Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Adit gamon


__ADS_3

"Raka" aku melihat Raka dan temannya keluar dari kampus, ke parkiran.


Aku memanggilnya, namun Raka tidak menoleh. Seakan tak mendengar aku memanggil.


"Kenapa Raka gak nyamperin aku disini, apa dia gak dengar ya" ucapku sendiri


"RAKA...." Teriakku melihat Raka masuk ke mobil


Dan langsung melajukannya. "Kenapa Raka langsung pergi gitu aja, apa ada yang penting? sampai aku panggil gak noleh."


Di mobil


"Vina tadi panggil nama lu Raka" ucap Alvin teman Raka


"Iya gue denger" jawabnya


"Kenapa lu gak noleh tadi atau berhenti?"


"Gue gak tau Vin"


"Apa lu udah gak sayang lagi sama Vina? atau ngasi peluang buat Adit?" ucap Alvin


"Gue takut Vina kecewa sama gue, bukan takut dia ninggalin gue sama Adit"


"Lu yang begini udah buat Vina kecewa Raka, apa menurut lu ngindarin Vina kek gini, Vina bakal ngerti? gak kan."


"Tapi gue takut Vina sedih Vin, gue gak mau lihat dia nangis, apalagi Vina itu cengeng."


"Gue gak tau cara pikir lu Raka, tapi menurut gue, kalau ada seseorang nanti yang buat nyaman Vina, lu bakal kehilangan Vina"


"Gue begini juga buat Vina, biar bisa sama dia terus, yah kalau ada yang bisa buat dia nyaman, itu lebih bagus."


"Iya tapi jangan dengan cara ngindarin dia juga, lu jangan langsung nyerah gitu aja ka" ucap Alvin


Raka hanya menyetir dengan fokus ke depan, tanpa membalas lagi ucapan Alvin.


"Cahaya" panggil kak Adit, aku menoleh nya.


'Aduh dia lagi' batinku


"Cahaya, kamu nungguin siapa?" tanya nya

__ADS_1


"Gak lagi nungguin siapa-siapa" jawabku


"Makan bareng yuk, udah lama juga kita gak bareng makannya."


"Mm Vina-


"Ayo deh" kak Adit menarik tangan ku.


Jadi terpaksa aku mengikutinya.


Aku melihat kak Devi, teman seangkatan Raka yang sedang menatap ku.


Berjalan dengan kak Adit, dan apa ini? kak Adit memegang tangan ku.


Aku ingin melepasnya, namun kak Adit memegang tangan ku dengan erat, aku melewati kak Devi dan hanya tersenyum.


"Kita mau makan dimana sih kak?" tanyaku


"Ini kan menuju ke kantin, atau kamu mau kita makan di luar?"


"Gak usah kak di kantin aja" aku dan kak adit sampai di kantin, disana sudah ada Naya dan Nina.


"Kamu duduk dulu, aku pesan kesukaan kamu" kak Adit memesan makanan


Naya dan Nina berlari ke meja ku.


"Vin, kamu selingkuh dari Raka ya? CLBK?" tuduh Nina


"Apaan sih nin, tanya nya kok nuduh aja" ucap Naya


"Vina tadi di parkiran lihat Raka, Vina panggil dia, tapi gak noleh. Terus ketemu kak Adit, dia narik kesini untuk makan" jawabku


"Terus Raka kemana? dan apa Raka lihat kamu bareng kak Adit?" tanya Nina


"Gak tau sih, tadi dia sama kak Alvin naik mobil. Kalau masalah kak Adit, Raka gak tau deh. Tapi, kak Devi lihat Vina tadi kak Adit yang narik tangan Vina." ucapku


"Jadi bisa jadi kak devi- eh kak Adit" ucap Nina cengengesan melihat kak Adit yang baru datang


"Oh kalian mau gabung sama kita?" tanya kak Adit menaruh nampan makanan


"Gak kak, kita udah di meja sana" tunjuk Naya

__ADS_1


Mereka berdua langsung kembali ke meja nya lagi.


Aku mau menuangkan saos pedas di mangkok bakso ku. "Eh kamu kan gak bisa makan pedas" ucap kak Adit


"Gak apa kok kak dikit aja" jawabku


"Tapi nanti kamu sakit perut cahaya" aku kembali menaruh botol saos yang tadi ku pegang.


"Coba dikit aja deh, jangan banyak tapi nanti kamu sakit perut" ucapnya


Aku langsung mengambil kembali botol saos nya.


"Biar aku yang tuangin" kak Adit menuangkan ke sendok ku, namun hanya di ujung nya saja.


"Ya ampun kak, ini terlalu sedikit mana kerasa" ucapku cemberut


"Yang penting kan udah di kasih"


"Ya udah deh" aku mengaduk-aduk nya


Aku tidak suka dengan kecap dan jeruk kecil.


Jadi hanya saos cabe yang aku gunakan.


Aku dan kak Adit makan, kak Adit sambil cerita lucu, kita tertawa bersama.


"Apa gue bilang, sekarang lu lihat Vina ketawa-ketawa di dekat Adit, apa lu gak sakit hati?"


"Gue-


Jangan lupa like vote komen


Just call me chinggu (teman) oke 😉


Annyeong 🤗


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2