Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 258


__ADS_3

Sesampainya di rumah Alexa menatap sang mommy yang langsung duduk di sofa dengan meletakan kunci mobil dan dompet, Alexa tahu betul jika itu bukan dompet milik sang mommy.


"Mom itu dompet siapa? Jangan bilang mommy habis nyop*t ya, mom uang dari Daddy kurang sampe mommy nyop*t kaya gitu? Yaampun mom rumah doang segede stadion bola masa nyop*t, gak baik mom ga berkah." Cerocos Alexa, membuat Anes menghela nafasnya.


"Sayang siapa yang nyop*t si, gak ya mommy gak kaya gitu ngada-ngada saja kamu." Ucap Anes, Alexa menatap Cya yang berjalan di apit oleh Ike dan Nana.


"Ada drama apa lagi ini Tuhan." Ucap Alexa lesu, sementara Alden menjadi penonton setia tanpa berbicara.


"Kak kakak apa-apaan si." Ucap Cya, Anes menatap Cya dan berjalan mendekati Cya.


"Kamu yang apa-apaan Cya bermesraan di tempat umum, ruangan terbuka apa maksud kamu?" Ucap Anes, Cya terdiam mendengar perkataan Anes.


"Kak aku juga tahu batasan." Ucap Cya.


"Jika memang kamu tahu batasan kamu tidak akan seperti itu di tempat umum Cya, satu lagi semua orang tahu jika kamu putri dari keluarga Gavriel apa kata mereka nanti? Apa pandangan mereka sementara mama dan papa saja menjaga nama baik keluarganya dengan susah payah, dan sekarang kamu ingin merusak nama baik yang sudah mereka jaga dan mereka perbaiki setelah semua kesalahan yang dibuat oleh Liza apakah kini kamu yang akan menjadi penerus nya." Ucap Anes, Nana dan Ike berdiri diam menatap Anes dan Cya.


"Kak aku tidak akan seperti kak Liza." Teriak Cya.


"Sekarang kamu bilang tidak akan, tadi saja kamu di peluk-peluk seperti itu diam saja lalu bagaimana mungkin kamu bisa berkata jika kamu tidak akan seperti Liza?" Teriak Anes, Cya tersentak mendengar teriakkan Anes yang benar-benar diluar dugaan Cya.


"Kakak tidak percaya jika aku bisa menjaga diriku sendiri?" Tanya Cya.


"Bagaimana aku bisa percaya sementara kau saja mudah di bodohi?" Ucap Anes, Cya mengernyit heran mendengar perkataan Anes.


"Apa maksud kakak?" Tanya Cya.


"Terserah kamu Cya aku lelah menasehati kamu, dan kali ini kamu dengar lelaki itu bukan putra dari rekan bisnis papi kamu." Ucap Anes, Cya menggelengkan kepalanya membuat Anes duduk dan meneguk minuman milik Alexa.


"Mom itu punya Alexa." Ucap nya.


"Ambil lagi saja mommy haus." Ucap Anes, Alexa hanya mencebikan bibirnya saja lalu menatap sekilas Cya yang juga tiba-tiba duduk di sofa.


"Ini kenapa malah pada duduk gitu?" Tanya Nana.


"Capek na kalo teriak-teriak terus nanti habis suara saya." Ucap Anes.

__ADS_1


"Sakit tenggorokan Cya kak." Ucap Cya, Ike dan Nana saling menatap heran dengan sikap Anes dan Cya.


"Yasudah kalau begitu jangan bertengkar lagi, kita juga capek jantungan lama-lama dengar suara teriakan kalian." Ucap Nana.


"Benar, untung ini rumah luas jadi gak akan terdengar oleh tetangga." Ucap Ike.


"Lagian tetangga nya juga tante Ike dan tante Nana doang." Ceplos Alden, Nana dan Ike tertawa kecil menyadari perkataan Alden.


"Jadi gimana nih kak Cya gak bakal ngeyel lagi kan?" Ucap Alexa.


"Tergantung mommy kamu lah mau ngasi restu apa enggak." Ucap Cya, Anes menatap tajam Cya.


