Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 77


__ADS_3

Tengah malam Dean terbangun dari tidurnya, lelaki itu menatap Anes yang terlelap dalam dekapan nya. Deandra tersenyum manis dan mengecup kening Anes, Dean mengingat jika Anes yang merasa bersalah kepada Intan.


Lelaki itu bangun dari tidurnya dan melepaskan pelukan nya dari Anes dengan hati-hati, saat Deandra berhasil melepaskan pelukan nya Anes menggeliat kecil.


"Stttt." Desis Deandra, seperti sedang menidurkan seorang bayi.


Setelah dirasa Anes sudah kembali terlelap lelaki itu berjalan menuju balkon kamar nya, Dean mengambil ponsel untuk menghubungi Joe.


Di rumah nya Joe sudah terlelap dan saat ponselnya berdering Joe terlihat menggerutu, ia merasa tidurnya terganggu.


"Sh*it, siapa yang menelpon jam segini." Umpat nya.


"Manusia jadi-jadian kali ya." Gumam Joe, lelaki itu menyembunyikan ponselnya di bawah bantal.


Namun tetap saja ponselnya terus berdering menandakan panggilan masuk, Joe membuka matanya dengan kesal dan menyumpah serapahi orang yang menelpon nya.


Dengan terpaksa Joe pun menjawab panggilan telepon tanpa melihat nama si penelpon, ia mengangkat dengan kesal.


*Panggilan telepon*


Joe: Bisa tidak jangan menelpon orang tengah malam, mengganggu tidur orang saja.


Dean: Hallo Joe, ini saya Deandra.


Seketika Joe langsung merubah ekspresi wajah nya, bisa-bisanya Joe tidak melihat nama si penelepon terlebih dahulu.


Joe: I_iya de ada apa?


Dean: Tolong kamu beritahu Intan untuk menemui saya besok jam 7 malam di restoran X, dan tidak jadi bertemu sore. (Berbicara dengan menatap Anes yang terlelap.


Joe: Kenapa?


Deandra: Bisa jangan banyak bertanya, lakukan saja apa yang saya perintahkan.


Joe: Oke-oke Dean, saya akan menghubungi Intan sekarang.


Setelah mendengar perkataan terakhir dari Joe, Deandra langsung mematikan panggilan telepon nya.


Sementara Joe lelaki itu mencoba untuk menghubungi Intan, sebenarnya Joe malas menghubungi Intan karena wanita itu selalu banyak bertanya.


***Panggilan telepon


Joe**: Hallo selamat malam nona*.


Intan: Iya selamat malam Joe, ada apa? Tumben sekali kamu menghubungi saya malam-malam seperti ini.


Joe: Maaf karena saya mengganggu waktu anda nona, saya mau menyampaikan pesan dari tuan muda.


Intan: Iya tidak apa-apa Joe, katakan apa yang ini kamu sampaikan.


Joe: Tuan meminta nona untuk menemui tuan besok pukul 07 malam di restoran X, apa nona bisa?


Intan: Tunggu Joe, bukankah Dean meminta untuk bertemu dengan saya jam 3 sore?


Joe: Benar sebelumnya tuan memang ingin bertemu jam 3 sore, tapi sepertinya tuan berubah pikiran nona. Apa bisa nona menemui tuan dengan tuan muda dengan waktu yang sudah di tentukan?


Intan: Baiklah, aku akan menemui Dean besok.

__ADS_1


Joe: Baik kalau begitu saya tutup telpon nya, selamat malam nona.


Joe mematikan panggilan telepon nya dan kembali melanjutkan tidur yang sempat tertunda, tanpa menunggu lama Joe sudah kembali terlelap.


Deandra berdiri di balkon dengan menatap langit malam, ia tersenyum saat dirinya mengingat pertemuan pertama dengan Anes.


Setelah itu Deandra memutuskan untuk kembali ke kamar, ia menutup pintu balkon dan berjalan menuju tempat tidur.


Deandra merebahkan tubuhnya di samping Anes dan memeluk tubuh istrinya, Anes yang merasa ada seseorang memeluk nya pun terbangun dan membuka matanya.


"Emmh, kamu darimana?" Tanya nya.


"Habis menghubungi Joe." Jawab Deandra jujur.


