Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 157


__ADS_3

Malam hari Deandra dan Anes turun untuk makan malam, disana sudah ada Ike dan suster yang menunggu. Karena malam ini Dean ada pertemuan dengan klien lelaki itu meminta Ike dan suster untuk menemani Anes di rumah nya.


"Selamat malam nona dan tuan." Ucap Ike dan suster.


"Malam Ike." Balas Anes, Deandra duduk di kursinya dan makan malam bersama dengan Anes.


Setelah selesai makan malam Deandra menoleh kepada Ike dan suster untuk menitipkan Anes.


"Ke malam ini saya ada pertemuan penting dengan klien kamu tolong temani nona di rumah." Ucap Deandra.


"Baik tuan." Balas Ike, saat Dean sedang di ruang makan Joe tiba di kediaman Deandra untuk menjemput bos sekaligus sahabatnya itu.


"Selamat malam." Ucap Joe, semua orang yang ada di ruang makan pun menoleh.


"Malam Joe." Balas Anes.


"Kita bisa pergi sekarang?" Tanya Joe, Deandra mengangguk dan merekapun pergi dari rumah.


Anes berjalan ke ruang keluarga untuk menonton drama yang ia sukai, Ike duduk di samping Anes dan memberikan susu untuk nona nya.


"Nona diminum dulu susu nya." Ucap Ike, Anes mengangguk dan meneguk susu itu sampai habis tak tersisa.


Sementara itu di kediaman Jordan terlihat Nana yang sedang duduk di ruang tengah, Nana menonton drama kesukaan nya sama seperti Anes.


Mami Jordan yang saat itu kebetulan sedang menginap menghampiri Nana, ia tahu mungkin menantunya itu sedang kesepian karena biasanya akan ada Ike dan suster yang selalu menemani Nana.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya mami.


"Enggak kok mi aku gak apa-apa." Jawab Nana, mami tersenyum bahagia mendengar jawaban menantunya.


"Na mami sudah berbicara dengan Jordan." Ucap mami.


"Bicara apa mi?" Tanya Nana.


"Tentu saja tentang kamu, jika kamu masih ingin bekerja dengan Anes selama kamu belum hamil tidak apa-apa mami dan Jordan tidak akan melarang kamu yang penting itu membuat kamu bahagia." Ucap mami.


"Mami beneran?" Tanya Nana.


"Tentu saja sayang memangnya kapan mami pernah berbohong kepada kamu hmmm." Ucap mami mencubit gemas pipi Nana.


"Makasih ya mi karena mami selalu mengerti Nana." Ujar nya.


"Tentu saja mami akan melakukan apapun yang membuat kamu bahagia." Balas mami, Nana memeluk mami dengan lembut.


"Nana tidak menyangka jika mami akan sepeduli ini kepada Nana." Balas Nana, mami tersenyum dan mengusap punggung Nana.


(Apa yang bisa mami lakukan untuk kamu sayang, kamu sudah benar-benar membuat Jordan menjadi lebih baik bukankah itu berarti kamu membawa pengaruh baik kepadanya. Mami akan melindungi kamu na.) Batin mami Jordan.

__ADS_1


...


Satu Minggu berlalu hari ini Deandra ada urusan keluar kota selama beberapa hari, sementara Anes ia masih sibuk dengan urusan kantor nya.


"Sayang kamu beneran gak mau ikut sama aku?" Tanya Dean.


"Enggak aku gak apa-apa kok." Balas Anes.


"Aku gak tenang ninggalin kamu dengan perut besar seperti ini." Ucap Deandra, lelaki itu menatap perut Anes yang semakin membesar.


"Gak apa-apa sayang beneran aku pasti baik-baik saja, lagi pula ada Ike dan suster yang menemani." Ucap Anes, Dean menatap Ike dan suster yang berdiri tidak jauh dari dirinya.


"Yasudah kalau memang kamu tidak mau ikut tidak apa-apa." Ucap Deandra, lelaki itu mengecupi setiap inci wajah cantik Anes.


