
Setelah piknik kemarin, hari ini masih weekend Adit dan Vina mau jalan-jalan membawa baby Dev. Adit ingin baby Dev mengenal bahwa diri nya adalah ayah nya, karena jarang juga Adit berada di rumah dan berkumpul dengan keluarga.
"Kita mau kemana ayah?" Tanya Vina dengan suara kecil.
"Kamu maunya kemana?" Adit menanyakan balik.
"Kemana aja, kerumahnya opa atau kakek juga boleh." Menurut Vina orang tua atau mertua nya akan senang jika mereka membawa anaknya kerumah.
"Boleh juga tuh, jalan-jalan bawa baby Dev ke rumah."
Mereka menyiapkan apa yang akan di butuhkan untuk baby Dev.
Ketika sudah siap semuanya, mereka berangkat ke rumah orang tuanya bergantian. Tentu ke rumah Vina lebih dulu, karena kalau ke rumah Adit bisa-bisa tidak bisa pulang cepat. Papa Anton terlalu menyayangi cucunya, ia ingin merawat cucunya, tapi mama Tia tidak mengizinkan. Karena anaknya juga bisa merawat baby Devan.
Mobil mereka sampai di rumah Vina, mereka langsung di sambut. Pertama yang di sambut adalah cucunya, ila langsung buru-buru meminta baby Dev pada Vina.
"Bulu jagung, hati-hati megang ponakannya."
"Hello Kitty, tenang. Aunty bisa cuma megang baby Dev yang lucu ini. Ponakan aunty sudah gede ya sayang?" Tanya ila pada baby Dev, bayi itu sudah mengenal ila dan menjawab nya dengan tersenyum memperlihatkan giginya yang baru tumbuh.
__ADS_1
Ila langsung membawa nya masuk, nampak mama dan papa Gilang juga mau langsung masuk. Namun Vina berdehem, baru mereka sadar kalau ada Vina dan Adit belum di suruh masuk.
"Eh lupa kalau ada kalian, ayo masuk!" Ucap mama Dira menyusul ila dan cucunya.
"Ayo nak! Papa ingat kok kalau ada kalian." Adit membantu Vina membawa tas nya Devan.
Vina dan Adit ikut papa Gilang masuk ke dalam rumah nya.
Adit dan Vina ketika masuk sudah melihat anaknya bermain dengan ila dan mama Dira.
"Baby Dev sudah kenal dengan keluarga kita, jadi kalau kita bulan madu juga gak masalah bu."
"Sudah punya anak baru mau bulan madu, tapi kan kita udah bulan madu kak." Ucap Vina.
"Kak Adit mah gak perlu bulan madu juga udah buat adiknya Devan." Adit tertawa mendengar ucapan istrinya.
"Siapa tahu jadinya pas kita bulan madu."
"Kasian Devan masih kecil banget kak."
__ADS_1
"Biar ada temannya dia main, sekarang bikin nya yang cewek biar ada teman kamu juga."
"Ada aja alasan nya bapak ini, nanti kalau sudah ada lagi awas aja gak keurus anaknya masih kecil-kecil."
"Tenang aja sayang, Devan sudah banyak yang ngasuh, nanti satu lagi jadi nya pas untuk keluarga kita mereka satu-satu mengasuh anak kita." Enak sekali Adit mengucapkan kata-kata nya, dirinya hanya ingin membuat tapi ngasuhnya akan di biarkan pada orang tua dan mertuanya.
"Gampang banget kak Adit bicaranya, nanti kalau anak kita sudah dua mereka nya bosan dengan cucunya, kita yang kewalahan."
"Tinggal cari baby sitter untuk baby Dev dan baby selanjutnya, jangan terlalu di pikirkan ibu." Mereka bicara di kamar Vina, mungkin saja jika di depan keluarga nya Adit akan di protes.
"Bicara saja masalah ini di depan keluarga besar, paling kak Adit gak boleh tidur bareng aku selama berapa tahun." Vina berbicara sambil tersenyum.
"Tahun? Semingguan aja kalau aku ke luar kota kangen banget sama kamu, apalagi sampai Devan besar. Mending gak usah dibahas di depan mereka. Kita kasih kejutan aja buat mereka dengan kamu hamil lagi."
"Kak Adit aja yang hamil, gimana?" Vina langsung keluar mencari Dev yang bersama ila. Adit kalau bisa begitu akan menggantikan posisi istrinya yang mengandung, tapi masalah nya tidak mengandung saja dia tersiksa.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...