Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 213


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu kamar Deandra Joe langsung mengetuk pintu kamar dengan keras, ia juga tak lupa memanggil nama Deandra agar lelaki itu keluar dari kamar nya.


"Deandra." Panggil Joe.


"Dean bangun Dean." Teriak nya lagi, dan Deandra yang tengah tidur dengan memeluk Anes mengerjapkan matanya berkali-kali lalu tersenyum manis kala menatap wajah cantik dan tenang Anes saat tertidur.


Dean mengalihkan perhatian nya kepada orang yang mengetuk pintu kamar nya dengan keras, lelaki itu bangun dari tempat tidur nya dan memakai kimono lalu berjalan membuka pintu.


"Yaampun." Ucap Joe frustasi melihat penampilan Deandra, kenapa ia selalu si*l jika menyangkut tentang kedua sahabat nya.


Duku Jordan yang menjawab telepon saat sedang melakukan itu, sekarang Deandra yang keluar dari kamar yang Joe yakin Dean baru selesai melakukan itu.


"Kenapa kau ada disini?" Tanya Deandra dingin.


"Kau masih bertanya kenapa aku ada disini, ya tuhan Deandra apa kau lupa hari ini kita ada rapat pemegang saham." Ucap Joe, Deandra masih memasang wajah santai nya.


"Lalu?" Tanya nya lagi.


"Kau malah bertanya, kau tau mereka sudah menunggu kamu dari jam 10 dan lihat jam berapa sekarang." Ucap Joe frustasi, ia jadi ingin pulang ke rumah dan menerjang Ike.


"Tunggu disini dan janga berisik karena istriku sedang tidur." Ucap Deandra, Joe mendengus mendengar perkataan Dean.


Dean pun kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri dan bersiap-siap, sebelum pergi Dean memakaikan pakaian dulu kepada Anes agar wanita itu tidur dengan nyenyak.


Tak lupa Dean merapikan pakaiannya dan Anes yang berserakan di lantai, setelah itu Deandra mengecup kening Anes dan pergi ke kantor.


Dalam perjalanan Joe menatap Dean di kaca depan, Dean terlihat menatap keluar jendela ia sangat menyayangi Anes dan tidak ingin Anes marah ataupun kecewa kepadanya.


"Kau bilang tidak mau menambah anak tapi kau terus melakukan nya." Ucap Joe, Deandra tersenyum tipis mendengar perkataan Joe.


"Aku memiliki cara khusus agar istriku tidak hamil lagi Joe, selain aku tidak tahan harus berpuasa aku juga memikirkan keselamatan Anes." Ucap Dean, wajah nya berubah menjadi murung mengingat istrinya.


"Dean kau tidak percaya jika nona Anes wanita yang kuat?" Ucap Joe.


"Aku percaya dan sangat percaya Joe, tapi apakah kau tahu melihat Anes kesakitan dan saat itu dokter menyarankan agar Anes melahirkan secara Caesar tapi dia menolak keras sampai akhirnya dengan terpaksa Anes melahirkan normal. Bagiku melihat Anes melahirkan Alden dan Alexa itu sangat mengerikan, dan aku melihat bagaimana dia nangis kesakitan." Ucap Deandra, Joe mengangguk ya memang Joe hanya melihat Ike mengeluarkan satu kepala bayi yaitu Ara itu tidak terlalu menyeramkan. Mungkin itu juga menjadi kesakitan dan ketakutan tersendiri bagi Deandra saat harusnya saat mengeluarkan salah satu anaknya Anes sudah bisa beristirahat tapi ini tidak, karena Anes masih harus memperjuangkan satu anak nya lagi.


Sementara itu di kediaman Deandra Anes terbangun karena mendengar suara seseorang di rumah nya, Anes menatap kesamping ternyata suaminya sudah tidak ada disana.


"Emmmh." Lenguh Anes, ia bangun dari tempat tidur dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Setelah selesai Anes berjalan keluar dari kamar setelah selesai merapikan tempat tidurnya, Anes menuruni anak tangga dan melihat Nana juga Ike disana.


"Ike Nana yaampun maaf karena aku tidak tahu kalian ada disini." Ucap Anes.


"Tidak masalah nona tapi apakah nona baru bangun?" Tanya Ike.


"Hmmm, aku sedikit tidak enak badan." Jawab Anes, Ike dan Nana pun mengangguk paham.


"Baiklah tidak apa-apa nona, oiya saya kesini ingin mengajak nona keluar." Ucap Ike.


