
Adit beserta rombongannya akan menemui Reva, kali ini Reva merasa ketakutan. Apa Adit sudah mengetahui, bahwa dirinya memaksa Dimas untuk menikahinya.
"Kalian semua, ngapain kesini menemui aku?" Tanya Reva takut, karena banyak teman Adit dan teman Vina yang datang.
"Kamu gak perlu takut, re. Kita hanya ingin mengetahui sesuatu." Ucap Adit duduk di dekat istrinya.
"Aku sibuk, aku harus segera pergi dari sini." Ucapnya beranjak, namun di tahan oleh Naya dan Nina.
"Kamu mau kemana re? Kita hanya ingin mengetahui sesuatu, dan membantu kamu." Jawab Naya yang berniat membantu. Sampai ia rela menerima tawaran agar menikah dengan Dimas.
"Dimas, tolong aku!" Meminta tolong pada Dimas yang hanya diam saja. Dimas juga takut berada di dekat Naya, ia takut terkena bogeman.
"Kenapa kamu diam saja, kamu calon suami aku, Dimas."
"Bukan re, Dimas adalah calon dari Naya." Reva melirik Naya yang sedang duduk di samping nya menjaga takut dirinya pergi.
"Maksud nya apa? Dimas adalah calon suami ku."
"Aku sekarang calon suami dari Naya," ucapnya melirik Naya, yang dibalas menatap tajam.
"Apaan sih lo, ngambil calon suami gue?" Tanya nya pada Naya, akan menarik kerudungnya. Namun dengan cepat Naya menahan tangan Reva. Dimas hendak berdiri, tapi ia cepat melihat kalau calon istrinya lebih bisa menjaga diri.
"Hanya calon suami, belum jadi suami lo 'kan? Yang sudah jadi suaminya aja, masih ada pelakor yang mengganggu." Jawab Naya membuat Dimas tersenyum.
"Lo," tunjuk Naya tak suka.
"Apa, gak terima? Mau pukul gue? Ayo pukul, mau sebelah mana? Pilih aja." Naya mendekatkan wajahnya pada Reva. Hampir saja Reva menampar wajah Naya, namun tidak jadi.
"Sekarang bukan saatnya berdebat, kita kesini mau membantu lo, re." Ucap Vina.
"Lo juga gak perlu ikut campur Vin, lo juga ngambil milik gue."
"Gue gak merasa di rebut sama istri gue, gue yang cinta sama dia lebih dulu sebelum gue pacaran sama lo."
"Kita kesini cuma mau bantu lo, re. Kita hanya ingin tahu anak siapa yang lo kandung." Ucapan Hendry membuat Reva melotot kan matanya.
__ADS_1
"Ke-kenapa kalian tahu?" Tanya nya lalu meneteskan air matanya. Ia sebenarnya tidak mau jadi perempuan murahan, memaksa Dimas cepat menikahinya. Itu karena laki-laki yang merusaknya tidak mau bertanggung jawab.
"Kita sudah tahu semuanya re, kalau lo juga sepupu an dengan Sheryl. Dia yang akan mencelakai Nina pacar gue."
"Gue- gue minta maaf! Gue gak tahu lagi harus ngelakuin apa, selain memaksa pak baskara mendesak Dimas mau menikah dengan gue." Reva menangis, Naya yang berada di dekatnya langsung memeluk wanita itu.
"Kita mau bantu lo, re. Siapa yang sudah merusak lo?" Tanya Adit.
"Dia tidak mau bertanggung jawab, karena dia akan segera menikah."
"Orang mana re? Apa dia tidak mengakui bahwa anak yang lo kandung adalah benih nya?" Reva menggelengkan kepalanya. Semakin memeluk Naya erat.
"Siapa laki-laki itu, re? Apa kita mengenal nya? Atau hanya sekedar tahu saja. Kita bisa membantu lo, membuat dia bertanggung jawab atas semua yang sudah dia lakukan untuk lo." Adit benar-benar akan membantu nya, padahal mantan pacarnya itu pernah menyakiti istrinya, begitu juga dengan Hendry yang sepupu dari Reva sudah berniat mencelakai Nina, pacarnya.
