
Keesokan harinya Anes sudah terlihat rapi, Anes keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan. Ike menatap Anes yang menuruni anak tangga, dan tersenyum saat Anes sudah berada di ruang makan.
"Selamat pagi nona." Sapa Ike, Anes mengangguk dan tersenyum.
"Pagi Ike, sus, dan Kenzie." Ucap Anes, wanita itu tidak mengucapkan selamat pagi kepada Liza.
Anes itu tipe orang yang baik kepada orang yang bersikap baik juga kepada nya, tapi akan bersikap datar kepada orang yang bersikap datar juga kepadanya.
"Dean mana ya?" Tanya Liza, Anes menatap Liza yang mencari keberadaan suaminya.
"Oh tuan muda sudah pergi sejak tadi pagi nona." Jawab Ike.
"Pergi kemana?" Tanya Liza lagi, sementara Anes hanya fokus dengan makanan nya.
Satu suap, dua suap, tiga suap Anes bangun dari duduknya dan mengambil tas juga ponsel nya. Ike dan suster menatap Anes yang terlihat akan pergi.
"Nona mau kemana?" Tanya Ike.
"Saya harus pergi ke kantor ke." Jawab Anes.
"Tapi kata tuan jangan biarkan nona pergi kemanapun." Ucap Ike lagi.
"Gak apa-apa saya sudah sembuh kok, saya pergi dulu ya. Ken Tante pergi dulu Kenzie baik-baik sama suster ya." Ucap
"Iya tante hati-hati ya." Ucap Kenzie.
"Oke sayang." Ucap Anes, Liza menatap Anes yang pergi dari hadapan nya.
Sementara itu Anes melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia akan pergi ke kantor karena hari ini sekretaris Anes mengatakan Intan ingin bertemu dengan Anes dan juga Axel, karena Aleta sedang tidak ada.
Sesampainya di kantor Anes berjalan masuk kedalam perusaahan, beberapa karyawan menunduk hormat kepada Anes.
"Selamat pagi nona." Sapa nya.
"Pagi, bagaimana apakah model itu sudah datang?" Ucap Anes.
"Belum nona, dia akan tiba ke kantor pukul 1 siang." Ujar nya, Anes mengernyit heran kenapa siang sekali.
"Jam satu siang?" Tanya Anes.
"Iya nona." Jawab nya.
"Yasudah kalau begitu kamu boleh pergi, saya mau ke ruangan Axel dulu." Ucap Anes, wanita itu mengangguk dan pergi.
__ADS_1
"Selamat pagi nona." Sapa karyawan lagi.
"Hmmm, pagi." Balas Anes, Anes melanjutkan untuk bertemu dengan Axel.
Sementara itu di tempat lain terlihat Intan sedang menunggu seseorang, Intan tersenyum manis saat melihat Joe datang menemui nya.
"Joe." Lirih Intan, wanita itu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Deandra.
"Maaf saya membuat anda menunggu nona." Ucap Joe.
"Joe dimana Andra?" Tanya nya, ya Andra adalah panggilan Intan kepada Deandra.
"Maaf nona tuan tidak bisa datang kesini, apa ada pesan yang ingin nona sampaikan kepada tuan?" Ucap Joe, Intan menatap Joe dengan intens.
"Kenapa Andra tidak bisa datang, tidak biasanya dia seperti ini." Ucap Intan.
"Tuan sedang sibuk nona, jadi tuan meminta saya untuk menemui nona." Ucap Joe.
"Joe apakah selama saya tidak ada Andra dekat dengan wanita lain? Atau apakah Andra sudah memiliki kekasih?" Tanya nya, Joe menatap Intan dengan datar.
"Nona sebaiknya nona menanyakan hal itu langsung kepada tuan muda, saya tidak memiliki hak apapun untuk menjelaskan kehidupan pribadi tuan muda." Ucap Joe, intan mengangguk dan tersenyum manis.
"Baiklah tolong katakan kepada Andra jika aku sangat merindukan nya, jika dia tidak keberatan aku ingin bertemu dengan nya nanti setelah aku menyelesaikan urusan pekerjaan ku." Ucap Intan.