"Tak sudih aku memberikan restu untuk lelaki itu." Ucap Anes membuang wajah ke samping.


"Capek akutuh liat mommy dan kakak bertengkar terus, mana keluarga harmonis kita? Semenjak kakak kenal lelaki itu kakak jadi pembangkang, kakak juga selalu berteriak kepada mommy." Ucap Alexa, Cya diam ia menyadari perubahan dirinya sekarang.


...


Keesokan harinya Cya memutuskan untuk pergi ke rumah mama dan papa Deandra, sesampainya disana Cya melihat mama yang sedang duduk menonton televisi.


"Hai, kamu kesini bersama siapa?" Ucap mama.


"Sendiri." Jawab Cya, mama tersenyum ia tahu jika Cya dan Anes sedang bertengkar.


"Duduk sini." Ucap mama, Cya pun duduk dan memeluk mama.


"Hmmm." Balas Cya.


"Kamu bertengkar dengan kakak kamu hmmm." Ucap mama mengelus kepala Cya lembut.


"Iya ma, kakak ngeselin dia selalu marah jika Cya pergi-pergi keluar." Ucap Cya.


"Ya iyalah Anes marah kamu pergi nya ke club gimana ga marah, terus tebar kemesraan di tempat umum juga cih. Aku juga kalau jadi Anes pasti akan marah Lucya, apalagi laki-laki itu bukan laki-laki yang baik." Ucap Liza yang tiba-tiba menyambar, nah kan sejak kapan Liza di bebaskan lagi oleh Deandra?


"Loh kakak juga dulu kaya gitu kan kenapa malah ngomel-ngomel ke aku?" Ucap Cya.

__ADS_1


"Bo*oh aku dulu seperti itu dan jangan sampai kamu seperti itu Cya, harusnya kamu bersyukur Anes masih peduli kepada kamu. Dan masih membiarkan kamu tinggal di rimah nya, jika itu aku sudah dapat di pastikan kamu sudah tidak tinggal disana lagi." Ucap Liza, Cya mendengus mendengar perkataan Liza.


"Kak yang tahu laki-laki itu baik atau tidak itu aku bukan kalian." Ucap Cya.


"Dan kamu melupakan jika Anes akan mencari tahu semuanya sebelum mengatakan jika lelaki itu baik atau tidak, Cya Anes sayang sama kamu itu tulus. Selama ini mana ada keluarga yang bertanya keadaan kamu seperti apa, anggota keluarga mana yang menawarkan diri untuk menjaga kamu? Tidak ada Cya hanya Dean dan Anes saja." Ucap Liza lagi.


"Apa yang dikatakan oleh Liza ada benarnya Cya, kasih sayang Anes kepada kamu itu tidak diragukan lagi." Ucap mama.


"Nurut sama Anes Cya dan dengarkan apa yang Anes katakan, sebelum kamu seperti aku kehilangan perhatian, dan rasa percaya Anes. Kamu sudah tinggal bertahun-tahun dengan Anes, mustahil jika kamu tidak tahu bagaimana Anes. Jangan pernah dibutakan oleh cinta, lihat aku Cya kamu tahu aku pernah bodoh karena cinta sampai aku kehilangan semuanya." Ucap Liza, Cya terdiam mendengar perkataan Liza dan menunduk dalam.


"Tapi aku menyukainya kak." Lirih Cya.


"Cya percuma kamu suka sama dia kalau niat dia terhadap kamu gak baik, dan akan berakhir dengan menyakiti kamu. Tidak tahu bagaimana hubungan kamu dengan Anes nanti jika kamu masih bersi keras ingin bersamanya." Ucap Liza lagi, mama tersenyum mendengar perkataan Liza.


"Benar sayang, selama ini semuanya Anes berikan untuk kamu. Dan tidak seharusnya kamu seperti ini. Semua yang Anes lakukan untuk kebaikan kamu, mama yakin Anes tidak akan membiarkan kamu tersakiti maka dari itu Anes sangat berusah menyadarkan kamu." Ucap mama, Cya terdiam dan berpikir tentang perkataan mama dan juga perkataan Liza.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2