"Besok, besok dia akan menikah. Sudah tidak ada lagi kesempatan, gue kasihan dengan calon istrinya, kalau gue mengacau pernikahan nya."
"Lo gak perlu pikirin itu, re. Yang harus lo pikirin sekarang adalah anak yang lo kandung butuh sosok ayah nya. Calon istrinya pasti akan mengerti dan akan menyerahkan nya pada lo."
"Gue gak yakin hen, gak mungkin semudah itu menyerahkan calon suami nya. Dia pasti sudah lama menunggu hari itu tiba."
"Lo kirim alamat nya besok, kita akan sama-sama kesana." Akhirnya Reva mengangguk, demi masa depan dirinya dan juga calon anak yang di kandung nya.
...******...
"Kita akan ke alamat ini, dit." Ucap Hendry memberikan ponselnya.
"Apa Reva juga sudah siap kesana?" Tanya nya. Mereka akan menggunakan dua mobil. Adit dengan Hendry dan juga Dimas. Vina juga bersama kedua sahabat.
"Siap dit, dia sudah jalan dari tadi. Dia akan menunggu kita disana." Adit mengangguk, lalu melajukan mobilnya untuk segera menuju alamat yang di kirim oleh Reva. Naya yang menyetir mobil juga mengikuti nya dari belakang.
Mereka telah sampai disana, tapi kenapa rumah itu tidak asing bagi Vina. Ia cepat turun menghampiri suaminya.
"Kak, aku ingat rumah ini. Tapi tidak mungkin, apa orang yang aku maksud sama dengan yang membuat kesalahan pada Reva." Ucapnya sambil menggendong anaknya.
"Siapa, sayang? Sini baby Dev sama aku aja." Vian menyerahkan baby Dev pada suaminya. Baby Dev juga anteng-anteng saja melihat pertukaran orang yang menggendong. Hihi seperti apa gitu ya?
__ADS_1
"Reva mana?" Tanya nya, ia penasaran siapa yang melakukan itu. Apa sama dengan yang ia pikirkan.
Reva keluar dari mobilnya, ia berjalan pelan dengan menggunakan syal yang menutupi kepalanya, di tambah kaca mata hitam.
"Re, siapa yang melakukan ini re? Aku sepertinya mengenal orang itu re." Tanya Vina ingin segera tahu, dan tidak penasaran lagi dengan yang akan menikah di dalam.
"Sayang, kita langsung ke dalam aja." Vina hanya mengangguk. Lalu mereka berjalan mendekati rumah besar itu.
"Mana kartu undangan nya? Jika tidak ada, kalian tidak akan di perbolehkan masuk."
"Mamang, apa mamang lupa dengan Vina?" Tanya Vina pada mamang penjaga rumah itu.
"Neng Vina, lama sekali tidak bertemu dengan kamu neng. Kemana aja?"
"Sayang, kamu kenal dengan bapak ini?" Tanya Adit, dan juga yang lain terkejut karena Vina mengenalnya.
"Apa saya boleh masuk ke dalam pak? Saya adalah tamu undangan juga." Ucapnya tersenyum.
"Iya neng, silahkan masuk neng. Acara akad akan segera dimulai." Reva yang tertutupi kaca mata hitam menangis, suda tidak ada lagi kesempatan untuk nya.
"Kita masuk ya mang." Mamang itu mengangguk tersenyum pada Vina.
Reva di tuntun oleh Naya dan juga Nina. Mereka tahu sakit rasanya melihat laki-laki yang harusnya bertanggung jawab, namun sudah akan menikah.
"Saya terima nikah dan kawinnya-
"Tunggu," ucap Vina menghentikan semuanya, ia tidak percaya dengan yang ia lihat.
"Vina." Mereka juga terkejut melihat kedatangan Vina dan suami, serta semua sahabat nya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...