Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 262


__ADS_3

Cya pun tiba di mall ia mengernyit heran kenapa kekasih nya mengajak wanita lain ke mall, namun Cya tak berhenti sampai disitu ia terus mengikuti kekasih nya sampai akhirnya kedua orang yang ia ikuti berhenti di sebuah restoran mewah di mall itu.


"Sayang aku ingin membeli banyak barang." Ucap wanita yang bersama kekasih Cya.


"Tentu saja hoey semua yang kamu inginkan akan aku berikan." Jawab kekasih Cya.


"Sungguh? Kamu tidak berbohong bukan?" Ujar si wanita.


"Ck, aku tidak pernah berbohong jika untuk kamu." Balasnya.


Dari kejauhan Cya tertegun mendengar perbincangan antara dua sejoli itu, Cya menggelengkan kepalanya untuk mengusir jauh-jauh pikiran negatif tentang kekasih nya.


"Tidak Cya apa yang kamu dengar itu salah, dia tidak akan mungkin menyakiti kamu." Gumam nya, harusnya Cya berpikir ayolah Cya apa yang dikatakan oleh anes itu tidak akan pernah salah.


Namun apalah daya seertinya Cya sudah terlanjur menaruh hati kepada lelaki itu, hanya kenyataan yang bisa menyadarkan Cya.


Sampai akhirnya sesuatu mengejutkan terjadi saat lelaki itu mengecup punggung tangan wanita lain di depan mata kepala Cya, air mata pun mengalir tanpa diminta.


"Apa yang mereka lakukan." Lrih Cya menutup mulutnya dengan tangan.


"Sayang bagai mana hubungan kamu dengan wanita itu? Jangan bilang kamu benar-benar menyukainya." Ucap si wanita.


"Cih, sayang aku tidak menyukai siapapun selain kamu. Aku bersama dengan dia hanya untuk erampas semua aset peninggalan orang tua nya." Jawab lelaki itu, mendengar jawaban itu membuat dada Cya sesak seketika.


"Lalu kenapa kamu masih belum meninggalkan nya?" Tanya si wanita.


"Honey aku belum berhasil melakukan nya, kau tau kakak nya begitu licik dan aku yakin mereka tahu apa tujuan aku yang sebenarnya." Ujar nya.


"Lalu harus sampai kapan kita seperti ini?" Rengek si wanita.


"Tidak akan lama lagi sayang." Ujar nya, Cya yang sudah tidak tahan dengan obrolan menyakitkan itu pun menghampiri dua sejoli yang berniat jahat kepada nya.


"Jadi seperti ini kelakuan kamu di belakang saya?" Ucap Cya tiba-tiba, membuan kedua orang yang sedang duduk manis di hadapannya terkejut.

__ADS_1


"Cya." Lirih X, ya sebut saja namanya X.


"Apa? Kenapa wajah kamu terlihat kaget seperti itu?" Ucap Cya.


"Tentu saja saya kaget karena saya tidak menyangka jika kamu akan tahu kebenarannya secepat ini." Ucap X.


"Kamu jahat." Ucap Cya dengan mata mrah dan air mata yang terus mengalir.


"Aku jahat karena papi dan kakak kamu lebih jahat Lucya, kakak kandung kamu telah membuat orang tua aku bangkrut dan bercerai." Ucap X.


"Apa maksud kamu." Ucap Cya.


"Sudahlah kepergian orang tua dan kakak kamu saja tidak cukup untuk saya, masih ada kamu yang harus saya hancurkan!" Tegas nya.


"Mami papi? Jangan bilang kamu yang sudah membuat mereka pergi ninggalin aku untuk selamanya." Teriak Cya.


"Haha, ternyata kamu cerdas juga dalam menebak." Jawab nya, mendengar itu tubuh Cya lemas seketika.


Bayang-bayang perdebatan nya dengan Anes membuat hati Cya sakit, ternyata benar hanya Anes yang tulus menyayanginya.


"Berani-beraninya kamu menyentuh keluargaku." Ucap Cya penuh emosi.


"Ini belum sebanding dengan apa yang aku rasakan Cya, oh bagaimana jika aku melenyapkn kak Anes kesayangan kamu itu? BUkankah dia yang paling menentang hubungan kita." Ujar nya, hal itu membuat emosi Cya semakin meledak.


"Jangan pernah menyentuh siapaun dalam keluargaku atau kamu akan kehilangan semuanya, termasuk wanita yang saat ini berdiri di samping kamu!" Ancam Cya.


"Haha, apa yang bisa di lakukan wanita manja seperti kamu." Cbir nya


Dan di sudut lain terlihat Alexa, Ara dan Vani yang berjalan memasuki restoran, perhatian Vani teralihkan oleh sebuah kerumunan.


"Itu ada apaan si rame amat." Ucap Vani menunjuk sebuah kerumunan.


"Mungkin ada penggerebekan kali." Ceplos Alexa, mendudukan tubuh nya di sebuahh kursi.

__ADS_1


"Yeyy, kalo ngomong suka bener." Canda Vani.


"Inilah contoh dua orang yang kebanyakan nonton drama." Ucp Ara.


"Kaya yang enggak saja kau." Kekeh Vani, namun saat mereka hendak memesan makanan suara teriakan membuat ketiga nya menoleh ke arah kerumunan itu.


"Kok kaya suara kak Cya." Gumam Alexa.


"Kalau di dengar-dengar itu bukan seperti lagi xa, kayaknya memang kak Cya." Ucap Vani.


"Nah iya bener tuh." Ucap Ara.


Dan tanpa menunggu lama ketiga gadis cantik itu berjalan memecah kerumunan, betapa terkejutnya Alexa melihat Cya yang berteriak sambil menangis.


"Kak Cya." Panggil Alexa, suara khas Alexa membuat Cya menoleh dan tangis Cya pun semakin pecah.


"Alexa." Lirih Cya, Alexa berjalan cepat dan memeluk Cya.


"Kakak kenapa?" Tanya Alexa.


"Wooww, lihat siapa gadis cantik ini Lucya? Sepertinya dia lebih menarik dari pada kamu." Ujar na, suara itu membuat Alexa melepaskan pelukannya dan menatap X yang sedang tersenyum.


"Apa yang anda lakukan kepada kakak saya?" Ucap Alexa.


"Tidak ada, saya hanya mengatakan apa yang seharusnya saya katakan." Ujar nya.


"Bohong! Saya tahu anda berbohong." Teriak Alexa.


"Ck, gadis manis jangan ikut campur." Cibir X.


"Dengar aku akan membuat perhitungan kepada anda dan wanita anda ini, ingat namaku Alexa Liona Gavriel." Tegas Alexa membuat pengunjung restoran terkejut. Pasalnya selama ini Deandra dan Anes tidak pernah mempublikasikan kedua anak nya.


"Woww, lagi-lagi nona Gvariel. sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk gadis nakal sepertimu." Ujar nya.

__ADS_1


"Ck, itu tidak perlu tuan lebih baik persiapkan diri anda, karena sepertinya tidak akan lama lagi anda akan kehilangan semuanya." Tegas Alexa, ia pun pergi dengan menarik tangan Cya dan mengajak nya untuk pulang.


__ADS_2