Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 65


__ADS_3

Sore hari Anes dan Aleta akan pergi dari kantor, karena hari ini Axel tidak datang ke kantor jadi hanya Aleta dan Anes saja yang berada di kantor.


Kedua wanita itu berjalan menuju lift ada seorang karyawan yang memberi tahu keduanya jika lift nya rusak, dan sedang masa perbaikan.


"Maaf nona untuk sementara lift nya tidak bisa di gunakan." Ucap orang itu.


"Hmmm, kenapa?" Tanya Anes dan Aleta.


"Lift sedang masa perbaikan nona." Ucap nya, Anes dan Aleta saling pandang.


"Yahh, yakali kita lewat tangga darurat si nes." Ucap Aleta.


"Enggak usah ta kamu lompat dari sini ke bawah juga enggak apa-apa kok, kalau kamu mau silahkan." Ucap Anes, Aleta mendengus membuat Anes tertawa.


"Nyampe bawah udah beda cerita kan nes." Ucap Aleta.


"Beda al*m ta bukan beda cerita lagi." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


Akhirnya Anes dan Aleta pun memutuskan untuk lewat tangga darurat, Anes dan Aleta terlihat seperti anak kembar karena keduanya jalan bergandengan tangan.


Bahkan beberapa karyawan merasa tak percaya kalau Anes dan Aleta beda orang tua, kebanyakan dari mereka mengira jika Anes dan Aleta itu sama-sama anak Dea dan Justin.


"Nes cafe dulu yuk, masih jam segini Dean juga pasti belum sampai kerumah." Ucap Aleta.


"Masalah nya Dean itu jemput aku ta, ini juga katanya dia sedang di jalan." Ucap Anes, Aleta tersenyum manis kepada Anes.


"Anes kamu nyadar gak si kalau Dean itu sudah mulai peduli kepada kamu, Dean sudah mulai mencintai kamu Anes." Ucap Aleta.


"Ish, kalau cinta gak mungkin dia banting aku tadi pagi." Ucap Anes, Aleta menatap Anes dengan terkejut.


"Kamu di banting?" Tanya Aleta, Anes mengangguk dan menceritakan semuanya kepada Aleta.


Aleta tertawa lepas mendengar cerita Anes, kenapa Anes dan Deandra malah terlihat seperti adik kakak bukan seperti sepasang suami istri.


"CK, lagian kamu ada-ada saja Anes-Anes." Ucap Aleta tertawa kecil.


"Kamu tuh bahagia banget kaya nya ya ta." Ucap Anes, wanita itu memainkan ponselnya sambil menuruni anak tangga.


"Cih, bukan gitu kalian itu lucu nes. Awas nanti jatuh lagi." Ucap Aleta, saat melihat Anes memainkan ponselnya sambil berjalan.


"Enggak lah." Ucap Anes, Anes masih fokus dengan ponselnya hingga tidak tahu bahwa ada anak tangga yang basah.


"Aaaaaa... Brukkk." Anes terpeleset dan jatuh.


"Anes." Pekik Aleta, Anes terduduk di tangga.


"Awwwhhh." Lirih Anes, Aleta bingung ingin tertawa tapi kasihan melihat Anes.


"Kan sudah aku bilang hati-hati Aneska." Ucap Aleta.


"Ini lantai nya basah dan licin ta, kamu hati-hati." Ucap Anes, Aleta tersenyum bisa-bisanya Anes yang sudah terjatuh malah mengingatkan Aleta untuk hati-hati.


"Ayok bangun, kamu gak usah kasih tahu aku Anes. Kamu sendiri saja jatuh, kebiasaan banget selalu mentingin orang lain." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Aduduh bentar ta kaki aku aku sakit." Ucap Anes.


"Kamu terluka, aku telpon Dean ya kata kamu kan dia sudah ada di jalan." Ucap Aleta.


"Enggak jangan, kasian nanti dia kebut-kebutan kan bahaya." Ucap Anes, membuat Aleta berbunga-bunga mengetahui Anes dan Deandra sudah saling peduli satu sama lain.


"Nona Anes." Ucap Intan, yang juga sedang menuruni anak tangga.


"Eh kamu." Ucap Anes.


"Nona kenapa?" Tanya Intan, wanita itu terlihat sedikit khawatir.


