Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 277


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu kini hari yang dinantikan oleh Cya dan Elang telah tiba, dimana kedua sejoli itu akan melepaskan masa lajang nya.


Anes menatap wajah cantik Cya yang sudah di make-up, mata Anes berkaca-kaca ia tak menyangka bisa menjaga Cya sampai sejauh ini.


Meskipun Anes dan Cya pernah bertengkar hebat, namun itu tidak mengurangi kasih sayang Anes kepada Cya sedikit pun.


"Cantik sekali." Ucap Anes, Cya menunduk malu namun hatinya merasa sedih karena akhirnya Anes lah yang selalu bersama dengan Cya dalam setiap keadaan.


"Mom keluarga mempelai pria sudah datang." Ucap Alexa, gadis cantik itu di temani oleh Vani dan Ara.


"Baiklah kamu temani kakak kamu dulu, mommy akan turun untuk menyambut kedatangan Elang dan keluarga nya." Ucap Anes, Alexa, Vani dan Ara pun mengangguk.


"Waaah kak kau terlihat sangat cantik sekali." Ucap Alexa.


"Xa berhenti memujiku seperti itu." Ucap Cya sedikit malu-malu.


"Yaelah kak gak usah malu aku tahu kok hati kakak saat ini sedang berbunga-bunga." Ucap Alexa menggoda Cya.


"Alexa." Lirih Cya.


"Xa sudah kasihan kak Cya malu karena kamu terus menggoda nya." Ucap Vani.


"Haha, ada apa ini kenapa kakak ku sangat kalem sekali hari ini." Ucap Alexa lagi, Cya dan Vani hanya bisa menghela nafasnya dengan kelakuan Alexa.


Sementara itu di ruangan besar dengan dekorasi pernikahan yang mewah terlihat Anes dan nyonya Mahendra sedang berhadapan, keduanya saling bertatapan dan tersenyum manis.


"Selamat datang nyonya Mahendra." Ucap Anes.


"Terimakasih nyonya Gavriel, terimakasih karena nyonya mempercayai putra kami untuk menjaga Lucya kedepannya." Ucap nyonya Mahendra.


"Hmmm, aku percaya Elang bisa menjaga Cya dengan baik nyonya." Ucap Anes.


"Ahh sungguh mengesankan." Ucap nyonya Mahendra.


"Dan terimakasih karena nyonya dan keluarga sudah menerima Cya dengan baik, saya titipkan Cya kepada nyonya. Jika nanti Cya membuat kesalahan tolong jangan marah kepadanya, nyonya katakan saja kepada saya dan saya akan menasehati nya." Ucap Anes, nyonya Mahendra mengangguk dan memeluk Anes.


"Tentu saja nyonya." Ucap nyonya Mahendra.


"Kalau begitu mari kita mulai acara akad nikah nya." Ucap pak penghulu.


"Mari pak." Ucap wali Cya.


"Bismillahirrahmanirrahim, Erlangga Mahendra saya nikahkan kamu dengan Lucya Liona Gavriel binti tuan X dengan maskawin (skip) dibayar tunai." Ucap wali Cya.


"Saya terima nikahnya Lucya Liona Gavriel binti tuan X dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Elang dengan satu tarikan nafas dan terdengar lantang, pak penghulu pun melihat para saksi.

__ADS_1


"Bagaimana para saksi sah?" Tanya pak penghulu.


"SAH." Jawab semua saksi.


"Alhamdulillah." Ucap pak penghulu dan Elang, sementara itu di sebuah kamar terlihat Cya yang menundukkan kepalanya saat kata sah terdengar begitu kerasnya.


"Kak ayok kita keluar." Ucap Alexa, Cya mendongak menatap Alexa.


"Xa ini nyata kan?" Tanya Cya, Alexa yang sejak tadi menahan air matanya tersenyum dengan air mata yang menetes di pipi mulus nya.


"CK, kak apakah aku perlu mengigit kakak hmm." Ucap Alexa.


"Tidak." Jawab Cya dengan cepat.


"Ayok kak Ara dan kak Vani bantu." Ucap Ara, Cya mengangguk dan bangun dari duduknya.


"Ra kamu di samping kiri kak Cya saja." Ucap Vani.


"Enggak kak Ara di belakang saja, kak Vani di samping kiri kak Cya." Ucap Ara, tak ingin berdebat Vani pun mengangguk.