"Ummmm, tidak perlu Joe saya bisa naik taksi." Ucap Intan.
"Tidak apa-apa nona biar saya yang mengantar Anda." Ucap Joe, alhasil intan pun mengangguk dan menuruti permintaan Joe.
Dalam perjalanan begitu hening, Joe bertanya tentang alamat tempat kerja Intan. Dan Intan memberi tahu Joe dengan detail, Joe tertegun bukankah itu kantor milik Aleta dan Axel. Tunggu bukankah Anes juga bekerja disana, Joe mulai bingung.
Setibanya disana Joe terkejut jika perusahaan yang di datangi oleh Intan adalah perusahaan milik keluarga Anes, g*la ini benar-benar g*la. Jika mau membandingkan Intan yang berasal dari keluarga kaya saja, malah bekerja di perusahaan milik Anes dan antek-anteknya.
"Ini kantor anda nona?" Tanya Joe.
"Iya ini tempat kerja saya, kalau begitu saya turun dulu." Ucap Intan, saat Intan baru saja turun dari mobil seorang karyawan wanita menghampiri Intan.
"Intan kamu sudah di tunggu oleh nona Anes dan tuan muda Axel." Ucap karyawan itu, Joe tercengang ada apa ini kenapa jadi seperti ini.
"Bagaimana dengan nona Aleta?" Tanya Intan, Joe sengaja menguping.
"Nona Aleta sedang ada urusan penting di luar, karena yang meminta kamu menggantikan Adelle saat itu nona Aleta dan tuan Axel. Maka hari ini nona Anes ingin tahu tentang kamu, apakah kamu profesional dalam bekerja atau tidak." Ucap nya, Intan mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Intan, wanita itu berjalan masuk kedalam kantor.
__ADS_1
Intan berjalan menuju ruan meeting disana sudah ada Anes dan Axel, Anes menatap Intan dengan intens sementara Intan terlihat sedikit gugup.
"Intan Wardana, benar itu nama kamu." Ucap Anes, Intan yang sudah duduk di kursi mengangguk dan tersenyum manis.
"Benar nona." Jawab Intan, Anes tersenyum begitupun dengan Axel.
"Intan dari pengawasan Axel dan Aleta kamu mengerjakan pekerjaan kamu dengan baik, dan yang saya dengar juga kamu ingin bekerja di sini saja." Ucap Anes, Intan mengangguk ia ingin seperti Adelle yang menjadi model di perusahaan ini.
"Benar nona, saya ingin seperti Adelle lagi pula saya memiliki seseorang yang tidak bisa saya tinggalkan lagi." Ucap Intan jujur.
"Apa kamu sudah menikah?" Tanya Anes.
"Tidak nona, saya belum menikah." Jawab nya, Anes dan Axel mengangguk ia tahu mungkin Intan juga tidak ingin berjauhan dengan keluarga nya.
"Baik, tapi jika sesuatu yang mendesak terjadi dan mengharuskan kamu untuk pergi apa kamu siap?" Tanya Axel, Intan mengangguk dan tersenyum menatap Anes juga Axel.
"Iya tuan saya siap." Jawab nya, Anes dan Axel mengangguk mereka merasa puas dengan kerja keras Intan selama di luar negeri.
Setelah itu Anes berjalan menuju ruang kerja nya, namun Intan memanggil Anes. Ini kali pertama Intan bertemu dengan Anes.
"Nona." Panggil Intan, melihat penampilan Anes membuat Intan merasa jika Anes adalah termasuk dalam wanita idaman yang pernah di ceritakan oleh Deandra dulu.
"Ya ada apa?" Tanya Anes.
"Terimakasih banyak karena nona mengijinkan saya untuk bekerja disini dengan model-model yang lain, saya senang karena bisa mengenal nona." Ucap Intan.
"Tidak perlu sungkan, jika kamu disini bukankah itu memberikan kesempatan kepada yang lain agar bisa seperti kamu dan Adelle." Ucap Anes, Intan mengangguk senang. Ia tak percaya jika Anes sangat baik dan juga sangat cantik.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