"Hmmm, kamu hati-hati oke kabari aku jika sudah sampai." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan mengusap kepala Anes dengan lembut.


"Yasudah ke saya titip nona." Ucap Deandra, Ike mengangguk dan tersenyum kepada tuan nya.


"Siap tuan." Ucap Ike, Anes mengantar Deandra ke depan pintu utama ia melihat Joe yang sudah berdiri di samping mobil.


"Joe saya titip Dean ya." Ucap Anes.


"Iya nona." Balas Joe, Dean dan Joe pun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah.


Anes menatap Ike dan suster yang berdiri di belakangnya, kedua wanita itu tersenyum manis kepada nona nya.


"Nona tidak pergi ke kantor?" Tanya Ike, Anes menatap jam yang melingkar di tangan nya.


"Sepertinya tidak ini sudah terlalu siang saya akan pergi ke rumah mama saja." Ucap Anes.


"Baik tunggu sebentar ya nona." Ucap Ike, Anes mengangguk kepada Ike.


Dari kejauhan terlihat Nana yang berlari dari gerbang ke pintu utama, wanita itu berdiri dengan terengah-engah di hadapan Anes.


"Kamu kenapa na?" Tanya Anes.


"Nona saya kan belum berhenti bekerja, itu artinya saya masih harus menemani nona kemanapun nona pergi." Ucap Nana, Anes tercengang bukankah Nana sudah memiliki kehidupan yang baru.


"Tapi na bagaimana dengan Jordan saya tidak mau Jordan berfikir jika saya yang memaksa kamu untuk bekerja." Ucap Anes.


"Nona mami dan Jordan mengatakan tidak masalah jika saya masih bekerja selagi saya belum hamil." Ucap Nana, Anes terdiam sampai Ike kembali membawakan tas milik Anes.


"Nona ini tas nya." Ucap Ike.


"Eh iya makasih ke." Ucap Anes.


"Nana pasti mau main disini ya." Ucap Ike.

__ADS_1


"Nana mau menemani saya pergi ke." Balas Anes.


"Loh memang Nana belum berhenti bekerja nona?" Tanya Ike, Anes menatap Nana begitupun dengan Ike.


"Saya bosan jika harus berdiam diri di rumah saja, lagi pula Jordan sedang tidak ada di rumah." Ucap Nana.


"Memangnya tuan Jordan ikut dengan tuan muda ke luar kota?" Tanya Ike, Nana menggelengkan kepalanya.


"Tidak Jordan kan di kantor." Ucap Nana.


"Lalu kenapa kamu mengatakan jika tuan Jordan tidak ada di rumah?" Tanya Ike, Nana menghela nafasnya menatap Ike.


"Tentu saja tidak ada Jordan kan ke kantor Ike." Ucap Nana, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Nana.


"Yasudah kalau begitu na ayok saya ingin bertemu dengan mama dan Kenzie." Ucap Anes.


"Baik nona silahkan." Ucap Nana, Anes mengangguk Ike menatap Anes dan Nana yang pergi.


"Ke Nana kenapa masih ingin bekerja?" Tanya suster.


"Mbak jangan bikin Ike semosi mbak." Ucap Ike, suster tertawa dan kedua manusia itu kembali masuk kedalam rumah.


Ike dan suster berjalan menuju rumah belakang karena pekerjaan mereka sudah selesai, dengan keadaan seperti ini Ike berharap anak Anes segera lahir agar rumah utama tidak terasa sepi.


Setidaknya jika Anes dan Dean sedang tidak ada di rumah, akan ada tuan muda junior yang akan membuat suasana menjadi ramai.


"Ke saya mau ganti pakaian dulu ya." Ucap suster.


"Iya mbak saya juga mau ganti pakaian." Balas Ike, karena pakaian mereka sudah dipakai untuk memasak jadi mereka memutuskan untuk berganti saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2