
Adit dan Hendry melanjutkan obrolan nya setelah bekerja dan makan siang. Adit memesan makanan dari luar, untuk di antar ke ruangannya. Mereka makan di dalam ruangan Adit.
"Lo syok, gue juga sama dit. Gue harus bersembunyi dengan Nina, saat mereka bercerita."
"Gue cuma heran aja, kenapa bisa Reva menemui Sherly?"
"Awalnya gue bingung, tapi setelah gue dengarkan semuanya, ternyata Reva dan Sheryl itu- sepupu an dit." Adit kembali syok mendengar penjelasan Hendry, bahwa mantan pacarnya juga mantan pacar dari Hendry itu ternyata sepupu.
"Kenapa dunia ini sangat sempit? Lalu apa lagi yang lo tahu dari obrolan mereka, hen?" Tanya Adit.
"Gue juga dengar masalah Reva, yang meminta pak baskara untuk menikahkan nya dengan Dimas."
"Maksud lo apa hen? Kenapa Reva meminta pak baskara menikahkannya dengan Dimas? Lo pasti salah dengar, gak mungkin banget." Adit tertawa kali ini dengan cerita yang Hendry sampaikan.
"Gue yakin memang lo gak bakal percaya, makanya sudah gue siapin sama Nina obrolan mereka di dalam rekaman ini." Hendry menunjuk ponsel nya yang sudah ia siapkan semalam bersama Nina. Untung saja pacar nya menyuruh nya untuk merekam, jadi bisa di jadikan bukti pada Adit bahwa Reva memang meminta pada pak baskara agar menikahkannya dengan Dimas.
"Tapi sebelum lo mendengar rekaman ini, gue mau bilang lagi alasan Reva meminta pak baskara untuk cepat menikahkan nya dengan Dimas."
"Lo juga mengetahui nya?" Tanya Adit.
"Tentu saja, gue sangat ahli dalam hal itu." Jawabnya dengan tersenyum bangga.
"Nyesel gue nanya." Lirih Adit. Namun masih bisa di dengar oleh Hendry, ia hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabat nya.
Lalu Hendry menyerahkan saja ponselnya, agar Adit mendengarkan rekaman itu dari ponsel nya. Malas dia menjelaskan lagi pada sahabatnya yang banyak tanya. Baru setelah mendengarkan rekaman nya, Adit percaya pada sahabatnya. Ia hanya tidak percaya jika Reva saat ini sedang hamil, dan ternyata akan menjebak pak baskara dan Dimas.
"Lo yakin hen? Di rekaman ini suara Reva dengan Sheryl?" Tanya Adit yang sungguh sangat tidak percaya Reva sedang hamil dan akan menjebak seseorang agar mengakui sebagai ayahnya.
__ADS_1
"Kalo lo gak percaya, minta Nina kirim fotonya. Gue dan Nina lengkap kalau tentang menyelidiki suatu kasus, assek mantap gue." Ucapnya lagi, ia bangga dengan pacarnya sudah sangat ahli sebagai penyelidikan.
"Lalu, siapa ayah dari anak yang di kandung nya?" Tanya Adit.
"Kalau itu gue gak tahu, soalnya Nina udah ngantuk dan gue ngantar pulang. Karena setelah obrolan yang gue rekam, mereka bahas tentang kerjaan."
"Berarti lo kurang ahli, melengkapi penyelidikan yang lo sebut ahli dengan pacar lo itu, bukti semuanya kurang lengkap."
"Gue gak mungkin ikuti terus mereka berdua, gue kasian sama Nina." Adit mengangguk, ia jika misalnya bersama Vina yang mendengarkan obrolan Reva dan Sheryl akan melakukan hal yang sama, seperti yang di lakukan Hendry pada Nina.
"Sekarang kita keluar hen, ada meeting sebentar lagi." Adit menyiapkan berkas yang akan di bawa.
