Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 228


__ADS_3

Malam hari di kediaman Deandra terlihat Alexa yang sedang mengerjakan tugasnya, tiba-tiba saja Alden datang dan duduk di samping Alexa lelaki itu memegang kening Alexa yang sedikit demam.


"Kamu sakit?" Tanya Alden, nah mulai perhatian kan karena memang meskipun mereka suka bertengkar Alden tetap menyayangi Alexa karena bagi Alden Alexa adalah adik satu-satunya.


"Enggak." Balas Alexa.


"Bohong kan kamu." Ucap Alden lagi.


"Enggak siapa yang bohong si." Ucap Alexa.


"Mommy tahu gak badan kamu demam?" Tanya Alden.


"Apasi Alden aku gak apa-apa." Kesal Alexa.


"Mommy badan Alexa demam nih dia gak mau bilang." Teriak Alden.


"Alden aku gak apa-apa." Ucap Alexa, ya gadis itu memang takut jika dibawa ke dokter ia malah harus meminum obat banyak itu sangat tidak enak bagi Alexa.


"Daddy putri kesayangan Daddy demam." Teriak Alden lagi, Alexa mengepalkan tangannya dan mendorong tubuh Alden sampai jatuh ke lantai.


"Alden berisik aku gak apa-apa kamu tahu aku gak apa-apa." Kesal Alexa.


"CK, bilang saja takut di bawa ke dokter kan." Ledek Alden.


"Pergi gak pergi." Ucap Alexa melempar bantal sofa kepada Alden.


"Kalau aku gak mau gimana?" Ucap Alden.


"Alden pergi." Kesal Alexa.


"Sayang kenapa kalian bertengkar hmmm, ada apa?" Ucap Deandra yang datang bersama dengan Anes.


"Alexa dem_" Ucapan Alden terhenti karena Alexa menutup mulut kakak nya.


"Alden nakal dad gangguin aku lagi belajar terus." Ucap Alexa, bola mata Alden membulat mendengar perkataan Alexa.


"Emmmmhh." Teriak Alden, mulutnya masih di bekap oleh Alexa.


"Alexa kakak kamu gak bisa nafas itu." Ucap Anes.


"Gak apa-apa biar gak banyak ngadu." Gumam Alexa, dan hanya Alden yang mendengar nya.


"Wajah kamu kenapa pucat sayang?" Tanya Deandra, Alexa kelabakan ia bingung mau menjawab apa.


"Aku gak apa-apa dad." Ucap Alexa, Anes memicingkan matanya dan menarik tubuh sang putri sampai kini Alexa berdiri di hadapannya.


"Badan kamu hangat nak." Ucap Anes.


"Kalau badan aku dingin aku udah gak bernyawa dong mom." Canda nya, Anes menggelengkan kepalanya wajahnya terlihat serius.

__ADS_1


Wanita itu memegang kening dan leher Alexa yang memang terasa panas, Alden melipat kedua tangannya di dada.


"Dibilang sakit ngeyel sok kuat emang anak Daddy yang satu ini." Ucap Alden, membuat Anes dan Deandra menatap Alexa.


"Kamu sakit kenapa kamu gak bilang mommy ataupun Daddy hmmm, kamu mau sakit kamu tambah parah iya?" Ucap Anes.


"Enggak bukan gitu mommy." Ucap Alexa.


"Nah marahin aja mom ngeyel si aku mau kasih tahu mommy dan Daddy dia malah marah." Ucap Alden mengompori.


"Alden diam." Kesal Alexa.


"Memang kenyataannya seperti itu mau gimana?" Ucap Alden, sudahlah Alexa menyerah sekarang ia pasrah saja.


"Panggil dokter dad." Ucap Anes.


"Jangan Alexa mohon jangan ya, Alexa cuma butuh istirahat dan minum obat penurun demam aja." Ucap Alexa, Deandra menatap wajah Alexa yang memohon.


"Hmmm, kamu ke kamar sama mommy ya biar mommy yang memberikan obat untuk kamu." Ucap Deandra, Alexa pun mengangguk dan pergi ke kamar nya bersama dengan Anes.


"Jangan gangguin adik kamu dulu dia lagi sakit." Ucap Deandra, Alden mengangguk dan duduk di sofa.


