Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Memohon


__ADS_3

Papa dan mama Raka sudah berada di rumah sakit, setelah di hubungi untuk ke rumah sakit, mereka langsung datang menemui anaknya.


Mereka marah dengan kedua anak tertuanya, mengapa merahasiakan ini semua.


"Adek, kenapa kamu gak bilang sama mama nak. Hiks, kenapa kamu tidak katakan saja pada mama dan papa," ucap mama ria pada Raka yang memegang tangan nya lembut.


"Kenapa hal sebesar ini di rahasiakan dari orang tua, apa kami ini bukan orang tua kamu?"


"Maafin Raka, ma, pa. Raka gak mau buat kalian kepikiran tentang keadaan Raka."


"Tolong jangan sampai Vina tau, kalau sekarang Raka seperti ini ma, pa, kak Shena," sambungnya memohon agar tunangannya tidak mengetahui keadaan nya sekarang.


"Tapi Vina harus tau dek, Vina tunangan kamu, kalau sampai dia taunya nanti, kak Shena yakin Vina akan sangat marah sama kita." Karena sudah terlambat juga, saat ini kak Farhan sedang di perjalanan menjemput Vina menurut Shena.


"Raka mohon kak, jangan sampai Vina tau, Raka gak mau dia sedih lihat keadaan Raka yang seperti ini," ucap Raka yang sangat memohon kepada kakaknya.

__ADS_1


Ia tidak ingin membuat Vina sedih, ia tidak ingin melihat tunangan nya itu melihat dirinya sudah tidak seperti dulu, yang nampak kurus dan pucat hanya rambut botak yang tidak ada bedanya, masih sama dengan yang di antar Vina ke barber shop.


"Vina tetap harus tau dek, kakak yakin Vina akan kuat dan terima untuk menemani kamu yang seperti ini, disini." Shena meyakinkan Raka bahwa Vina akan baik-baik saja setelah melihat nya.


"Vina selalu terlihat murung dek, kakak yang lihat sendiri, itu karena apa? karena gak tau kamu dimana? kabar kamu gimana? dia selalu mikirin kamu yang gak ada kabarnya seperti ini, apa menurut kamu dia yang disana tanpa melihat kamu dia bahagia? gak, dia sangat sedih tanpa kamu, maka dari itu kamu harus cepat sembuh dek jangan hanya bersembunyi tanpa melihat langsung keadaan Vina yang juga tersiksa," ucap Shena dengan nada marah. Shena marah pada adiknya itu, mengapa adiknya bisa berpikir bahwa dengan tidak memberi tau keadaan nya Vina akan bahagia, tentu saja tidak jawaban nya.


"Shena tenangkan dirimu, ini rumah sakit. Bagaimana kalau kita tidak boleh disini," ujar papa Dirga.


"Gimana nanti kalau misalnya Vina tidak tau pa, dia seperti tidak dianggap seperti tunangan kalau begitu."


"Maka dari itu kakak kasi tau kamu, supaya tidak melarang Vina untuk kesini."


"Tapi untuk saat ini Raka mohon kak, jangan biarkan Vina lihat kondisi Raka yang seperti ini, Raka mohon!" pinta Raka dengan mata berkaca-kaca, ia belum siap bertemu Vina.


"Tapi raka-

__ADS_1


"Shena turuti saja, biar Vina kesini nanti setelah Raka membolehkan."


"Tapi sudah terlambat ma, masalahnya, kak Farhan tadi keluar itu setelah mama dan papa datang, dia langsung pergi untuk jemput Vina ke kampus nya." Shena merasa bersalah, namun itu sudah di rencanakan dengan kakaknya.


"Apa? kenapa tidak bertanya dulu pada Raka kak? kenapa langsung jemput Vina, lagian kenapa tidak kak Shena aja, kenapa harus kak Farhan yang jemput? aku gak mau Vina dan kak Farhan berduaan di mobil, gimana kalau kak Farhan nikung Vina dari Raka."


"Tentang Vina aja banyak tanya sekali, memang nya kenapa kalau ditikung Farhan?" ucap mama ria.


"Iya kenapa kalau di tikung?" tanya seseorang yang baru saja tiba di ruangan Raka.


Hi guys tangan bebu sungguh sakit kali ini harus nya gak usah nulis, tapi tangan gatel gimana dung di kepala terbayang Raka dan Vina.


Call me chinggu or bebu


Annyeong love

__ADS_1


__ADS_2