
Tidak lama kemudian Deandra turun ke ruang makan, ia menatap Liza yang sudah duduk di sana. Ike menatap Dean yang tidak mempedulikan kehadiran Liza.
"Selamat pagi Ken, pagi Ike, sus, Nana." Ucap Dean, Liza tersenyum karena Dean tidak menyapa Anes.
"Pagi tuan." Balas Ike, suster dan Nana.
"Pagi om." Balas Kenzie.
"Pagi sayang." Ucap Deandra, lelaki itu mengecup kening Anes dengan lembut.
"Hmmm." Balas Anes, Liza tercengang melihat Dean yang mengecup kening Anes di hadapannya.
Jadi apa yang dikatakan oleh Ike itu benar, Liza ketinggalan banyak hal karena terlalu sibuk bersenang-senang dengan teman-teman nya.
"Tante ke kantor tidak?" Tanya Kenzie.
"Tidak sayang kenapa." Ucap Anes.
"Tunggu Ken pulang sekolah ya, Ken ingin bermain dengan Tante." Ucap Kenzie.
"Oke, Ken yang semangat sekolah nya ya agar menjadi anak yang pintar." Ucap Anes, Kenzie mengangguk dan tersenyum.
Setelah selesai sarapan Anes mengantar Deandra ke depan, Deandra menatap Anes yang berdiri di hadapannya.
"Baik-baik di rumah ya, kalau Liza macam-macam lawan saja." Ucap lelaki itu.
"Iya kamu tenang saja, aku tidak akan kenapa-kenapa kok." Balas Anes, Deandra mengusap kepala Anes dengan lembut.
"Aku pergi dulu." Ujar nya, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Tante Ken juga sekolah dulu ya sama suster." Ujar Kenzie, Anes berjongkok dan menangkup wajah tampan Kenzie.
"Iya sayang hati-hati ya boy." Ucap Anes, Kenzie mengangguk.
Setelah Deandra dan Kenzie pergi Anes kembali ke dalam rumah, saat sedang berjalan tangan Anes di cengkram erat oleh Liza.
Wanita itu mengajak Anes ke taman belakang, Anes mengikuti Liza tanpa bersuara karena ia tidak ingin Nana tahu jika Liza berbuat kasar.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada Deandra?" Tanya nya, Anes mengernyit heran menatap Liza.
"Kenapa? Bukankah apapun yang aku lakukan kepada Dean itu wajar, dia suamiku dan aku istrinya." Ucap Anes, Liza tersenyum mengejek.
"Istri karena perjodohan." Ejek nya, Anes tersenyum tipis.
"Mau itu karena perjodohan atau bukan, jika karena perjodohan saja dia jatuh cinta kepadaku bagaimana jika bukan karena perjodohan. Akan secinta apa dia kepadaku." Ucap Anes, wanita itu malah memanas-manasi Liza.
"Jangan sombong kamu ya, katakan apa yang kamu lakukan kepada Deandra." Tanya nya, Anes tersenyum tipis menatap Liza dengan datar.
__ADS_1
"Tentu saja aku melakukan tugasnya dan kewajiban aku sebagai seorang istri, aku memberikan apa yang dia inginkan kenapa?" Ucap Anes, Liza geram mendengar perkataan Anes.
"Dasar wanita tidak punya ha*ga diri." Ucap Liza, wanita itu berniat menampar Anes namun dengan cepat Anes mencengkeram tangan Liza.
"Atas dasar apa kau mengatakan jika aku tidak memiliki harga diri? Aku melakukan itu dengan suamiku, aku memberikan semua yang sudah aku jaga selama ini kepada suamiku. Aku masih waras karena tidak melakukan itu dengan laki-laki yang bukan suamiku!" Tegas Anes, Liza terdiam apa maksud Anes apakah dia sudah tahu tentang Kenzie.
"Apa maksudmu?" Tanya Liza.
"Liza aku rasa tidak perlu menjelaskan nya lagi, karena jika aku menjelaskan semuanya aku takut kamu malu." Ucap Anes, Liza menatap Anes dengan kesal.
"Cih, semua ini terjadi karena kau masuk kedalam keluarga ini." Sengit Liza, Anes tersenyum sinis.
