Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Surat dari Ali


__ADS_3

Aku mengambil isi kotak kecil, yang di berikan Ali. Ada 1 gelang berwarna hitam dan sebuah surat.


"Apaan sih Ali, ngasi ginian, maksudnya apa coba?" ucapku tanpa membaca isi surat nya.


Aku langsung beranjak untuk mandi, karena dari perjalanan jauh, harus membersihkan lagi tubuh kita,agar terhindar dari bakteri-bakteri dan kuman yang menempel.


Di kost an ada seseorang yang merasakan kesakitan, setelah sampai, Raka langsung merebahkan dirinya, sambil memegangi dadanya.


"Aku gak kuat, uhuk uhuk.... Aku gak mau tinggalin Vina, dia butuh aku, ya Allah beri aku kekuatan," Raka mengeluarkan dahak, namun ini darah.


"Ya Allah, kenapa aku merasa semakin parah," ucapnya memegang dadanya.


Raka langsung beranjak untuk mandi, dengan keadaan nya yang lemah saat ini. Ia tidak mau kelihatan sakit, berjalan dengan tetap memegangi dadanya dan terbatuk.


...°~°...


Aku sudah selesai mandi, mengelap wajahku dan kemudian mengeringkan rambut, melihat lagi kertas putih yang belum aku bereskan tadi.


Aku mengambilnya, dan membolak-balik kan kertas itu di depan wajah ku.


Aku membacanya ada tulisan di depan nya.


From : Ali


To : Vina cantik


Vina, ini surat yang aku tulis buat kamu. Aku menulis ini dengan tulus dari hati aku, aku minta maaf kalau aku menyukai kamu, sepupuku sendiri, yang sudah mempunyai tunangan.


Aku harap kamu tidak membenci ku, semoga kamu bahagia dengan Raka, lupakan luapan perasaan ku, yang pernah aku sampaikan. Aku hanya mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku, karena aku bukan seorang yang memendam.


Udah itu aja ya cantik tengil.


^^^**Ttd^^^


^^^Ali sepupumu**^^^

__ADS_1


"Apaan sih Ali, mimpi apa dia nulis ini. Apa dia beneran suka sama Vina? aneh banget tuh orang, suka sama Vina yang kek gini, padahal yang deketin dia kan cewek cantik semua," ucapku menutup kertas putih yang baru saja aku baca.


"Raka kok gak ada telpon sih, udah sampai gak ya?"


"Aku telpon deh," ucapku meletakkan kertas dari Ali, dan beralih mengambil ponsel.


Aku mencoba menelpon nya, namun tak di angkat, "kemana sih Raka?" ucapku dan mencoba lagi menelpon nya.


Setelah berapa kali barulah ada jawaban. "Halo, Raka."


"Halo," jawabnya.


"Kamu udah sampai?" tanyaku.


"Iya udah sampai uhuk," jawabnya sambil batuk.


"Raka, kamu kenapa?" tanyaku.


"Aku gak apa, cuma batuk aja."


"Kamu gak lagi nyembunyiin sesuatu dari aku kan?" tanyaku.


"Iya Vin," jawabnya.


'Kenapa Raka seperti nya berbeda' batinku


"Sayang, kamu jangan mikir macem-macem ya, aku gak apa kok."


"Kamu beneran gak apa kan?" ucapku mulai menangis.


"Cengeng deh tuan putri nya Raka, Raka gak apa kok uhuk," ucapnya menenangkan aku.


"Hiks kamu beneran gak nyembunyiin sesuatu?" tanya ku lagi.


"Vina, aku bener gak nyembunyiin apa-apa, udah ya jangan nangis! aku gak bisa denger kamu nangis, aku juga sedih, tuan putri nya Raka gak boleh cengeng oke."

__ADS_1


Aku mengangguk seakan Raka melihat ku, padahal telpon biasa.


"Raka mau sholat dulu ya, udah Dzuhur."


"Iya," jawabku.


"Nanti Raka peluk ya, kalau ketemu."


"Iya." jawabku lagi.


"Hm gemes nya, pengen nyubit deh," ucap Raka.


"Aku juga pengen nyubit," jawabku.


"Tumben mau nyubit?"


"Iya, nyubit ginjal kamu hahaha," aku tertawa.


"Cubit aja! asal itu membuat kamu bahagia," balasnya.


"Gak mau ih, Vina bercanda kok."


"Ya udah, kita sholat yuk."


"Iya, Vina matiin ya."


Setelah mengakhiri panggilan telepon, aku langsung beranjak dan ambil wudhu lalu sholat.


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke 😉


Annyeong 🤗


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2