"Tapi bagaimana bisa Alexa sakit?" Gumam Deandra, Alden menoleh menatap Daddy nya.


"Tentu saja karena Alexa manusia dia juga bisa sakit, heran gak kenapa kalau keluarga kita sakit pasti pertanyaan bagaimana bisa, kenapa bisa selalu ada padahal sudah jelas kita manusia bukan robot." Cerocos Alden, Deandra mengangguk ia berpikir apa yang dikatakan oleh Alden ada benar nya juga.


"Kamu gak belajar?" Tanya Nana.


"Sudah tadi." Balas Alden, ya memang ia sudah belajar sebelum menonton.


"Hmmm." Balas Nana.


"Tadi Alden dan Alexa di hukum di sekolah." Ucap Ardan, Nana menoleh menatap putranya.


"Kenapa bisa di hukum?" Tanya Nana.


"Katanya si karena si kembar tidak mengerjakan tugas, tapi sebenarnya kata Alexa ia sudah mengerjakan tugas nya tapi di rusak oleh Alden karena tidak sengaja tersiram jus." Ucap Ardan.


"Lalu kenapa Alden juga ikut di hukum?" Tanya Nana.


"Tentu saja karena Alexa tidak ingin di hukum sendiri ia merebut buku tugas Alden dan merusak nya juga, Alexa melempar buku tugas Alden ke kolam di rumah nya." Ucap Ardan, Nana tertawa mendengar nya begitupun dengan Jordan yang tidak sengaja mendengar nya.


"Mungkin karena Alexa tahu akan di hukum mangkanya dia melakukan itu." Ucap Jordan, ikut duduk di samping putranya.


"Mungkin karena itu tugas yang di berikan oleh guru k*ller di sekolah." Ucap Ardan, Jordan menggelengkan kepalanya dan mengusap kepala Ardan.


"Jadi bagaimana keadaan Alexa dan Alden sekarang?" Tanya Nana.


"Tidak tahu tapi tadi saat pulang sekolah aku melihat wajah Alexa pucat." Ucap Ardan, Nana dan Jordan mengernyit memangnya di hukum apa sampai membuat Alexa pucat.

__ADS_1


"Hukuman apa yang membuat Alexa sampai pucat?" Tanya Jordan.


"Membersihkan toilet dan lapangan, tapi Alexa malah memilih untuk membersihkan lapangan." Ucap Ardan, Jordan menganga mendengar nya begitupun dengan Nana.


Siapa yang berani membuat Alexa dan Alden melakukan itu sementara di rumah saja mereka bagaikan putri dan pangeran, apakah guru itu benar-benar tidak peduli tentang berasal dari mana anak murid nya? Jika benar maka itu keren sekali.


"Kamu gak salah?" Tanya Jordan.


"Hmmm, lagi pula tidak ada yang tahu jika Alexa dan Alden anak tante Anes dan om Dean." Ucap Ardan, semakin membuat Nana tak habis pikir.


"Bagaimana bisa?" Tanya Nana.


"Ah, si kembar memang menyembunyikan identitas nya sayang." Ucap Jordan, Nana menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Sementara itu di kediaman Joe terlihat Ara yang menggangu kebersamaan mami dan papi nya, Joe dan Ike menatap bingung putrinya.


"Ara kenapa?" Ucap Joe.


"Berhenti untuk berdua-duaan terakhir kali aku membiarkan mami dan papi berduaan kalian malah memberikan adik, sekarang tidak lagi." Ucap Ara Joe dan Ike tertawa kecil mendengar nya.


"Ara kali ini tidak akan papi janji." Ucap Joe.


"Aku tidak percaya beberapa tahun yang lalu juga papi berjanji tapi kenyataannya? Aku tetap memiliki adik bukan." Ucap Ara, Joe dan Ike pun tersenyum dan mengelus pundak Ara.


"Maafkan papi dan mami itu diluar kendali kami." Ucap Joe.


"Maka dari itu sekarang aku yang akan mengendalikan kalian." Ucap Ara, Ike menganga mendengar perkataan Ara.


"Oke-oke asal kamu bahagia tidak apa-apa." Ucap Joe, Ara mengangguk dan melipat kedua tangannya di dada lalu matanya fokus pada layar televisi di depan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2