
Telah dua minggu Sean berada di Australia mengurus pembangunan cabang perusahaannya dan hari ini dia akan pulang ke Indonesia.
"Pagi Boss"Ujar Alex.
"hmmm".
Semenjak perginya Alysa 5 tahun yang lalu kepribadian dingin sean tambah menjadi menjadi bahkan ia hampir gila karena kehilangan Alysa.
Kini Sean dan Alex berada dalam mobil untuk pergi ke gedung jet pribadi untuk pulang ke Indonesia.
BRAHK...
Suara mobil menabrak sesuatu.
"Astaga alex kau ini bisa menyetir tidak sih" Geram Sean.
"Sorry Boss tapi anak kecil itu yang tidak lihat jalan" Ucap Alex memelas.
"Hmmm periksa anak itu" Ujar Sean.
"Okey Boss" Ujar Alex dan turun dari mobil.
"Hey Anak kecil kalau tidak bisa mengendarai sepeda dengan baik tidak usah sok sok menaikinya pake balapan segala lagi" Ujar Alex penuh penekanan.
"Aisss aku ini jatuh om bukannya di bantuin malah ngoceh gak jelas ck ck ck" Kesal anak itu sedih dramatis.
"Oh astaga bicara mu seperti orang dewasa saja bocah Hmmm baiklah sini kubantu kau berdiri" Ujar alex kesal.
__ADS_1
"Mau kau bawa kemana adik ku" sarkas seorang bocah penuh penekanan.
"Astaga Rion cepat bantu aku berdiri" Ujar Arvin sedari tadi terduduk di tanah.
"Hmmm" ujar Rion.
"Aisss kau ini kenapa bisa jatuh bodoh"Ujar Rion lagi.
"Aku tak sengaja menabrak mobil paman ini" Ujar Arvin memelas imut.
"Hmm paman aku minta maaf" Ujar Arvin.
"Hmm tak Apa" Ujar Alex tersenyum tulus.
Sedangkan Sean tak ada habis habisnya mengumpat alex yang lama sekali berada di luar dan dia segera keluar memanggil Alex.
"Alex kau masih ingin hidup" Tanya Sean penuh penekanan.
"Sorry Boss hehehe"Ujar Alex cengengesan dibalas delikan oleh Sean.
Cukup lama Sean mengamati anak di depannya dan tak terasa asing baginya
"Anak anak ini cukup mirip dengan ku"batin sean.
"Hei nak siapa namamu?" tanya Sean mendekati kedua anak itu.
"Namaku Arion Lexander Kusuma paman dan ini adikku Arvin Lexander Kusuma" Ujar Arion sopan.
__ADS_1
"Hmm nama yang indah siapa yang memberimu nama anak manis" Ujar Sean lembut berjongkok menyamai tingginya dengan kedua anak itu.
"Mama kami yang memberi kan nama" Ujar Arvin dengan antusias dibalas kekehan oleh Sean melihat keimutan keduanya.
"Jika boleh tau siapa nama ibu nak" Tanya Sean.
"Alysa" Ujar Arion tersenyum mengingat sang ibu.
"Apa?" Teriak Sean dan Alex bersamaan dengan mata membulat.
"Aissss paman jangan teriak teriak telinga ku sakit" Ujar Arvin marah seperti kucing minta pungut.
"Hahah Maafkan paman sayang bisakah paman antar kalian menemui mama kalian" Ujar Sean lembut penuh harap.
"Paman tidak menculik kami kan" Tanya Arion dengan polos nya.
"Haha tidak sudah ayo" Ujar Sean menuntun Arion dan Arvin kemobil bersama Alex.
Diperjalanan Sean gelisah sekaligus cemas jika yang dimaksud anak ini bukan Istri nya yang menghilang dan pergi meninggalkannya dan takut jika itu istrinya dan mempunyai anak dari pria lain.
"Dimana alamat rumahmu nak" Tanya Sean.
"Di jalan rose park paman" Ujar Arion.
Sedangkan Alex yang sudah mengerti jalan itu langsung menuju tempat itu karena kawasan itu adalah kawasan elit yang cukup terkenal di Australia.
Sean berperang dengan pikirannya sendiri sampai suara melengking Arvin membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
"S T O P paman ini alamat rumah kami" Ujar Arvin di balas anggukan oleh Arion.
😴