Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Menemani vina


__ADS_3

Vina sudah tidak ada kelas lagi, ia mau langsung pulang tapi tidak bawa motor.


Karena berangkat nya bareng Adit jadi apa Vina akan bareng Adit apa gak ya pikirnya.


"Cahaya," ucap Adit dari parkiran melambaikan tangannya.


Vina menghampiri Adit, "kenapa kak?"


"Apa kamu langsung pulang, atau mau kemana dulu? biar aku antar."


"Vina pakai ojol aja kak, biar gak ngerepotin kak Adit."


"Tidak apa cahaya, aku akan menemani kamu kemanapun. Ini helm nya," ujarnya menyerahkan helm pada Vina.


"Aku mau menemui Raka kak, apa tidak apa?"


"Kenapa kamu bertanya begitu, tentu saja tidak masalah. Aku akan mengantarmu kesana, ayo naik!"


"Makasih kak," ucapnya membuat Adit tersenyum.


Mereka menuju TPU untuk Vina bercerita lagi pada Raka.


Ia selalu menyempatkan agar selalu bisa mengunjungi peristirahatan terakhir Raka.


Sampai di TPU Vina dan Adit turun dari motor. "Kak Adit mau disini aja atau ikut masuk?"

__ADS_1


"Aku boleh ikut?"


"Boleh kak, kenapa?"


"Aku takut kamu mau bicara, yang mungkin aku gak boleh tau gitu sama Raka."


"Vina cuma cerita-cerita aja sama Raka kak."


"Yaudah, ayo kamu duluan." Vina dan Adit berjalan masuk ke dalam area pemakaman, menuju di mana Vina sering bercerita.


"Assalamu'alaikum Raka, Vina datang lagi. Tapi sekarang Vina gak sendirian, Vina di temani kak Adit."


"Halo Raka, aku temani cahaya kesini, kamu jangan marah sama cahaya karena aku yang mau nganterin dia," ucap Adit melihat Vina.


"Raka kamu tenang kan disana? aku gak tenang banget disini. Kenapa kamu gak jemput aku sih? bawa aku Raka", ucap Vina berkaca-kaca.


Adit hanya melihat Vina berbicara pada Raka, tanpa mau menimpali.


"Raka aku yakin juga gak akan bertahan lama disini, aku akan segera nyusul kamu ka." Adit mengepal tangan nya kuat.


Entah mengapa Adit tidak mau kehilangan Vina, ia marah saat Vina mengatakan itu.


Namun tetap Adit tidak bisa mengatakan nya pada Vina, Adit tidak mau menyakiti perasaan Vina.


Cukup dirinya yang merasa sakit di tinggal Vina dulu, maka dari itu Adit merasa stress saat Vina malah menerima perjodohan nya, saat dirinya akan membujuk Vina agar bisa kembali.

__ADS_1


"Aku mau nya sama kamu Raka," ucapan demi ucapan membuat hati Adit sakit, tetap saja ia berdiri di belakang Vina tanpa mau meninggalkan nya.


Karena apa? karena Adit sangat mencintai Vina, itu jawabannya.


"Aku mungkin dulu bodoh karena telat mencintai kamu, tapi satu hal yang harus kamu ingat! sampai kapanpun aku akan tetap mencintai kamu."


"Aku sangat menyesal cahaya, kenapa aku di lahirkan di keyakinan yang berbeda dengan kamu? aku sangat ingin memiliki kamu cahaya, melindungi kamu. Sebelum Raka, akulah orang yang beruntung saat itu. Namun hanya tinggal kenangan cahaya, sekarang kamu sangat mencintai Raka dari pada aku." Hati Adit menangis.


Hanya saja ia tidak mengeluarkan air mata nya.


"Cahaya, apa kamu sudah selesai bercerita dan berbicara pada Raka?"


"Sebentar lagi kak."


"Baiklah. Tapi ingat jangan terlalu sore! nanti papa dan mama kamu khawatir karena kamu belum pulang."


"Tenang saja kak, aku akan mengatakan kalau aku menemui Raka, mereka tidak akan marah kok," ucap Vina tanpa mengalihkan pandangannya dari tanah yang sedari tadi ia usap.


"Apa kakak akan pulang duluan?"


"Tidak tidak, aku mau temani kamu disini," ucap Adit yang tidak mau meninggalkan Vina sendirian.


Sedih mana, jadi Vina apa Adit sih guys?


Komen dung sama like nya kalau baca, biar Othor bebu cepat update lagi.

__ADS_1


Annyeong love


__ADS_2