"Enggak kok saya gak apa-apa, cuma kepeleset saja hati-hati lantai nya basah dan licin." Ucap Anes.


"Nona kenapa malah mempedulikan orang lain, sementara nona sendiri terjatuh." Ucap Intan, wanita itu mencoba untuk membantu Anes.


Intan senang karena bisa dekat dengan Anes, sementara Anes biasa saja karena memang Anes tidak mudah di dekati seperti Aleta yang mudah dekat dengan orang lain.


"Eh, gak apa-apa Intan saya bisa sendiri." Ucap Anes.


"Tidak apa-apa nona ayok saya bantu." Ucap Intan, Aleta dan Intan membantu Anes untuk bangun.


"Aaaa." Desis Anes.


"Kita ke rumah sakit ya nes kaki kamu kan sakit." Ucap Aleta.


"Enggak usah ta gak apa-apa kok." Ucap Anes.


Anes terlihat berkeringat karena menuruni anak tangga dari lantai teratas ke lantai satu, begitupun dengan Aleta yang memapah Anes.


"Intan sampai sini saja tidak apa-apa, kamu pasti lelah karena memapah saya." Ucap Anes.


"Tidak perlu sungkan nona." Ucap Intan.


"Makasih sebelumnya." Ucap Anes, Intan mengangguk dan tersenyum manis.


"Iya sama-sama nona." Ucap Intan, wanita itu di panggil oleh karyawan lain untuk membicarakan sesuatu.


"Intan ada yang ingin saya bicarakan." Ucap orang itu.


"Iya mbak, nona kalau begitu saya permisi kesana dulu." Ucap Intan.


"Hmmm, sekali lagi makasih." Ucap Anes, intan mengangguk dan tersenyum.


Aleta memapah Anes ke depan saat melihat mobil milik Dean terparkir dengan rapi tepat di depan gedung perusahaan, dari dalam mobil Deandra melihat Anes yang berjalan di papah oleh Aleta dengan tertatih-tatih.


Dengan cepat Deandra keluar dari mobil dan berlari kecil menghampiri Anes, Deandra langsung memegang tangan kiri Anes.


"Kamu kenapa?" Tanya Dean.


"Enggak kok aku gak apa-apa." Jawab Anes, Intan menatap Aleta dan Anes kini ada seorang laki-laki yang memegang tangan Anes.


"Anes terpeleset di tangga Dean." Ucap Aleta, Deandra menatap Anes.

__ADS_1


"Kamu jatuh dan kesakitan masih bisa bilang kalau kamu gak apa-apa." Ucap Deandra, Anes terdiam kenapa Aleta harus berkata jujur kepada Dean.


"Aku gak apa-apa nanti juga sembuh." Ucap Anes, Deandra menatap kaki Anes yang sedikit memar.


Lelaki itu berjongkok di hadapan Anes dan melepaskan high heels yang dipakai oleh Anes, hal itu membuat Anes meringis.


"Aaaaa, sakit-sakit pelan-pelan." Ringis Anes, Deandra bangun dan langsung menggendong tubuh Anes.


"Dean aku bisa jalan sendiri." Pekik Anes.


"Mana ada jalan sendiri tadi saja kamu di papah oleh Aleta." Ucap Deandra, Aleta memegang heels milik Anes dan memberikan nya kepada Anes.


"Makasih ya ta." Ucap Anes.


"Cepat sembuh ya nes." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan tersenyum.


"Saya pergi dulu." Ucap Deandra, Aleta mengangguk dan tersenyum.


"Hmmm, titip Anes ya." Ucap Aleta.


"Pasti." Balas Deandra, lelaki itu berjalan dan masuk kedalam mobil Dean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Dari kejauhan Intan memperhatikan Anes dan Deandra, ia tersenyum manis melihat perhatian suami Anes kepada Anes.


"Tan kamu kenapa?" Tanya karyawan Axel.


"Itu suaminya nona Anes mbak." Ucap Intan.


"Oh iya, itu suami nona Anes tampan kan." Ucap karyawan itu.


"Aku gak liat jelas wajah nya, tapi sepertinya tampan." Ucap Intan.


"Tampan Tan, kamu tahu mereka sangat cocok." Ucap orang itu.


"Iya, terlihat dari belakang saja mereka sangat serasi." Ucap Intan, wanita itu mengangguk dan tersenyum manis kepada Intan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2