nya yang membuat Anes sangat sensitif tapi Anes menahan nya untuk Nana.
__ADS_1
"Bawa mereka masuk." Ucap salah seorang itu.
"Baik bos." Ucap nya, yang Anes yakini dialah anak buah nya.
Anes dan Nana di kurung dalam ruangan yang sama, Anes memeluk perutnya terus menerus dan Nana tersenyum melihat itu.
"Dia akan baik-baik saja bukankah mereka memiliki orang tua yang kuat." Ucap Nana, Anes hanya bisa tersenyum tipis.
Di kediaman Anes dan Deandra mom Dea selaku orang tua Anes wanita yang melahirkan Anes menangis terus menerus, sejujurnya mom Dea merasa trauma dengan yang nanya penculikan apalagi saat mengetahui jika putrinya sedang hamil.
"Nyonya minum dulu nyonya." Ucap Ike, mom Dea terus meneteskan air mata yang mengalir deras.
Ia takut kejadian yang dulu menimpanya terjadi kepada Anes, apalagi saat Aleta menunjukkan foto janin Anes yang ia dapatkan tadi saat Anes di periksa oleh dokter.
"Mom." Lirih Aleta.
"Mom tidak apa-apa dan Anes juga tidak akan kenapa-kenapa, dia wanita yang kuat." Ucap mom Dea mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Nyonya Abrisham." Panggil mama Deandra.
"Nyonya Gavriel." Lirih mom Dea, keduanya saling berpelukan satu sama lain.
"Kenapa bisa terjadi? Kenapa mereka bisa menculik Anes nyonya." Ucap nyonya Gavriel, mom Dea menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Saya pun tidak tahu dan tidak mengerti, tapi Daddy Anes sudah mengerahkan seluruh bodyguard nya untuk mencari Anes." Ucap mom Dea.
"Ya papa Dean juga sudah meminta orang-orang kepercayaannya untuk mencari Anes, kita berdoa agar Anes baik-baik saja dan segera di temukan." Ucap nyonya Gavriel.
"Tante maafkan saya karena mengantar saya ke rumah sakit Anes jadi di culik." Ucap Aleta.
"Tidak nak ini bukan salah kamu, pasti ada orang yang memang sengaja melakukan ini." Ucap nyonya Gavriel, mom Dea mengangguk ia juga tidak bisa menyalahkan Aleta.
.
.
.
.
.
.
Tempat Anes dan Nana di culik
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1