Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Macho hello kitty


__ADS_3

"Halo sayang," ucap Adit di telepon.


"Iya kak, ucap salam dulu." Vina ingin selalu mengingatkan Adit agar mengucap salam.


Adit cengengesan. "Lupa sayang, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam."


"Jadi, aku mau kerumah kamu hari ini sama mama dan juga papa, tapi mungkin duluan mereka, karena aku masih di kantor."


"Terus?"


"Terus aku bakal belakangan sampainya," jawab Adit.


"Gak apa kak, yang penting kan mama sama papa kak Adit sudah dirumah."


"Tapi aku sekarang udah kangen sama kamu," rengek Adit.


Vina juga bingung dengan calon suaminya itu, kenapa sekarang jadi sangat manja.


"Makanya cepat selesaikan kerja nya kak, biar cepat kesini nya. Aku tutup yah telepon nya?" Vina akan segera memutuskan panggilan telepon nya, namun Adit tidak memperbolehkannya.


"Temani aku kerja ya? Kita ganti ke video call." Adit langsung mengganti nya dengan panggilan video.


"Hai cantik," ucapnya ketika sudah melihat wajah Vina di layar telepon nya.


Vina hanya tersenyum menatap Adit. "Kamu lagi apa?"


"Aku lagi baca-baca aja kak, karena kan sebentar lagi juga skripsi."


"Wah cepat banget? Calon istriku ini bukan hanya cantik, tapi juga cerdas rupanya."


"Kak Adit juga pintar."


"Pintar gombal," lanjut Vina tertawa.


Vina menghentikan tawa nya, saat seseorang mengetuk pintu kamarnya.


"Kak sebentar ya, ada yang ngetuk kamar." Adit mengangguk lalu Vina beranjak untuk membuka pintu kamarnya.


"Vin, mama sama papa Adit ada diluar, temui mereka."


"Iya ma," jawab Vina.


"Mama tunggu di depan." Vina mengangguk lalu menutup pintu kamarnya kembali, setelah melihat mamanya berlalu pergi keluar.


"Halo kak," ucap Vina yang melihat Adit kembali dengan pekerjaan nya.


"Kenapa?"


"Aku matiin aja yah? Soalnya aku mau kedepan, tante Tia sama om Anton sudah diluar."

__ADS_1


"Jangan! bawa aja hp nya keluar, aku mau tetap melihat wajah kamu." Vina hanya menghela nafas pelan lalu mengangguk.


"Tante, om." Sapa nya setelah keluar menemui calon mertuanya.


"Sini nak, pasti anak nakal itu sudah bilang kan sama kamu? Kalau mama sama papa nya lebih dulu kesini?"


Vina hanya mengangguk melirik Adit di layar handphone nya yang sedang menatap nya, karena mendengar orang tuanya mengatakan dirinya nakal.


"Oh ternyata sedang video call sama anak nakal nya pa," ucap tante Tia pada suaminya.


"Lagi kerja itu fokus kerja aja dit, ngapain sambil video call segala." Vina jadi tidak enak hati mendengarnya, karena seperti mengganggu pekerjaan Adit dan membuat nya tidak fokus.


"Aku matiin aja ya kak, selesaikan kerjanya biar cepat kesini."


"Cieee kangen ya? Suruh cepat-cepat." Goda Adit membuat semua orang juga ikut tersenyum.


"Bukan gitu-


"Gengsi banget bilang kangen doang."


"Vina kedapur dulu ya tante, om." Vina tersenyum, malu sendiri dengan ucapan Adit.


"Anak muda sekarang beda dengan jaman dulu, malu-malu mau."


"Iya pastinya sangat berbeda, perbedaan nya jelas terlihat."


Para orang tua mengobrol di luar, Vina mengerucutkan bibirnya menatap Adit. Dirinya malu jika Adit menggoda nya di depan semua orang tua nya.


"Kak Adit, matiin aja yah? biar cepat kak Adit kesini nya."


"Ngaku aja kalau kangen, iya kan?"


"Iya kangenn..... banget... Sekarang matiin, cepat kerja nya aku tunggu di rumah." Vina langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Sayang... Cahaya, lah malah dimatiin."


"Aku segera meluncur sayang, tapi selesai kerja dulu sebentar lagi." Adit meletakkan ponselnya dan kembali dengan pekerjaan nya.


...******...


Sampai selesai shalat maghrib, Adit belum juga datang.


"Assalamu'alaikum," ucap Adit dari luar.


"Wa'alaikum salam."


Vina berdiri untuk membuka pintu menyambut Adit.


"Halo cantik," sapa nya tersenyum sambil mengulurkan tangannya, namun Vina hanya menatapnya, lalu kembali masuk ke dalam.


"Hei, kamu kenapa?" Tanya Adit bingung di belakang Vina.

__ADS_1


"Oh udah datang," ucap mama Tia.


Adit menyalami para orang tua, lalu duduk di dekat orang tua nya sambil melirik Vina yang menatap nya sedari tadi tanpa berkata apapun.


"Semuanya sudah makan nak, tinggal kamu dan Vina, karena nunggu kamu katanya mau makan bareng."


"Kenapa gak duluan aja, tadi Adit dari kantor dengar adzan jadi shalat dulu."


Tatapan Vina melembut saat mendengar Adit shalat dulu sebelum ke rumahnya.


"Ajak makan dulu Adit nya."


"Iya ma. Ayo kak" Vina beranjak begitu juga Adit yang ikut berdiri mengikuti Vina dari belakang.


"Mereka sudah sangat cocok."


"Iya, sangat serasi."


"Duduk dulu kak, mau makan apa?" Tanya Vina meletakkan piring di depan Adit.


Adit menahan tangan Vina yang memegang centong nasi. "Kamu marah sama aku? Karena aku telat. Aku minta maaf," ucap Adit.


Vina melepas tangan Adit, lalu mengambilkan nasi ke piring nya beserta lauk.


"Makan dulu, jangan seperti anak kecil gini." Vina mencubit pipi Adit.


"Kamu gak marah?" Tanya Adit lagi, Vina hanya menggeleng.


"Suapin...." Rengek nya membuat Vina menggelengkan kepalanya melihat tingkah calon suami di depannya itu.


"Haha, udah gede minta di suapin huuu..." Ila yang baru saja ke dapur untuk minum.


"Biarin, dari pada kamu gak ada yang nyuapin."


"Ila kan bukan anak kecil lagi, udah bisa makan sendiri. Tidak seperti situ, udah besar badan kekar juga tetap minta di suapin."


"Cowok macho, kelakuan hello kitty haha." Ila langsung berlari keluar.


"Sayang," rengek nya lagi.


"Cepat makan lagi kak, biarin aja dia."


"Belum nikah udah punya anak besar, macho di luar, sifat hello kitty." Vina tertawa di dalam hati nya sambil menyuapi makan.


"Aku suapi kamu juga ya, kamu kan belum makan." Adit mengambil sendok di tangan Vina, lalu menyuapkan makanan ke mulut Vina.


Mereka saling suap di meja makan, tanpa mereka ketahui bahwa dari luar para orang tua mengintipnya. Karena ila yang memberitahukan mereka, kalau ada laki-laki macho dengan sifat hello kitty di tempat makan.


Semuanya tertawa pelan dengan tingkah Adit.


Jangan lupa baca cerita othor yang lain sayang.

__ADS_1


See you....


__ADS_2