Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Iman goyah


__ADS_3

Hari ini weekend, Adit dan Vina libur, mereka membagi tugas rumah. Adit menyapu dan mengepel di depan, sedangkan Vina di bagian dapur sambil masak dan cuci piring.


"Sayang..." pekik Adit.


"Apa sih kak, aku masih di dapur."


Tiba-tiba Adit mencium leher Vina yang rambutnya saat ini ia ikat sembarang ke atas. "Kak Adit kebiasaan deh, aku lagi nyuci piring."


"Kamu wangi banget, aku keringetan loh." Ucapnya membuat Vina menaikkan satu alisnya.


"Terus?" Tanya nya sambil tetap menyuci piring.


Adit menggeser Vina dari depan keran, Vina kira Adit akan membantu menyelesaikan nya, namun malah menggendong Vina dan membawanya ke dalam kamar.


"KAK ADIT..." Teriak Vina


"Jangan teriak sayang, aku disini."


"Aku belum selesai nyuci piring nya," jawabnya yang sudah di lempar ke ranjang.


"Aku yang akan cuciin piringnya, tapi nanti. Setelah badan aku lebih berkeringat." Adit sambil mengedip-ngedip kan matanya untuk menggoda Vina.


Vina langsung menggeleng, namun apalah daya tenaga nya lebih kuat suaminya.


Adit benar-benar sudah menyelesaikan semua tugas rumah nya, setelah berkeringat dengan olahraga kesehatan batin.


"Kamu mau jalan gak? Kita makan di luar yuk," ajaknya menatap Vina yang sedang berbaring di sofa.


"Males kak." Jawabnya sambil membaca buku nya.


"Kamu maunya di rumah aja ya?  Biar bisa langsung hap." Adit menghampiri Vina dan meletakkan kepala Vina di pahanya.


Vina berhenti membaca bukunya, ia meletakkan nya di meja. Lalu duduk dan menatap Adit yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Aku mau keluar, bosan juga hanya dirumah. Aku mau cuci mata lihat cogan."


"Kalau gitu aku gak jadi ajak kamu keluar."


"Kalau gitu aku juga mau pindah kamar." Vina langsung beranjak dari duduk nya dan berlalu untuk masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Jangan dong sayang, aku gak bisa tidur tanpa peluk kamu." Adit mengekor di belakang Vina, memohon agar istri nya itu tetap satu kamar dengan nya.


"Pergi?"


"Nggak"


"Oke, aku pindah kamar."


"Iya, iya jadi pergi. Ayo siap-siap, sepuluh menit harus udah selesai."


"Siap bos." Vina langsung berlari ke kamarnya setelah mencium pipi Adit. Adit yang baru kali ini dicium Vina langsung menganga dan memegang nya, ia begitu salah tingakah dengan yang di lakukan Vina.


"Sayang..." Adit kembali mengejar Vina untuk meminta pertanggung jawaban dari istri nya itu.


...******...


"Kamu mau pesan apa, sayang?" Tanya Adit yang memegang buku menu.


"Apa aja pokoknya yang banyak." Vina menjawab dengan wajah kesal nya.


Adit memesan makanan dan minuman, setelah pelayan pergi, Adit melirik Vina.


"Masih nanya, kenapa?"


cup cup Adit mencium bahu Vina yang terhalang oleh baju dan kerudungnya itu. Ia tahu pasti istrinya itu kesal.


"Maaf ya, sayang. Kamu menggoda iman banget, aku jadi selalu pengen mengeluarkan keringat."


"Yang goda kak Adit siapa?"


"Bukan karena kamu yang goda aku, tapi iman aku goyah melihat mu." Ucap Adit sambil mencium tangan Vina. Vina ingin sekali berteriak "aku salting" Tapi dirinya malu untuk mengakui nya, bahwa pesona Adit juga membuat iman nya goyah.


"Sayang suapin eskrim nya, aku mau yang ada oreo nya itu."


"Aku gak mau suapin anak nakal." Vina menyuap eskrim ke mulutnya sendiri.


"Sayang," Panggil Adit membuat Vina menoleh.


Tidak membuang waktu, Adit mengambil kesempatan untuk mengambil sisa eskrim yang ada di sudut bibir Vina dengan mulutnya.

__ADS_1


Vina syok melihat sekitar, untung saja tidak ada yang melihat mereka tadi.


"Nakal banget deh kak Adit."


"Aku mau di suapin, tapi kamu gak mau jadi aku ambil dari mulut kamu. Lebih manis yang dari mulut kamu sayang."


Vina menyerahkan eskrim yang ada di tangan nya ke hadapan Adit. "Kenapa?"


"Katanya kak Adit mau, aku juga udah bosan ambil aja."


"Aku mau nya di suapi sayang, bukan makan sendiri."


"Aku gak mau suapi kak Adit, gimana dong?"


"Kalau gak mau suapi aku, berarti-


"Berarti apa?"  Tanya Vina melihat Adit yang sudah mendekatkan wajah nya.


"Jangan macem-macem deh kak."


"Hanya satu macam sayang," ucapnya hampir mengenai hidung Vina.


"Tidur di luar." Ucapan Vina membuat Adit langsung menjauhkan wajahnya dan memakan eskrim nya sendiri. Vina melihat itu sangat ingin tertawa, namun masih bisa ia tahan.


Lucu banget suami kita vin


Suami aku bu


Terserah kita bagi dua


Bagi jadwal bu


Oke bebu mundur


hahahha


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


See you...

__ADS_1


__ADS_2