"Malam-malam seperti ini?" Tanya Anes lagi.


"Hmmm." Balas Dean, lelaki itu mengecupi setiap inci wajah Anes.


"Dean." Lirih Anes.


"Tidur lagi saja, aku disini menemani kamu." Ucap nya, Anes mengangguk dan memejamkan matanya.


Saat Anes memejamkan matanya ia mendengar suara mesin mobil, Anes kembali membuka matanya.


"Suara mobil siapa?" Tanya Anes.


"Mungkin Liza." Balas Dean, Anes mengangguk dan kembali memejamkan matanya.


"Ini jam 01:00 malam, kenapa Liza pulang selarut ini." Ucap Anes lagi, dengan mata yang terpejam.


Dean tersenyum lalu mengingat dulu saat Liza pulang larut malam, Deandra tersenyum sinis ternyata wanita itu benar-benar tidak berubah.


...


Keesokan paginya Anes bangun lebih awal ia menatap Deandra yang terlelap, Anes tersenyum lalu melepaskan pelukan tangan Dean.


Anes berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, selain itu Anes juga sudah menyiapkan air untuk suaminya mandi.


Anes berjalan menuju ruang ganti dan tak lupa juga ia menyiapkan pakaian untuk suaminya, setelah itu Anes duduk di meja rias ia terkejut saat lagi-lagi Dean memeluk nya.


"Eh, kok sudah bangun." Ucap Anes.


"Kamu mau kemana, hmmm." Ucap Dean.


"Aku ke mau ke kantor." Balas Anes.


"Kamu tidak perlu ke kantor hari ini." Ucap Deandra, Anes menenggak kan kepalanya menatap Dean.


"Kenapa?" Tanya Anes.


"Kamu di rumah saja, kita akan bertemu dengan Intan malam." Ucap Dean.


"Jadi maksudnya kamu melarang aku ke kantor agar tidak bertemu dengan Intan?" Tanya Anes.


"Bukan seperti itu, aku takut kamu bosan karena selalu melihat wajah Intan." Ucap Deandra, Anes mendengus kecil.


"Ngarang, yasudah kamu mandi dulu aku mau turun ke bawah." Ucap Anes, Dean mengangguk dan mengecup pipi Anes.

__ADS_1


Sebelum keluar dari kamar Anes lebih dulu merapikan tempat tidurnya, setelah itu barulah Anes keluar dari kamar bertepatan dengan Liza yang juga keluar dari kamar nya.


Anes berjalan lebih dulu ia malas berdebat dengan Liza pagi-pagi seperti ini, saat sudah tiba di ruang makan Anes melihat Kenzie yang duduk bersama suster nya.


"Selamat pagi Tante." Ucap Kenzie.


"Pagi anak ganteng, makan yang banyak ya." Ucap Anes.


"Nona." Ucap Ike.


"Iya ada apa Ike." Sahut Anes.


"Roman-roman nya nona sedang bahagia." Ucap Ike.


"Setiap hari juga saya bahagia ke." Balas Anes.


"Ini berbeda dari biasanya, aaaa jangan-jangan." Ucap Ike.


"Jangan bilang Deandra junior on the way nona." Ucap suster.


"Cih, bagaimana mau on the way tidur saja pakai pembatas. Dean itu anti tidur berdekatan dengan orang asing." Ceplos Liza, membuat Ike, Nana dan suster menatap Liza dengan sinis.


"Ihhh, apa si nona Liza jelas-jelas tuan muda itu sekarang sudah mulai bucin kepada nona Anes." Ucap Ike.


"Mimpimu kejauhan ke." Cibir Liza.


"Mangkanya nona punya rumah tuh pulang, jangan tidur diluar mulu. Ketinggalan berita ter up to date kan jadinya." Ucap Ike.


"Sudah Ike." Ucap Anes.


"Yaampun maafkan Ike yang terpancing emosi." Ujar nya.


"Sabar mangkanya sabar." Ucap suster.


"Sudahlah yang tahu kemesraan tuan dan nona muda itu hanya kita, kita yang selalu dirumah." Ucap Ike bangga.


"Iya gak usah di bagi-bagi takut ada yang makan hati." Ucap suster, Liza hanya menatap mereka dengan datar ia tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh suster dan Ike.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2