"Benarkah? Apakah kehadiran Kenzie juga karena kesalahan aku masuk kedalam keluarga ini? Bukankah usia Kenzie dengan usia pernikahan aku dan Dean itu sangat jauh." Ucap Anes, Liza menelan saliva nya wanita itu bingung darimana Anes mengetahui semuanya.
Flashback on...
*Semalam saat baru pulang dari kantor Anes menanyakan sesuatu kepada Deandra, tentu saja tentang Dean yang tidak menyukai Liza.
Dan tanpa ragu Deandra menceritakan semuanya kepada Anes, Dean mengatakan dulu Liza pernah dekat dengan teman nya. Namun saat itu Liza berselingkuh dengan laki-laki yang tak lain adalah orang yang menghamili Liza, teman Dean itu tidak terima karena Liza hamil oleh orang lain.
Dan laki-laki yang menghamili Liza itu bertengkar dengan teman Deandra, hingga menyebabkan teman nya itu meninggal.
"Lalu bagaimana Kenzie, apakah lelaki itu tahu jika Kenzie adalah putranya?" Tanya Anes.
"Tidak, saat itu usia kandungan Liza masih muda dan dia menikah dengan laki-laki yang bukan ayah nya Kenzie." Ucap Deandra.
"Hah? Kenapa seperti itu?" Tanya Anes heran.
"Terus sekarang kemana suami Liza?" Tanya Anes*.
"*Pergi sayang, suaminya pergi pada saat Kenzie lahir." Ucap Dean, Anes tidak habis pikir dengan itu.
Ia merasa kasihan kepada Kenzie ia juga merasa marah kepada Liza, wajar jika Deandra tidak menyukai Liza ternyata Liza orang yang seperti itu*.
Flashback off...
Di perusahaan nya Deandra duduk di kursi kebesarannya, Joe dan Jordan masuk kedalam ruang kerja Deandra.
"Kamu jadi menemui Intan bersama Anes?" Tanya Jordan.
"Jadi." Jawab Deandra.
"Ini yang dulu pengen bikin Anes pergi gak si." Ledek Joe.
"Iya yang katanya gak akan cinta kan." Ucap Jordan.
"Sekarang buncin akut." Cibir Joe.
__ADS_1
"Kan sudah tidak aneh lagi apapun makanannya, ya minuman nya ludah sendiri." Cibir Jordan, Deandra melempar pulpen kepada dua sahabatnya.
"Terus saja terus, sampai gaji kalian tidak turun bulan ini." Ucap Deandra, keduanya langsung bungkam.
"Gak asik mainan nya duit." Ucap Jordan.
"Banyak duit mah bebas, mau ngirim kamu ke planet lain juga bisa." Ucap Deandra.
"Jangan galak-galak apa Dean, heran galak mulu ini orang." Ucap Jordan.
"Jangan lupa jika yang bisa membuat Deandra lembut itu hanya Anes." Ucap Joe, Jordan tertawa dan mengangguk.
"Oiya semalam saya melihat Liza di bar." Ucap Jordan, Deandra hanya mengangkat sebelah alisnya.
"Lalu apa hubungannya dengan saya?" Tanya Deandra.
"Eh si kam*ret, Liza itu saudara kamu Deandra." Ucap Jordan.
"Liza itu sudah bukan saudara bagi Deandra Jo." Ucap Joe, Jordan mengangguk paham dengan posisi Dean saat ini.
"Dean apa gak sebaiknya kamu pindah rumah saja, kamu kan bisa membawa Ike, Kenzie, dan suster." Ucap Jordan.
"Niat saya juga seperti itu Jo, rumah yang saya beli sedang di renovasi. Setelah selesai saya dan Anes akan segera pindah." Ucap Dean.
"Nah bagus itu, lagian Tante dan om juga jarang ada di rumah." Ucap Jordan.
"Bener banget." Balas Joe.
"Tapi ngomong-ngomong saya masih bisa bertemu Anes kan ya." Ucap Jordan.
"Gak." Balas Deandra.
"Yaampun Dean ketemu doang, pelit bener jadi orang." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil mendengar perdebatan Deandra dan Jordan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