
"Tante ini tidak jahat seperti apa yang kamu pikirkan, Oma tahu ini bukan saat yang tepat untuk memberi tahu kamu semuanya tapi Oma tidak ingin kamu tumbuh seperti mami kamu za." Ucap mama Deandra, Anes menatap raut wajah Nadiza.
"Apa maksud oma?" Tanya Nadiza.
"Sebelum kamu lahir mami kamu memiliki anak laki-laki yang memang tidak pernah di rawat dan di jaga dengan baik, kamu memiliki Abang bernama Kenzie Oma mengatakan ini karena ingin mengakhiri semuanya Oma tidak ingin ada masalah lagi dalam keluarga kita apalagi yang jadi sasaran amarah kamu adalah Anes Oma tidak bisa terima itu." Ucap mama Dean, Anes menunduk ia tak percaya ternyata mama yang melakukan semua ini.
"Abang? Tapi mami tidak pernah mengatakan itu." Ucap Nadiza.
"Nadiza." Panggil Anes, Diza menoleh menatap Anes.
"Hmmm." Sahutnya.
"Aku tidak peduli bagaimana pemikiran kamu tentang aku dan suamiku, atau mungkin tentang anak-anak ku yang tidak pernah bertemu dengan kamu dan mami kamu. Tapi yang harus kamu tahu hanya satu jika mami kamu tidak menyukai aku, semua yang menjadi sumber kebahagiaan aku akan mami kamu singkirkan termasuk Kenzie. Kenzie meninggal karena keegoisan mami kamu, dan saat itu aku berpikir untuk tidak mengenalkan anak-anak ku aku tidak ingin kehilangan mereka sama seperti aku kehilangan Kenzie." Ucap Anes, kini mata Anes terlihat berkaca-kaca karena membicarakan tentang Kenzie.
"Benar Kenzie selalu ceria jika menyangkut Anes za, dia selalu mengatakan Anes adalah mami baru untuk nya. Kenzie juga sering berebut Anes dengan Deandra." Ucap mama, Nadiza menunduk dan air matanya menetes.
"Kenzie tidak seperti kamu yang mendapatkan banyak kasi sayang dari mami kamu, maka dari itu aku selalu berusaha memberikan kebahagiaan untuk Kenzie sampai akhirnya aku harus kehilangan dia untuk selamanya. Aku selalu membayangkan jika Kenzie bisa menjadi Abang yang baik untuk anak-anak ku, bisa bermain dan tertawa dengan anak-anak ku tapi nyatanya? Saat itu anakku belum lahir Kenzie sudah pergi lebih dulu." Ucap Anes, sudahlah Anes tidak tahan lagi dengan semua ini bahkan Nadiza dan mama juga sampai menangis tersedu-sedu.
...
Satu bulan berlalu hari ini Anes menatap kedua anaknya, kedua anaknya terlihat tampan dan cantik.
"Lihatlah nyonya Anes putrimu sudah sangat cantik." Ucap Alexa.
"Tentu saja siapa dulu mami nya." Ucap Anes bangga.
"Ya mommy adalah mami nya, jadi mau kemana kita sekarang?" Ucap Alexa.
"Kita akan berlibur." Ucap Deandra yang tiba-tiba muncul.
"Really? Kemana kita akan pergi?" Tanya Alexa.
"Tentu saja semua itu tergantung keinginan tuan putri." Ucap Dean berdiri di samping putrinya.
"Bisakah berhenti memanjakan Alexa? Semakin dimanjakan semakin tidak beres anaknya." Ceplos Alden.
"Memang kenapa si sirik Mulu prasaan." Ucap Alexa.
"Gak ya mana ada aku sirik sama kamu." Ucap Alden.
"Yasudah kalau begitu diam saja jangan banyak bicara." Ucap Alexa.
"Hai prince and princess nya Oma." Ucap mama, Alexa menatap sang oma dan opa yang berjalan masuk kedalam rumah nya.
__ADS_1
"Oma." Teriak twins A dan berlari memeluk Oma nya.
"Aduh sayang-sayang nya Oma." Ucap mama, mengecupi wajah Alexa dan Alden.