"Dit, kalau sedang di luar jangan bicara yang membuat orang curiga. Ada dinding yang sedang mendengarkan di luar, untung saja disini kedap suara." Ucap Hendry mengingatkan Adit.
"Tenang aja hen, gue bisa bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi kita harus bantu juga pak baskara dan Dimas, jangan sampai mereka di bohongi oleh Reva."
"Gue tahu dit apa yang mau gue lakuin, makasih lumayan juga saran dari lo." Hendry tersenyum untuk mengejek Adit.
"Sialan lo" Adit menyenggol lengan Hendry, dan mereka keluar dari ruangan nya. Ada seseorang yang sedang bersembunyi terburu-buru, Adit dan Hendry pura-pura tidak melihat orang yang sedang berdiri di dekat dinding, mereka langsung pergi saja dengan tersenyum.
...******...
"Dimas, kamu harus mau menikah dengan Reva. Papa setuju karena dia anak rekan bisnis papa juga, Reva anak yang baik dan cantik." Memuji seorang Reva pada anaknya, beliau berusaha meyakinkan anaknya bahwa Reva wanita yang pas untuk Dimas.
"Tapi pa-
"Bukannya kamu tidak ada pacar? Jadi gak apa dong menerima saran dari papa." Ucap nya membuat Dimas lemas, karena memang dirinya sampai saat ini mengharapkan Vina. Semenjak dirinya bertemu lagi dengan Vina waktu itu.
__ADS_1
"Kalau Dimas ada pacar, apa papa akan membatalkan rencana menikahkan Dimas dan Reva?" Tanya Dimas sedikit akan bernegosiasi dengan papa nya.
"Tentu, papa sangat menghargai kamu dan pacar kamu, tapi itupun kalau pacar kamu mau langsung menikah." Jawab papa nya tersenyum, ia tidak akan memaksa anaknya untuk memilih seseorang yang tidak Dimas sukai.
"Jangankan langsung menikah, pacarnya aja belum tahu siapa? Bukan saking banyaknya, tapi saking gak ada nya." Batin Dimas menangis.
"Dimas," panggil pak baskara melihat Dimas yang nampak berpikir.
"Iya pa?" Jawabnya melihat papa nya.
"Kamu dengar, kan? Apa yang papa bilang tadi?" Tanya papa nya pada Dimas.
"De-dengar pa." Jawab nya gugup.
Pak baskara tersenyum dan menepuk bahu anaknya, lalu beliau pergi meninggalkan nya sendiri disana.
"Aduhhh aku harus pura-pura gitu? Bohongi papa. Seperti yang di novel kebanyakan, aku harus pura-pura punya pacar dan nikah kontrak?" Arghhh Dimas pusing memikirkan apa yang akan ia lakukan, untuk menghindari tawaran papanya agar menerima Reva.
"Aku gak mungkin kan, minta tolong Vina untuk jadi pacar pura-pura? Sedangkan papa sudah tahu kalau Vina istri dari Adit rekan bisnis nya. Apa aku paksa orang aja ya? Tolong bantu mikir dong otak, jalan jangan lelet banget buat mikir, aku lagi pusing sekarang." Dimas mengacak-acak rambut nya dengan kasar, ia pusing memikirkan tawaran yang harus ia terima jika dirinya belum memiliki pacar. Sedangkan dirinya tidak pernah berpacaran, sekarang dirinya harus menerima seseorang menjadi istrinya.
Siapapun yang menjadi Dimas akan bingung jika harus menerima tawaran seseorang yang ia saja tidak mengenal dekat orang yang akan menjadi istrinya itu. Ia hanya mengenal sosok Vina yang ia kagumi, dan kalau bisa ia ingin memiliki Vina. Namun lebih di dahului oleh Adit, rekan bisnis papa nya. Apa Dimas harus menikung Vina dari Adit? Akan sulit seperti nya saat ini, apalagi Vina sudah memiliki anak dari Adit yang bucin.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...