"Jangan bilang untuk ke cafe lagi, tapi jika memang iya kita pergi sekarang." Ucap Anes, tanpa banyak bicara Anes kembali lagi ke kamar nya untuk mengambil tas.


Nana dan Ike sampai tercengang mendengar perkataan Anes, mereka saling menatap satu sama lain.


"Apakah nona boleh keluar? Bukankah katanya nona sedang tidak enak badan, bagaimana jika tuan tahu dan marah." Ucap Nana.


"Benar aku baru ingat kalau tuan begitu posesif kepada nona, bahkan sebelum tuan menerima kehadiran nona tuan sudah sangat menjaga ketat nona apalagi sekarang." Ucap Ike.


"Ayok kita pergi." Ajak Anes.


"Nona sepertinya tidak jadi lagian nona kan sedang sakit." Ucap Ike.


"Nona apakah kita akan pergi ke cafe yang kemarin." Ucap Nana.


"Tentu saja." Balas Anes, ia pun memarkirkan mobilnya di depan cafe langganan mereka akhir-akhir ini.


Tapi tunggu ada sesuatu yang menarik perhatian mereka, Anes menatap lekat mobil mewah yang terparkir di sebrang jalan.


"Kenapa mobil itu terasa tidak asing." Gumam Anes.


"Tentu saja tidak asing bukankah itu mobil Joe." Ucap Nana, Ike menoleh ikut menatap mobil itu.


"Loh beneran itu mobil Joe." Ucap Ike.


"Kenapa Joe ada di cafe ala-ala k*r*a itu." Ucap Anes, padahal cafe yang ia kunjungi juga sama.


"H_hah." Ucap Ike.


"Setahu aku itu cafe baru setelah cafe ini." Ucap Nana, Anes terdiam ia mengingat kejadian bangun tidur Dean sudah tidak ada di kamar nya itu artinya Dean sudah pergi cukup lama ke kantor.

__ADS_1


Dan sekarang sudah jam 2 siang dan artinya semua urusan pekerjaan Deandra sudah selesai, maksud Anes meeting Dean sudah selesai karena meeting tidak mungkin selama itu kan.


"Kenapa perasaan saya tidak enak." Gumam Ike, Anes menepuk pundak Ike.


"Biarkan saja untuk sekarang kalau kita menemui mereka bukankah mereka juga akan tahu kita suka menongkrong disini, jadi biarkan mereka menghilangkan rasa stres nya disana." Ucap Anes, Nana dan Ike mengangguk membenarkan mereka tidak ingin para suami tahu jika mereka juga suka menongkrong di cafe.


Sementara di tempat lain Joe dan Jordan mengeluh karena Ike dan Nana menolak untuk memiliki anak lagi, kedua wanita itu masih trauma saat melahirkan anak-anak nya.


"Bagaimana caranya agar Ike mau memberikan Ara adik." Ucap Joe.


"Apa Ara ingin kau beri adik? Joe Ara masih kecil usianya saja baru 4 tahu kau waras." Ucap Deandra.


"Lalu apa bedanya dengan Alden kau bahkan memberikan Alden adik yang jarak nya hanya 10 menit dengan Alexa, sementara Ara dan adiknya nanti mungkin akan berjarak 5 tahun." Ucap Joe, Jordan tertawa mendengar perkataan Joe.


"Bo*oh itu bukan memberikan adik, tapi memang mereka sudah bersama sejak menjadi kecebong." Ucap Deandra, semakin membuat Jordan tertawa.


"Sudah Joe kamu tidak sendirian karena Nana juga belum siap untuk melahirkan lagi." Ucap Jordan.


"Enak sekali hidup kalian tidak di hantui rasa bersalah." Ucap Deandra.


"Kenapa apakah kamu merasa bersalah?" Tanya Jordan.


"Hmmm, karena aku yang terlalu perkasa Anes sampai harus melahirkan dua bayi sekaligus dan aku tahu itu sangat menyakitkan." Ucap Deandra, Jordan dan Joe tertawa mendengar nya.


"Dean sepertinya para kecebong yang kamu keluarkan berlomba-lomba untuk menjadi anak kamu dan Anes, karena mereka tahu jika kamu dan Anes kaya raya." Ucap Jordan, Joe tertawa renyah mendengar nya.


Mereka benar-benar g*la jika sudah membahas tentang anak, Deandra bahkan harus menahan tawa nya hanya untuk menjaga image nya yang seorang CEO.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2