Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Masih hidup?


__ADS_3

Aku mendengar suara ila di dekatku, aku mulai mengerjap-ngerjap kan mataku pelan.


Membuka mata, melihat sekeliling dinding dengan nuansa putih.


"Kak Vina." Aku melihat ke arah sisi kanan ku, untuk melihat seseorang yang menyebut nama ku.


"Kakak masih hidup?" tanya ku pada ila.


"MAMA, PAPA...." teriaknya memanggil mama dan papa keluar.


"Apa aku sudah jadi hantu ya? kok ila lari keluar," ucapku.


Tak lama, mama papa dan ila masuk serta dokter, mereka mendekati ku.


Aku menatap mereka. "Vin, gimana keadaan kamu?" tanya mama.


"Jadi, Vina masih hidup ma, pa?" tanyaku lagi memastikan.


Mereka malah saling menatap. "Dok, tolong periksa anak saya, mungkin ada sesuatu yang terjadi dan mempengaruhi otaknya," ucap mama pada dokter.


"Ma, Vina masih waras loh," ucapku


dokter langsung memeriksa keadaan ku.


"Alhamdulillah bapak, ibu, anak anda sudah lebih baik," ucap dokter.


"Memangnya Vina kenapa ma? kan Vina baik-baik aja." Aku masih bingung dengan mereka.


"Kamu itu tidak sadarkan diri selama tiga hari Vin," jawab mama.


Ucapan mama membuatku terkejut, " hah? tiga hari?"


"Iya Vin."


Setelah memeriksa keadaan ku, dokter pun keluar, karena masih banyak pasien yang harus di periksa.


"Kok bisa sampai tiga hari ma?" tanyaku lagi.

__ADS_1


"Kamu gak ingat, ada yang kunciin kamu di gudang?"


Aku mencoba mengingat kembali, malam itu aku di gudang merasa sesak.


"Lalu malaikat yang selamatkan Vina kemana?" aku menanyakan bayangan hitam itu.


"Malaikat?" tanya papa dan mama bingung.


Iya! yang gendong Vina dari gudang, tapi habis itu Vina gak inget lagi," jawabku.


"Apa maksud kamu, yang disebut malaikat itu Raka?" tanya mama.


"Raka?"


"Iya selama tiga hari ini, dia sering ke rumah sakit jengukin kamu," ucap mama.


'masa sih Raka yang selametin aku, dan sering kesini.' batinku tak percaya dengan ucapan mama, kalau Raka sering ke rumah sakit.


"Terus Raka tau dari mana, kalau Vina di gudang sekolah?" tanyaku.


"Sore itu mama nanya sama temen kamu, kenapa belum pulang? terus teman kamu bilang, lagi nemenin guru kamu beres-beres di gudang. Jadi mama agak tenang, tapi sampai malam, kamu belum pulang juga, akhirnya mama minta bantu Raka buat lihat kamu."


"Halo Raka," ucap mama.


"Iya halo tante, ada apa?" jawabnya.


"Raka, tolong tante, vina-"


"Vina kenapa tante?" jawab Raka dengan sedikit nada khawatir.


"Vina belum pulang nak, kata temannya dia tadi beres-beres gudang! tolong nak, Vina alergi debu. Tante gak bisa ke sekolah nya, soalnya ila sendiri di rumah, papa nya masih di luar kota.," ucap mama khawatir.


"Yaudah tante, biar Raka yang ke sekolah Vina," balas Raka.


Dan mematikan sambungan telepon nya.


Raka berlari ke mobil, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Di mobil


"Macet lagi arghhhh," ucap Raka memukul stir mobil nya.


Setelah bisa melewati kemacetan panjang, ia kembali melajukan nya cepat.


Sesampainya di depan sekolah, Raka mencoba membuka pintu gerbang. Alhamdulillah saat itu tidak di kunci, dan Raka bisa langsung masuk mencari ku.


"VINA.." Raka teriak mencari ku.


Entahlah, saat itu aku tidak mendengar nya.


Dari luar seperti ada seseorang yang mendobrak pintu, aku melihat seperti bayangan hitam, disinari cahaya terang dari belakang. Hingga aku mengira ia adalah malaikat Izrail.


"Malaikat Izrail, Vina masih mau hidup, jangan buat Vina mati. Tapi kalau mau di bantu keluar dari gudang ini gak apa," ucapku sambil merentangkan tangan.


Bayangan itu mendekati ku, memasangkan kerudung ku asal, dan menggendong ku keluar.


"Malaikat, apa aku berdosa, rambut ku dilihat olehmu?" tanyaku lemah di dalam gendongannya.


Bayangan itu terus berjalan keluar dari sekolah, hingga akhirnya aku tak sadarkan diri.


Raka terus menggendong ku ke mobil, membaringkan tubuhku di kursi belakang.


Di mobil


"Vina bertahan, aku akan bawa kamu ke rumah sakit," ucapnya dengan keringat yang mengucur di wajahnya.


Mobil pun telah sampai di rumah sakit.


Raka kembali menggendong ku, melewati koridor rumah sakit.


"TOLONG... tolong, cepat tangani dia pingsan," ucapnya.


Perawat langsung membawa ku ke UGD.


Raka disana juga ingin ikut masuk, namun perawat melarang nya! agar dokter lebih fokus menangani pasien. Akhirnya dia menunggu diluar, dan menghubungi mama.

__ADS_1


flashback off


__ADS_2