Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Menemani Raka


__ADS_3

Seminggu ini Vina selalu menemani Raka di rumah sakit, ia selalu datang menemui tunangannya itu.


Vina selalu menyempatkan dan meluangkan waktunya untuk menemani Raka di rumah sakit.


Rasa lelah dari kampus itu hilang, setelah melihat senyum Raka, ia begitu senang selalu melihat Raka.


"Kamu gak capek sering kesini?" tanya Raka yang melihat Vina.


"Aku gak capek kalau untuk kamu," jawabnya sambil mengulas senyum manisnya.


"Aku cuma takut nanti kamu yang sakit, aku gak mau itu terjadi Vin, aku gak bisa jaga kamu seperti dulu."


"Aku sehat Raka, kamu tenang aja, pokoknya aku akan selalu ada buat kamu."


"Tapi belum tentu aku yang selalu ada buat kamu, aku takut gak bisa berta-


"Kamu bilang gak mau buat aku menangis? kenapa selalu berkata sesuatu yang buat aku ingin nangis Raka," ucap Vina memotong omongan Raka.


"Aku hanya ingin kamu jaga-jaga Vin, aku tau waktu ku tidak lama lagi Vin," Raka yang ingin buat Vina tidak menangis, namun dirinya lah yang menangis.


Raka ingin selalu bersama Vina, namun waktu nya sudah tak lama lagi.


"Sekarang kamu jangan nangis Raka, kamu bisa untuk tetap bertahan demi aku, aku mohon kamu tetap lah disisi ku," ucap Vina menguatkan Raka, ia sendiri sudah menahan tangisnya.

__ADS_1


"Iya sayang, ini demi kamu, aku akan tetap bertahan. Setelah aku wisuda bulan depan kita langsung menikah," ucapnya diangguki oleh Vina, ia tak sanggup untuk berucap lagi.


Hati Vina menangis, hanya saja saat ini ia mencoba untuk tidak menjadi seorang yang cengeng, ia harus bisa menguatkan Raka.


"Kamu udah makan Vin? jangan cuma suapin aku, kamu harus makan juga."


"Iya Raka sayang," ucap Vina sekarang ia belajar tak malu untuk mengungkapkan kata sayang pada Raka.


"Cie udah gak malu lagi sekarang," Raka menggoda Vina.


"Ya karena aku benar sayang sama kamu Raka, cuma aku tidak pernah mengungkapkan dengan kata-kata sayang aja."


"My queen Raka, sekarang udah pinter yah bikin kata-kata gemesh," Raka mencubit pipi Vina.


"Raka," Vina merengek manja.


"Raka, nanti aku gak doyan makan tau, terus aku kurus, habis itu pipi aku tipis gimana?" tanya Vina mengerucutkan bibirnya.


"Bagus dong, aku gak terlalu suka yang berisi, segini udah cukup sayang jangan terlalu kurus juga, tapi pipi kamu mah tetap aja segini ihh sayang lembut banget sih," Raka sangat gemas dengan Vina.


"Iya terus aja nih ambil makan sekalian," Vina memajukan wajahnya agar di makan Raka.


Raka malah mencium nya lembut.

__ADS_1


"Pipi lembut ini gak boleh di makan, yang boleh nyubit pipi kamu cuma aku, ngerti sayang?"


"Aku kan milik kamu Raka."


"Oh tentu saja, semua yang ada padamu itu milikku."


"Baiklah tuan posesif, semuanya punya anda, saya hanya akan diam menuruti semua keinginan anda, tapi tidak untuk menjadi budak."


"Haha terus apa dong, menuruti tapi tidak untuk jadi budak?" Raka bingung dengan ucapan Vina.


"Tentu saja aku gak mau jadi budak, aku maunya jadi pendamping hidup kamu selamanya," ucap Vina memeluk Raka, ia malu untuk menatap wajah Raka.


Sedangkan Raka langsung mencium kening Vina.


"I love you Devina cahaya," ucap Raka membalas pelukan Vina.


"I love you more, Raka bumi dirgantara." Mereka sama-sama mengutarakan perasaannya, seperti tidak ingin terpisah.


"Kamu yang selalu membuat ku tersenyum dan kau adalah cahaya yang menerangi gelapku" Raka


"Kamu bagaikan bumi yang menjagaku, dimanapun aku memijakkan kaki" Vina


Besok puasa arafah guys, jangan lupa yang melaksanakan.

__ADS_1


Othor bebu bakal gak up kalo lebaran idl adha guys, sibuk makan.


Annyeong love


__ADS_2