Kini Cya di apit oleh ketiga gadis cantik Alexa yang memegang tangan kanan Cya, Vani disamping kiri Cya dan Ara yang berjalan di belakang Cya.


"Hati-hati kak." Ucap ketiga gadis cantik itu.


"Hmmm." Ucap Cya.


Cya menghampiri Elang dan duduk di samping Elang, lelaki yang kini sudah menjadi suaminya itu mengambil tangan Cya untuk bertukar cincin pernikahan. Setelah itu Cya mencium punggung tangan suaminya, sementara Elang mengecup kening Cya meskipun ada perasaan aneh di dada nya.


Kemudian merekapun menanda tangani dokumen pernikahan, Alexa menatap kakak nya yang kini sudah berstatus menjadi istri orang.


"Van kenapa ini lebih sakit dibandingkan dengan melihat Bian bersama Amel ya." Ucap Alexa, membuat Vani menatap nya.


"Xa cukup bahas Bian, kamu suka Bian tapi belum tentu Bian suka kamu." Ucap Vani.


"Bisa tolong stop berdebat tidak, ini di hati bahagia di acara pernikahan kak Cya kenapa malah mellow gini si." Ucap Ara.


Setelah menandatangani dokumen pernikahan Cya meminta restu kepada mama Deandra, wanita itu langsung memeluk mama Dean dan menangis tersedu-sedu.


Setelah itu Cya memeluk erat Anes tidak jauh berbeda dengan saat Cya memeluk mama dan papa Deandra, Anes mencoba untuk menahan air matanya agar tidak menetes.


"Kak terimakasih atas semua yang kakak lakukan untuk Cya, terimakasih kakak selalu menyayangi Cya." Lirih nya.


"Sstt, Cya gak boleh ngomong gitu kakak ikhlas kakak juga tulus menyayangi Cya. Satu yang kakak minta dari Cya berbahagialah karena kebahagiaan Cya itu kebahagiaan kami juga." Ucap Anes sambil mengelus punggung Cya, ternyata Anes tidak sekuat itu akhirnya air mata Anes mengalir deras di pipinya.


"Maaf jika selama ini ada sikap Cya yang menyakiti hati kakak." Ucap Cya, Anes tersenyum tipis dan menangkup wajah cantik Cya.

__ADS_1


"Apapun yang Cya lakukan sudah kakak maafkan, Cya harus jadi istri yang baik yang berbakti kepada suami Cya. Cya tidak bisa terus egois mulai hari ini dan selama nya ada Elang yang harus Cya perhatian, dan Cya jaga perasaan nya." Ucap Anes lagi, Cya mengangguk dan tersenyum manis.


Sementara itu Elang berhadapan dengan Deandra, Dean tersenyum tipis dan menepuk pundak Elang.


"Sayang serahkan tanggung jawab saya tentang Cya kepada kamu, tolong jaga Cya dan jangan pernah menyakiti hati nya. Karena selama ini saya dan istri saya berusaha keras untuk memanjakan nya, berusaha keras untuk memberikan kasih sayang kami untuk nya. Kami juga selalu berusaha untuk membuat Cya bahagia dan tidak merasakan kesepian, sekarang tolong gantikan kami untuk melakukan semua itu." Ucap Deandra, Elang mengangguk ternyata pemikiran tentang Cya sangat di sayangi oleh Dean dan Anes itu benar.


"Pasti, saya janji saya tidak akan menyakiti Cya." Ucap Elang.


"Jika Cya melakukan kesalahan atau kamu sudah tidak lagi ingin bersama dengan nya, katakan kepada saya jangan kepada Cya. Maka saya dan istri saya akan menjemputnya untuk pulang." Ucap Deandra, mata Dean terlihat merah dan sedikit berkaca-kaca ia seperti sedang melepaskan anak gadisnya.


"Tidak akan kak, saya tidak akan melakukan itu." Ucap Elang, Dean mengangguk dan tersenyum tipis.


"Kak Cya selamat dan maaf jika selama ini aku selalu membuat kakak kesal." Ucap Alexa.


"CK, kenapa menangis hmmm. Aku sudah memaafkan kamu dan thank you karena kamu selalu jadi pelangi dalam hidup kakak." Ucap Cya, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.


Sementara Alden lelaki itu hanya menatap orang-orang yang sedang menangis haru, sebenarnya Alden juga merasa bersedih namun tidak di tunjukkan oleh nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Erlangga Mahendra



Lucya Liona Gavriel



Gedung pernikahan


__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2