Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 154


__ADS_3

Saat itu Nana langsung memberikan video yang ia rekam ke Jordan, dan saat Jordan mengetahui itu ia merasa sangat marah Jordan memberi tahu Deandra dan itu membuat Dean tersenyum tipis.


"Sudah kuduga akhirnya selalu Anes yang dijadikan incaran." Ucap Deandra, untung saja tadi ia mengirim Joe untuk menemani Anes dan yang lain.


"Tapi bagaimana bisa Yuna mengenal Intan." Ucap Jordan.


"Kau lupa jika wanita seperti Yuna ini akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." Ucap Deandra.


"Dean aku sudah memberinya peringatan." Ucap Jordan.


"Saya tidak peduli dengan hal ini Jo karena yang dia inginkan itu kamu, dan ini masalah pribadi kamu jadi saya tidak akan ikut campur. Tapi jika dia berani menyentuh istri saya maka jangan halangi saya jika dia hanya akan tinggal nama." Ucap Deandra, Jordan mengangguk ia tahu bagaimana Deandra.


"Ya saya tidak akan menghalangi kamu dan saya akan menemuinya nanti." Ucap Jordan, Deandra mengangguk ia akan memberikan kesempatan kepada Jordan untuk menyelesaikan masalah nya.


...


Sore hari Deandra pulang lebih cepat dari biasanya, lelaki itu berjalan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar nya.


Senyum lelaki itu mengembang saat melihat wajah cantik Anes yang sedang duduk bersandar di tempat tidur, Deandra membuka jas kerja nya dan memeluk Anes.


"Kenapa hmmm." Ucap Anes mengelus kepala suaminya.


"Kangen kamu sayang." Balas Deandra dan Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.


"Hmmm belum nyampe sehari masa sudah kangen." Ucap Anes, Deandra tertawa kecil dan mengecupi wajah Anes.


"Iya soalnya mommy twins gemesin sih jadi kan Daddy nya kangen terus." Ucap Deandra, Anes tersenyum manis kepada Deandra.


Deandra menatap Anes lelaki itu tidak siap dan benar-benar tidak siap jika istrinya kenapa-kenapa, pandangan Deandra turun ke perut buncit Anes ada anaknya disana yang mungkin sedang tidur lelap di dalam perut Anes.


"Sayang apa kabar pasti baik-baik kan nak, sehat ya sayang biar mommy nya juga sehat." Ucap Deandra.


"Iya Daddy aku baik-baik saja kok Daddy semangat ya kerja nya, jaga kesehatan juga." Balas Anes menirukan suara anak kecil.


"Iyadong Daddy nya twins kan kuat nak." Ucap Deandra, Anes tersenyum manis mendengar perkataan Dean.


"Mandi dulu ya terus ganti baju." Ucap Anes.


"Iya sayang." Balas Deandra, saat Deandra pergi ke kamar mandi Anes berjalan menuruni anak tangga hal itu membuat Ike dan suster langsung berlari dan memegangi tangan Anes agar nona muda nya itu tidak terjatuh.


"Nona Ike kan sudah bilang kalau mau ke bawah panggil Ike." Ucap Ike.


"Benar nona perut nona sudah semakin besar sekarang." Ucap suster, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Ike dan suster.


"Saya tidak apa-apa beneran deh." Ucap Anes.


"Lagian nona ngapain turun kebawah jam makan malam kan masih lama." Ucap Ike.


"Saya mau membuat teh untuk Deandra ke." Ucap Anes.

__ADS_1


"Nona tinggal telpon Ike dan Ike akan langsung membawakan nya untuk nona, gak usah capek-capek ke dapur nona." Ucap Ike, Anes tersenyum manis kepada Ike.


"Makasih ya kamu selalu baik kepada saya." Ucap Anes.


"Karena nona baik jadi Ike juga baik nona." Balas Anes, kini wanita itu sedang duduk di meja dapur menatap Ike yang sedang membuat teh untuk Dean.


"Ini nona teh nya." Ucap Ike, Anes mengangguk dan memutuskan untuk kembali ke kamar nya.


