Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 113


__ADS_3

Keesokan harinya Anes menuruni anak tangga hari ini ia akan pergi ke kantor, Anes memutuskan untuk menyibukkan dirinya dengan pekerjaan agar tidak terlalu memikirkan Deandra.


"Selamat pagi nona." Ucap Ike, Nana dan suster.


"Pagi." Balas Anes.


"Silahkan duduk nona Ike sudah memasakkan sarapan kesukaan nona." Ujar nya.


"Ke bisakah kamu membuatkan saya bubur saja, saya tidak berselera dengan semua makanan ini." Ucap Anes, menatap masakan yang berada di meja makan.


"Nona ingin bubur?" Tanya Ike terkejut, biasanya Anes akan memakan apapun yang sudah di masak oleh Ike.


"Iya tolong buatkan saya bubur saja." Ucap Anes, Ike mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah kalau begitu nona tunggu sebentar Ike akan membuatkan buburnya." Ucap Ike, Anes mengangguk wanita itu mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan yang dikirim oleh Aleta.


Anes tersenyum karena Aleta mengirimkan foto tes pack dengan mengatakan semangat pejuang garis dua, Alea terus saja menyemangati Anes.


Di negara lain terlihat Deandra yang bangun dan merasa tidak nyaman dengan perut nya, semalaman Dean muntah-muntah apalagi saat Joe dan Jordan yang mengurusnya menyebabkan lelaki itu semakin ters*ksa.


"Hueeekk-hueeekk." Suara Deandra membuat Joe dan Jordan masuk kedalam kamarnya, Joe menghampiri Deandra yang masih mengeluarkan isi perutnya.


"Dean kamu kenapa sakit?" Tanya Joe.


"No, jangan dekat-dekat Joe." Ucap Deandra.


"Ada apa?" Ucap Jordan.


"Jangan mendekati saya." Pekik lelaki itu.


"Dean kau ini kenapa? Setiap pagi selalu saja muntah-muntah sepertinya ada yang salah dengan tubuhmu." Ucap Jordan.


"Aku tidak tahu kenapa perutku merasa seperti di aduk-aduk apalagi jika melihat wajah kalian berdua." Ucap Deandra, membuat kedua sahabatnya itu terbelalak.


"Yang benar saja kita tampan kenapa kau merasa mual." Ucap Jordan.


"Diam kau tampan saja masih di tolak Nana." Cibir Joe, Jordan mendecih mendengar perkataan Joe.


"Haahhh, kenapa aku merasa semakin kacau sekarang." Ucap Deandra.


"Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa mu." Ucap Joe, Deandra hanya bisa pasrah saja.


Sambil menunggu dokter datang Deandra membayangkan Anes aroma tubuh Anes yang selalu membuat nya merasa tenang dan nyaman, lelaki itu terlihat memejamkan matanya untuk mencari ketenangan.


"Tuan muda Gavriel." Panggil seorang dokter yang ternyata sudah tiba di tempat Dean menginap.


"Ya." Sahut nya.


"Bolehkah saya langsung memeriksa keadaan anda, dan anda boleh menceritakan keluhan anda." Ucap nya, Deandra mengangguk.

__ADS_1


"Jadi apa yang anda rasakan?" Tanya dokter itu.


"Saya selalu merasa mual setiap pagi dok, dan saya juga merasa mual jika melihat kedua orang itu." Ujar nya, membuat Joe dan Jordan mendengus.


"Apa ada hal lain yang anda rasakan?" Tanya dokter itu lagi.


"Tidak ada hanya itu saja, apakah saya menderita sebuah penyakit serius?" Ucap Deandra.


"Tidak ada tuan anda baik-baik saja kondisi fisik anda juga baik, tidak ada yang bermasalah dengan tubuh anda." Ucap dokter itu, Dean dan kedua sahabatnya mengernyit heran.


"Tapi kenapa dia selalu muntah dipagi hari dok?" Tanya Joe.


"Mungkin saja itu karena tuan Gavriel sering begadang dan makan tidak teratur, saya akan memberikan vitamin nafsu makan untuk anda." Ucap dokter itu, Dean hanya mengangguk saja ia tidak mengambil pusing apa yang ia rasakan.


