
"Aku pengen cepat masuk aja."
Padahal, aku ingin menghindari tatapan tajam Dea dan senyum dari kak Hendri.
"Yaelah Vin. Eh Vin, kamu bisa main voli gak?" tanya Naya.
"Yah dibilang bisa, gak juga. Dibilang gak, ya bisa dikit, apalagi cuma megang bola nya bisa banget," jawabku.
"Anak kecil juga bisa kali Vin megang doang," balas Nina.
"Tapi beneran kamu bisa Vin? kalau ada kemauan sih ikut aja, kita juga main kok, gak ada salahnya latihan dulu," ucap Naya.
"Aku dulu pengen banget main, tapi karena aku dikatain lembek, aku berhenti gak latihan lagi."
"Kalau gitu, kamu harus latihan besok bareng kita, seru tau yang ngajarin kak Hendri juga loh," ucap Naya menyenggol lengan ku.
"Iya Vin, nanti kan di ajarin kak Hendri" timpal Nina.
"Kalian kenapa ngomongin kak Hendri terus sih," ucap ku bingung.
Sedari tadi yang di sebut Hendri terus.
"Kalian cocok tau," ucap Naya.
Aku mengernyit, "Lah cocok dari mananya nay?"
"Yang cowok ganteng, yang cewek cantik," ucap Nina.
"Ih aku jadi malu, karena gak sesuai realita nya," ucap ku.
"Vina cantik kok, kita juga jangan insecure, kita semua cantik," ucap Naya memeluk aku dan Nina.
Alhamdulillah baru masuk sekolah, sudah ada yang mau berteman sama aku.
Setelah jam ke 2 selesai, kita ke parkiran mau pulang.
Naya dan Nina pakai motor juga mereka mau pulang bareng sama aku.
"Vina..." ada seseorang memanggil ku
Aku dan teman-temanku menoleh, ternyata yang memanggil ku itu kak Hendri.
"Kenapa kak?" tanya ku bingung.
"Bareng ya pulang nya, rumah kamu dimana?" tanya nya.
Aku langsung menatap Naya dan Nina.
"Di jl.gajahmada kak," jawabku yang dapat kedipan dari Nina dan Naya.
"Nah kita searah berarti Vin, tunggu ya aku ambil motor," ucapnya pergi mengambil motor sport nya.
"Fix, kak Hendri suka sama kamu vin."
"Iya, aku juga mikirnya gitu," ucap Nina menyetujui perkataan Naya.
Tak lama kak Hendri mendekat dengan motor nya, lalu kita melajukan motor kita masing-masing.
Naya dan Nina sudah sampai di rumah nya, sekarang hanya tinggal aku dan kak Hendri.
Ia membunyikan klakson nya agar aku melambat dan kita bersebelahan.
__ADS_1
"Vin, aku antar sampai rumah ya?"
"Memangnya, rumah kakak dimana?" tanya ku.
"Gak jauh dari sini, belok kanan dari lampu merah rumah aku."
"Yaudah gak usah kak, rumah Vina kan lurus melewati lampu merah."
"Gak apa vin, aku juga mau tau rumah kamu."
Aku mengangguk, karena mengobrol sambil berkendara berbahaya.
Aku sudah sampai di depan rumahku.
"Ini kak rumah Vina, mampir yuk" ucap ku
"Vin kamu udah pulang?" Mama yang baru keluar, melihat ku pulang.
Aku turun dari motor menyalami mama.
"Ini siapa? teman kamu vin?" tanya mama melihat kak Hendri.
"Siang tante, namaku Hendri kakak kelas Vina di sekolah." Kak Hendri turun dari motor, membuka helmnya lalu menyalami mama.
"Ganteng nya nak Hendri," ucap mama.
Hendri tersenyum, "Hm makasih tante."
"Mampir dulu! masuk nak Hendri," ucap mama.
"Udah siang, lain kali aja tante."
"Hm yaudah hati-hati ya pulangnya," ucap mama lagi.
"Aku pulang ya Vin," ucapnya padaku.
"Iya kak," jawab ku.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Aku dan mama menatap kepergian kak Hendri, yang melaju dengan motor sport nya.
"Vin, kamu pacaran sama Hendri?" tanya mama tiba-tiba.
Aku melirik mama, "Lah mama, kan Vina sekolah buat belajar ma."
"Dia ganteng dan sopan, tapi jangan pacaran dulu ya kamu," ucap mama.
"Iya ma tenang," jawabku.
Lalu kita masuk ke dalam rumah.
Ila saat ini sudah kelas 4 SD, usianya 8 tahun.
...******...
"Gimana sekolah baru kamu vin?" tanya papa saat sedang makan malam.
"Bagus pa, Vina suka, tadi Vina langsung kenal sama 2 temen baik lagi," jawabku.
__ADS_1
"Dan 1 cowok ganteng Vin," ucap mama.
Uhuk uhuk..
Aku tersedak, mengingat memang aku mengenal kak Hendri juga.
Papa langsung menyodorkan air minum padaku.
"Pelan-pelan makannya," ucap papa.
"Tadi cowok ganteng itu, ngantar Vina sampai rumah pa," ucap mama lagi.
"Ma minta ayam." Ila minta ayam goreng, mama langsung mengambilkan nya.
"Kamu punya cowok Vin?" tanya papa.
"Bukan pa dia itu OSIS di sekolah, jadi tadi rumahnya searah, makanya dia nganter."
"Belajar yang rajin dulu, jangan mikirin pacar-pacaran."
"Iya." Aku mengangguk, memang aku sekolah pengen belajar pikirku.
Setelah selesai makan malam, aku membantu mama membereskan piring kotor membawanya ke dapur, lalu setelah nya ke kamar untuk belajar.
Aku melihat ponsel ku dulu, ada nomor masuk tidak dikenal.
Aku mengernyit kan dahi, berpikir itu nomor siapa, "Nomor siapa nih?"
Lalu membuka pesan nya.
Hai Vin ini aku Hendri, aku minta nomor kamu ke Naya dan Vina.
Aku membalasnya.
Iya kak
typing....
balasnya
kamu lagi apa vin?
"Ngapain sih kak Hendri chat segala," ucap ku.
Vina mau belajar kak, barusan habis makan.
oh maaf ya ganggu, selamat belajar vin.
Aku tidak membalasnya dan mulai belajar, tak terasa sudah larut aku menghentikan aktivitas belajar ku, karena sudah sangat mengantuk.
Happy reading guys
see you🤗
Chingguya annyeong
.
.
.
__ADS_1
B**ersambung 💃💃💃