"No Oma jangan cium Alden." Ucap Alden, mama menghentikan kegiatan nya dan menatap Alden.
"Kenapa hmmm? Kenapa Oma gak boleh cium Alden?" Tanya mama.
"Oma ayolah Alden sudah besar jadi tidak usah cium-cium." Ujar nya, mama dan papa pun tertawa mendengar perkataan Alden.
"Tidak bagi Oma kalian tetap cucu kecil nya Oma dan opa." Ucap mama, Alden pun mendengus mendengar perkataan Oma nya.
"Jadi bagaimana tuan putri kemana kita akan pergi?" Tanya Deandra.
"Kemanapun Daddy mengajakku maka aku akan ikut yang penting ada Oma dan opa bersamaku." Ucap Alexa, mama dan papa tersenyum senang mendengar perkataan Alexa.
Alexa dan Alden tidak menyadari kehadiran Nadiza, sementara Anes wanita itu berjalan mendekati Nadiza.
"Hai apa kabar." Ucap Anes, Nadiza mengangguk dan tersenyum tipis.
"Kabar baik, Tante apa kabar?" Ujar nya.
"Seperti yang kamu lihat Tante baik-baik saja." Ucap Anes, Nadiza mengangguk dan menatap Alexa juga Alden.
"Tapi bukankah daddy_" Lirih Alexa.
"Kakak sepupu girls ayok salaman." Ucap Deandra, sebenarnya Dean tidak ingin Nadiza bertemu dengan anak-anak nya tapi Anes yang selalu meyakinkan jika tidak akan ada masalah jika twins A bertemu dengan Nadiza.
"Hai namaku Alexa." Ucap Alexa mengulurkan tangannya.
"Namaku Nadiza." Balas Nadiza menyambut uluran tangan Alexa.
"Alden." Ucap Alden, ya anak laki-laki Deandra dan Anes itu memang selalu dingin jika kepada orang baru.
"Nadiza." Balas Nadiza, Anes tersenyum melihat nya.
"Opa ayolah kemana kita akan pergi?" Ucap Alexa, bergelayut manja di lengan tuan Gavriel.
"Manja sekali cucu Oma yang satu ini." Ucap mama.
"Aku juga heran kenapa Alexa selalu manja dan tidak ada yang bisa melarang nya." Ucap Alden.
"Tutup mulutmu jangan banyak bicara lagi kau tahu." Ucap Alexa, Alden mengangguk ia tak ingin berdebat dengan adiknya yang menjadi kesayangan semua orang.
__ADS_1
Sementara Anes dan Deandra tertawa kecil begitupun dengan mama dan papa, mereka merasa gemas dengan kelakuan Alden dan Alexa.
Di kediaman Joe terlihat Ike yang sudah bersiap, ya mereka memang akan berlibur bersama dengan keluarga Deandra.
"Ara tolong bantu adik kamu." Ucap Ike.
"Tidak bisa mi Ara sibuk." Ucap Ara memasukan makanan ke mulutnya.
"Sibuk apa dari tadi kamu hanya makan saja Ara." Ucap Ike.
"Karena Ara sedang makan jadi sibuk mi." Ujar nya, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Ara.
"Sudah-sudah biar papi yang membantu adik." Ucap Joe, Ara mengangguk tanpa dosa Joe tertawa putri sulungnya itu benar-benar mirip dengan dirinya.
"Mi." Panggil Ara.
"Apa lagi Arandita." Ucap Ike.
"Santai mi santai mukanya jangan manyun gitu cantik nya hilang nanti." Ucap Ara, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Ara.
"Sabar sayang apa yang dikatakan oleh anak kamu memang benar." Ucap Joe, oh my bolehkah Ike memukul anak dan suaminya? Tentu tidak boleh jika memukul Joe nanti Ike jadi istri durhaka, dan jika memukul Ara? Oh tidak Ara itu putrinya.
"Iya aku sabar ko tenang stok sabar aku masih banyak." Ucap Ike, Joe tertawa kecil.
"Ini cemilan Ara jangan sampai tertinggal." Ujar nya, yaampun Ike kira apa yang tidak boleh tertinggal ternyata hanya sekedar camilan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1