
Saat pagi, sang mentari mulai menyapa, sang surya mulai memantulkan cahaya nya.
Dimana udara segar mulai masuk, dan bau mulut mulai tercium menusuk.
Hehe
Saatnya kita mandi membersihkan diri, untuk memulai pagi hari kita dengan hari yang baru. menebarkan senyuman, namun jangan lupa sarapan. Karena kalau hanya tersenyum tanpa sarapan, badan lemas tak bertenaga.
Start your day with bismillah.
Setelah mandi, aku bersiap ke meja rias, memakai seragam sekolah. Lalu memasukkan buku-buku, alat tulis yang akan digunakan.
"Ayo sarapan dulu Vin," ucap mama.
Aku duduk di dekat ila, "Iya ma."
"Papa mau tau teman-teman kamu di sekolah Vin, papa boleh nganterin kamu?" tanya papa
"Boleh pa, terbuka untuk anda tuan."
Mereka tertawa melihat ku, seperti budak pada tuannya.
Sarapan telah selesai.
"Vina berangkat dulu ya," ucap ku.
"Eh tunggu, papa hari ini yang antar ke sekolah, sekalian adik kamu," ucap papa.
Karena tempat kerjanya, lewat dari sekolah aku dan adikku.
"Hufhhh beneran pa? yaudah deh," ucap ku mengalah. Padahal aku tidak mau diantar papa.
Sebelum berangkat, berpamitan pada mama, mencium punggung tangan nya, karena setiap langkah kita hanya Ridha nya lah yang menyelamatkan kita.
"Pa, pulang nya di jemput gak?" ucapku di perjalanan.
"Nanti kalau papa datang berarti jemput, kalau gak, berarti gak bisa jemput."
"Yaudah, Vina bareng temen Vina aja pa." Karena bisa jalan sama Naya sama Nina jadinya.
"Yang ganteng maksudnya?" ucap papa menggoda ku..
"Ih bukan pa, tapi 2 teman cewek, masa iya ganteng, ada ada aja deh." Aku tertawa di belakang nya.
"Cewek macho Vin," disertai gelak tawa papa.
Kita tertawa di atas motor. Tak terasa motor sudah melaju dengan baik, karena saat ini telah di depan gerbang sekolah.
"Banyak juga yang sekolah disini," ucap papa melihat banyak siswa.
"Banyak lah pa, kalau cuma satu ya kek Vina ini yang di bonceng papa."
"Ada ada aja kamu vin, papa langsung berangkat kerja dulu ya," ucap papa.
"Hati-hati ya pa."
"Assalamu'alaikum," ucapnya sebelum berangkat.
Aku menyalami dan mencium tangannya.
__ADS_1
Aku melihat papa, terus menjauh dengan sepeda motor nya. Aku berjalan ke gerbang untuk masuk.
"Vina." seseorang yang baru datang.
Aku menoleh kearah nya, lagi-lagi hufhhh.
"Kak Hendri," jawab ku.
"Diantar siapa?" tanya nya padaku seperti menyelidik.
"Pacar kak," ucapku santai.
Lalu berbalik lagi ke arah gerbang.
"Jadi, kamu udah punya pacar Vin?" tanyanya mengejar ku dengan motor nya pelan.
Aku menghentikan langkahku, dengan tetap tidak menoleh ke arah kak Hendri.
"Kenapa kak?" tanya ku.
"Sia-sia dong gue," lirihnya namun aku tetap mendengar nya.
"Apanya sia-sia kak?" tanya ku.
"Gak apa aku duluan ya," ucapnya melewati ku.
Aku sebenarnya juga ke parkiran, untuk menemui Naya dan Nina.
"Vin, kamu baru nyampe?" tanya Naya.
"Iya, aku diantar papa tadi emangnya kenapa?" ucapku.
"Kenapa tuh kak Hendri, senyum-senyum gak jelas?" ucap Naya melihat Hendri tersenyum.
"Gak tau," aku mengedikkan bahuku.
"Kamu baru lihat kak Hendri tersenyum kan nay, penyebab nya ada di teman kita," ucap Nina melirik ku
"Apaan dah, ke kelas yuk."
Kita berjalan ke kelas, yang sudah ada Dea dan temannya. Mereka menatap datar padaku, aku tidak menghiraukan tatapan mereka, terus duduk dan tak lama guru masuk.
"Pagi anak-anak," ucapnya khas guru.
"Pagi pak."
"Pagi pak."
"Bapak hanya ingin menyampaikan, minggu depan kita akan berkunjung ke SMA bawari. Jadi bagi siswa atau siswi yang akan mengikuti voli, silahkan berlatih dari sekarang. Tidak perlu mengikuti jam pelajaran ini, karena teman kalian yang akan meminjamkan buku, itu pesan dari kepala sekolah," ucap pak Rudi.
"Siapa saja disini, tim voli putri yang akan ikut bertanding?" tanya pak Rudi.
"Kita bertiga pak," ucap Naya menunjuk Vina dan Nina.
"Kalau begitu, kalian boleh keluar, latihan dari sekarang. Karena guru olahraga sudah menunggu, untuk mengajari kalian," ucapnya.
"Kita juga mau ikut pak," ucap Dea.
Kita bertiga keluar di ikuti Dea dan temannya dari belakang, kita berganti baju olahraga, sebelum latihan.
__ADS_1
Sampai di tempat latihan voli, aku mendapati kak Hendri disana.
"Naya, Nina, aku kan gak bisa main," ucap ku berbisik.
"Kan latihan dulu Vin, bukan langsung tanding," ucap Naya.
Bener sih, kita latihan dahulu.
"Semangat Vin, ada kak Hendri," ucap Nina.
Mataku beralih ke kak Hendri yang tersenyum padaku.
"Oke semuanya, kita pemanasan terlebih dahulu," ucap pelatih.
Pemanasan otot-otot tangan dan kaki, dan seluruh tubuh sebelum berolahraga.
"Kamu jangan caper deh Vin sama kak Hendri," ucap Dea.
"Siapa yang caper sih de?"
Memulai latihan fisik, keliling lapangan 7putaran dan angkat barbel 1kg.
Setelah latihan langsung kita ke lapangan.
Aku sedikit tau tentang permainan ini. Saat beberapa menit bermain, aku capek dan duduk sebentar.
"Ini vin," ucap Hendri menyodorkan air mineral padaku.
"Makasih kak," ucapku mengambil botol mineral dan meminum nya.
Hendri duduk di samping ku.
"Kamu bisa juga main voli Vin?"
"Kak Hendri ngeledek aku ya?" karena menurut ku, ini ejekan.
"Eh gak, beneran deh. Kamu pinter main nya, kalau aku ajarin kamu terus, pasti bisa." ucapnya.
Aku yang kaget menyemburkan minumanku keluar.
"Kamu gak apa-apa Vin?" tanyanya Memegang wajahku dan manik mata kita bertemu.
"Ei a aku gak apa kak," ucap ku gugup.
Dea dan temannya melihat ku berdua dengan kak Hendri, pergi meninggalkan tempat latihan.
"Kok Dea pergi sih?"
"Biar saja Dea pergi, asal kamu jangan." Kak Hendri tersenyum, lama-lama risih juga sih aku.
Happy reading guys
see you 🤗
.
.
.
__ADS_1
Bersambung 💃💃💃