Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 143


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu kini tiba saat dimana Nana dan jordan akan melangsungkan pernikahan besok hari, dan hari ini di sebuah hotel mewah terlihat beberapa keluarga Nana yang datang tak lupa adik dan ibu yang ia biayai juga datang.


Anes dan Deandra menatap haru ibu yang memeluk Nana dengan lembut dan penuh sayang, jujur saja ibu Nana tidak pernah berpikir jika putrinya akan menikah dengan seorang yang berasal dari keluarga yang kaya.


Bagi ibu Nana ada yang menyayangi putrinya dengan tulus saja itu sudah jauh lebih dari cukup, dan saat mendengar Nana yang selalu bercerita jika ia mendapatkan bos yang baik hati dan perhatian juga ibu Nana sudah merasa bersyukur.


"Na mama tak pernah minta kamu menikah dengan orang kaya nak, mama hanya berdoa agar kamu mendapatkan pasangan yang baik hati dan menyayangi kamu dengan tulus." Ucap ibu Nana.


"Ma maafkan Nana tapi semua sudah terlanjur seperti ini, mama tenang ya Jordan orang yang baik kok." Ucap Nana, bukan hanya Anes dan Deandra yang melihat itu tapi Ike dan suster juga melihat nya.


"Mama berharap seperti itu na agar mama tidak perlu khawatir dengan kamu, mama senang karena sepertinya kamu sangat bahagia tinggal disini." Ucap ibu Nana.


"Emhh aku bahagia karena di kelilingi oleh orang-orang yang baik kepada aku ma, termasuk nona dan tuan muda." Ucap Nana, ibu Nana menatap Anes yang berdiri tak jauh dan di rangkul oleh Deandra.


"Bos kamu itu selain baik dia juga cantik na, itu yang dinamakan bukan hanya cantik parasnya saja tapi juga hatinya." Ucap ibu Nana, Nana mengangguk membenarkan perkataan ibunya.


"Ike." Panggil Anes.


"Iya nona." Jawab Ike.


"Itu tolong kamu bawakan makanan dan minuman untuk keluarga Nana ya, saya dan tuan ada urusan." Ucap Anes, Ike mengangguk begitupun dengan suster.


Setelah mengatakan itu Anes dan Deandra pergi dari sana, mereka akan menemui beberapa orang yang mengurus pesta pernikahan Nana dan Jordan.


Di tempat lain Joe menatap Jordan yang berbaring di atas tempat tidur dengan memejamkan matanya, Joe berjalan dan duduk di samping Jordan.


"Kamu kenapa?" Tanya Joe.


"Aku memikirkan kamu Joe." Jawab Jordan, Joe mengernyit mendengar perkataan Jordan.


"Kenapa memikirkan saya?" Tanya Joe lagi.

__ADS_1


"Aku kasihan kepada kamu Joe, kalau aku menikah kamu sudah tidak ada teman lagi nanti karena saat ini hanya kamu yang jomblo." Ucap Jordan, Joe terbelalak mendengar perkataan Jordan.


"Shiitt, bisa-bisanya kamu mengh*na dengan alibi kasihan." Ucap Joe, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Joe.


"Kenyataan nya kan memang seperti itu Joe." Ucap Jordan.


"Saya berpikir untuk tidak mencari wanita kaya." Ucap Joe, Jordan mengernyit dan menatap sahabatnya itu.


"Kenapa?" Tanya Jordan.


"Kamu tahu cukup Deandra saja yang beruntung karena mendapatkan wanita kaya dan baik hati, jika aku mengikuti langkah Deandra aku belum tentu bisa seberuntung dia." Ucap Joe, Jordan mengangguk karena memang itu semua benar.


"Ya kamu benar Joe toh wanita sederhana juga tidak seburuk itu, mereka akan lebih mengerti sesuatu yang kita kerjakan dan akan lebih menghargai apa yang kita berikan." Ucap Jordan.


"Tapi siapa?" Ucap Joe.


"Apanya." Balas Jordan.


"Wanita sederhana yang bisa aku nikahi." Ucap Joe, sudahlah Jordan berbicara dengan Joe tidak pernah benar selalu ada saja sesuatu yang membuat emosi.


"Kalian sedang apa?" Tanya Dean yang masuk ke ruangan itu setelah menyelesaikan urusan nya.


"Sedang melepas rindu dengan Jordan karena besok dia akan menikah." Ucap Joe, Deandra tertawa kecil mendengar perkataan Joe.


"Kau tidak ingin menikah?" Tanya Dean duduk di samping Joe.


"Joe mengatakan ingin mencari wanita sederhana de." Ucap Jordan.


"Kenapa bukankah banyak rekan bisnis yang meminta kamu untuk menjadi menantunya?" Ucap Deandra.


"Tidak aku tidak mau wanita-wanita seperti itu rata-rata wanita yang manja." Ucap Joe.

__ADS_1


"Tapi tidak semua wanita seperti itu manja Joe." Ucap Deandra.


"Sudah Dean hanya kamu yang beruntung karena mendapatkan wanita kaya, mandiri dan tegas Dean." Ucap Joe, Jordan memukul tangan Joe.


"Sabar semua akan menikah pada waktunya Joe." Icao Jordan, Deandra tertawa kecil mendengar perkataan Joe dan Jordan.


Di tempat lain terlihat Anes yang ikut bergabung dengan keluarga Nana, ibu Nana begitu suka mengelus perut buncitnya Anes.


"Nona semoga kehamilan kamu baik-baik saja, saya senang karena saat itu mendengar kabar jika Nana berhasil melindungi anda dan kandungan anda." Ucap ibu Nana.


"Saya berterima kasih karena ibu mengijinkan Nana bekerja dengan saya, tapi saya tidak pernah menganggap Nana orang lain Nana sudah seperti keluarga untuk saya." Ucap Anes, ibu Nana mengangguk senang.


"Anda begitu baik kepada Nana kami nona." Ucap keluarga Nana yang lain.


"Tidak apa-apa itu sudah menjadi tugas saya." Ucap Anes, mereka terlihat banyak berbincang bahkan Ike pun ikut menemani Anes berbincang dengan keluarga Nana.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2