Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Belajar menjadi suami siaga


__ADS_3

"Sayang, kamu ingin sesuatu?" Tanya Adit pada Vina.


"Aku belum menginginkan apa-apa kak, nanti kalau ada sesuatu yang aku mau, aku bilang kak Adit."


Adit terlihat kecewa, karena ia ingin menjadi suami siaga. Vina dapat melihat perubahan raut wajah Adit.


"Kak Adit, sini!" Vina menyuruh Adit agar semakin mendekat padanya, setelah mendekat Vina memeluk suami nya itu.


"Terima kasih kak, karena sudah mau menjadi suami terbaik untuk aku. Selalu membuat aku nyaman di dekat kak Adit. Aku sekarang tidak menginginkan apapun, lagi pula bukannya jika aku minta macem-macem kak Adit yang repot." Adit mendongak melepas pelukan nya dan menatap Vina.


"Harus nya aku yang berterima kasih, karena kamu sudah bersedia mendampingi ku. Banyak laki-laki yang lebih baik dan menginginkan mu sebagai istri nya, tapi kamu menerima lamaran ku." Vina hanya tersenyum menatap Adit yang membelai wajah nya.


"Untuk kamu yang meminta apapun, apalagi keadaan kamu sedang mengandung anakku. Aku hanya ingin menjadi suami siaga, aku siap di repotkan." Lanjut nya lagi tersenyum.


"Yakin sanggup, kalau misalnya aku repotin kak Adit? Dengan permintaan ibu hamil yang terkadang aneh."


"Yakin sayang, sangat yakin. Serepot-repot nya, sesibuk-sibuk nya aku, aku tetap akan memenuhi semua keinginan kamu."


"Ututu jadi sayang." Jawab Vina dengan nada gemas nya, namun Adit malah cemberut.


"Kenapa mulutnya begitu?"


"Berarti dari kemaren, kamu gak sayang sama aku? Kalau sekarang baru bilang sayang."


Vina tertawa mendengar ucapan Adit, ia kurang menambahkan kata "makin" saja membuat suaminya itu cemberut.


"Maksud aku, jadi makin sayang sama suami ku ini." Vina mencubit kuat pipi Adit.


"Cinta juga gak?" Tanya Adit.


Vina kembali pura-pura berpikir. "Cinta sama orang sebelah, boleh gak?"


"Tetangga sebelah yang mana? Yang kamu bilang suka nyapa kamu kalau mau olahraga?"

__ADS_1


"Siapa bilang tetangga sebelah."


"Terus tetangga mana lagi, sayang? Kenapa banyak laki-laki yang suka sama kamu."


"Aku bilang suka sama orang sebelah, sebelah aku ini." Vina mengedipkan sebelah mata nya.


"Sudah pintar menggombal ya? Lagian kan aku di depan kamu. Mau tahu hukuman nya apa?"


"Terserah aja," jawab Vina.


"Tapi ingat kata dokter?" Vina mengingatkan apa yang diucapkan dokter, karena Vina sudah tahu apa yang akan Adit lakukan.


"Apa kata dokter?" Adit lupa dengan yang di katakan dokter tadi siang.


"Kak Adit, aku baru hamil. Jadi kita tidak-


Adit menempelkan jari telunjuk nya pada Vina, supaya tidak melanjutkan ucapannya.


Vina mencebikkan bibirnya. "Kenapa bibirnya begitu, dedek bayi minta mami nya di cium ya?"


"Ih apaan, emang yakin bisa lembut?"


"Gimana kalau kita coba? Kata orang kalau kita belum mencobanya, tidak akan pernah tahu rasanya."


"Alasan saja pakai kata orang segala, bilang saja kalau kak Adit modus."


"Apa salah nya sayang, modus sama istri sendiri."


"Sudah malam sayang, kamu jangan terlalu malam tidurnya kita ke kamar yuk!"


"Oke, sudah malam masuk kamar hanya tidur ya? Deal."


"Belum tahu sayang, tergantung diri ini yang selalu akan terbuai oleh pesona pancaran cahaya darimu istriku."

__ADS_1


"Jangan sok puitis deh kak, udah deh aku duluan ke kamar mau tidur sudah ngantuk." Vina beranjak pura-pura menguap.


"Ayo sayang, aku juga mau ke kamar."


"Ngapain ke kamar?"


"Pe- pengen peluk cium kamu, iya kan? Seperti yang ada di tektek sekarang itu. Peluk cium peluk cium lagi-lagi peluk cium, emmuah emmuah emmuah." Adit memeluk Vina dari samping sambil mencium nya.


"Modus nya ayah kamu nak, jangan tiru gaya nya nak. Ini hanya awal yang akan membuat ibu kamu ini tersiksa."


"Tersiksa oleh kenikmatan yang hakiki sayang, tiru lah ayah mu ini saat bersama istri mu atau saat bersama suamimu kelak."


"Kalau cowok masih bolehlah, tapi kalau cewek ganjen banget jadinya."


"Terserah anak kita, lagi pula tidak masalah jika sama suaminya."


"Tapi-


"Jangan tapi-tapi terus sayang, kita sudah di kamar."


"Eitss hanya tidur."


"Iya, tidur. Kamu mau di pijet gak? Ada yang sakit? Kaki kamu pasti sakit ya, betis nya juga."


"Alamat tidak selamat." Ucapan Vina membuat Adit tertawa.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


See you...


Allahummaghfirli muslimin wal muslimat.


Semoga dosa kita semua bisa diampuni.

__ADS_1


__ADS_2