Dan di tempat lain Anes sudah selesai menyantap bubur yang dibuat oleh Ike, wanita itu bergegas pergi ke kantor bersama dengan Nana.


"Anes." Panggil Aleta saat Anes sudah tiba di kantor.


"Ya ada apa." Ucap Anes.


"Kamu gak sibuk kan hari ini temani aku ke dokter kandungan yuk." Ucap Aleta.


"Ta ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu." Ucap Anes.


"Tidak masalah tapi setelah itu kamu temani aku ke dokter kandungan." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan tersenyum.


"Kapan ada makhluk kecil dan lucu yang tinggal di dalam sini, ahhh Anes semua itu pasti akan terjadi selagi kamu sabar untuk menanti." Ucap Anes, wanita itu mulai mengerjakan pekerjaan nya.


Saat jam makan siang Aleta kembali menemui Anes, ia melihat Anes yang sedang bersiap-siap.


"Sudah selesai?" Tanya Aleta.


"Sudah." Balas Anes.


"Oke ayok kita pergi." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan menggandeng tangan Aleta.


Kedua wanita cantik itu berjalan keluar dari kantor diikuti oleh Nana di belakangnya, Anes tersenyum saat berpapasan dengan Intan.


"Selamat siang nona." Ucap Intan.


"Siang." Balas Anes, Intan tersenyum manis kepada Anes.


"Am Intan nanti yang akan mengawasi kamu saat pemotretan itu Axel, saya dan Anes ada urusan sebentar." Ucap Aleta.


"Baik nona." Balas Intan, Anes dan Aleta memasuki mobil dan pergi menuju rumah sakit.


"Kamu tumben ke kantor sendirian gak di antar Dean?" Tanya Aleta.


"Dean sedang ada pekerjaan ke luar negeri." Ucap Anes.

__ADS_1


"Ohhh, terus kamu di rumah dengan siapa?" Tanya Aleta lagi.


"Ada Ike, Nana dan Aleta." Ucap Anes.


"Na kamu tunggu di mobil saja saya tidak akan lama." Ucap Anes, saat keduanya sudah sampai di rumah sakit.


"Baik nona." Ucap Nana, Anes dan Aleta keluar dari mobil. Dari kejauhan ada beberapa orang yang memperhatikan Anes dan Aleta, Nana mengedarkan pandangannya memperhatikan beberapa laki-laki yang menatap serius kepada nona muda nya.


"Selamat siang dokter." Sapa Aleta.


"Siang nona muda Artadinata bagaimana keadaan anda." Ucap dokter, karena ia tahu jika Aleta sudah menikah dengan Azka Artadinata.


"Keadaan saya baik-baik saja dok hanya saja akhir-akhir ini saya lebih sensitif." Ucap Aleta.


"Itu biasa di alami oleh ibu hamil nona ada macam-macam gejala pada ibu hamil." Ucap dokter itu, Anes mendengarkan arahan dokter dengan seksama sampai pada akhirnya dokter memeriksa kandungan Aleta.


"Dok." Panggil Anes tiba-tiba, entah apa yang mendorong dirinya untuk memanggil dokter itu.


"Iya nona muda Gavriel." Jawab dokter dengan ramah.


"Saya belum hamil tapi kenapa saya juga merasa lebih sensitif akhir-akhir ini." Ucap Anes, Aleta dan dokter saling memandang.


"Prasaan apa yang nona alami sampai nona merasa diri nona sensitif?" Tanya dokter itu.


"Entahlah hanya karena hal kecil saja saya sampai menangis, sebelumnya saya tidak pernah merasakan itu. Dan ya satu lagi suami saya selalu bersikap dan bertingkah aneh." Ucap Anes lagi, dokter tersenyum dan menghampiri Anes saat sudah selesai memeriksa Aleta.


"Nona Aleta kandungan anda baik-baik saja dan janin tumbuh kembang dengan baik, selalu jaga kesehatan anda." Ucap dokter itu,Anes menatap senyum sumringah dari Aleta. Hingga akhirnya Anes dan dokter saling tatap menatap.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2