"Terimakasih kalau begitu saya permisi dulu ya." Ucap Anes.


"Iya nona mau Ike antar." Ucap Ike.


"Enggak gak perlu ke." Balas Anes, Ike tertawa kecil mendengar penolakan Anes.


"Ke." Panggil suster.


"Iya mbak ada apa." Sahut Ike.


"Nona kasihan ya sekarang kemana-mana harus bawa perut." Ucap suster, Ike tercengang mendengar perkataan suster.


"Yaelah mbak yang kemana-mana bawa perut bukan nona doang Ike juga, gimana coba kalau orang gak bawa perut kepisah dong badan sama kaki nya." Ucap ike, suster tertawa kecil bukan itu maksud suster.


"Maksud saya bukan itu ke maksudnya sekarang perut nona membesar kasihan ke." Ucap suster lagi.


"Jangan kasihan mbak harusnya kita bahagia, karena perut buncit itu adalah hasil dari kerja keras nona dan tuan muda." Ucap Ike, suster terbahak sudah lah berbicara dengan Ike tidak akan ada akhirnya.


...


Satu Minggu berlalu hari ini Jordan berniat pindah ke rumah yang yang di bertempat di samping rumah Deandra dan Anes, melihat Jordan dan Nana yang sedang pindahan Ike suster dan Anes berjalan menuju gerbang utama.


"Nona sebaiknya nona naik mobil saja ini ke gerbang utama jauh nona." Ucap Ike.


"Tidak apa-apa ke anggap saja saya sedang berolahraga." Ucap Anes, Ike tersenyum dan menggandeng tangan nona nya.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di gerbang utama, Ike merasa lelah ia ingin mengumpati Deandra yang membuat rumah super besar.


Tapi Ike sadar dirinya juga tinggal di rumah itu, jika Ike memprotes bisa-bisa di tendang ia oleh tuan muda nya itu.


"Pak tolong buka kan gerbang nya ya." Ucap Anes.


"Baik nona." Balas penjaga gerbang.


Saat gerbang terbuka Anes berjalan lagi menuju gerbang utama rumah Jordan, Ike dan suster tertawa dengan keadaan rumah Anes dan rumah Jordan.


"Nona." Panggil Ike.


"Hmmm." Sahut Anes.


"Ini apa gunanya rumah tetanggaan kalau dari gerbang rumah nona, dan gerbang rumah Nana tetap lumayan jauh. Tuan membuat rumah terlalu besar dan lebar, sampai untuk ke rumah sebelah saja kita seperti ini." Ucap Ike, Anes tertawa ia baru menyadari jika gerbang rumahnya dan rumah Nana dari Unjung ke ujung.

__ADS_1


"Bagus kalau begitu kan agar kita berolahraga." Ucap Anes.


"Itu yang di samping kanan rumah tuan Joe kah nona?" Tanya Ike.


"Iya ke jadi posisinya rumah kita itu ada di tengah-tengah rumah Joe dan Jordan." Ucap Anes, Ike mengangguk.


"The real sahabat sampai menikah inimah." Ucap Ike, Anes tertawa kecil akhirnya mereka sudah sampai di rumah Jordan.


"Aneska yaampun kok jalan si sayang." Ucap mami Jordan.


"Iya sekalian olah raga mi." Jawab Anes.


"Dean mana kenapa gak sama Dean." Ucap mami.


"Dean lagi di ruang kerja nya Anes gak mau ganggu." Ucap Anes.


"Yasudah ayok masuk nak istirahat kasian kamu jalan jauh." Ucap mami, Jordan dan Joe tertawa kecil mendengar perkataan mami.


"Jauh ya nona." Ucap Joe.


"Ini tetanggaan judul doang apa gimana." Gumam Anes.


"Salahkan suami kamu yang punya rumah sangat luas nes." Ucap Jordan, ia merasa lucu melihat Anes yang terengah-engah karena berjalan kaki.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aneska



Rumah Jordan dan Nana



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2