Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Membantu bukan pembantu


__ADS_3

Naya memasak saat di rumahnya, karena mereka sudah pindah ke rumah sendiri seperti semua sahabat nya. Naya saat ini masak untuk makan malam, di bantu oleh Dimas yang sedang merapikan meja nya dan juga mencuci barang yang kotor setelah di pakai. Naya tidak menyuruh Dimas untuk membantu dirinya, itu adalah inisiatif Dimas sendiri karena tidak ingin membuat istrinya kelelahan. Istri bukanlah pembantu untuknya, jadi Dimas harus membantu apa yang di kerjakan Naya saat dirumah.


Siang hari mereka juga sama-sama bekerja, jadi tidak ada salahnya membantu pekerjaan rumah.


"Kamu duduk aja, lagian masakannya tinggal di keluarkan aja dan langsung makan." Ucap Naya saat Dimas akan kembali ke dapur.


"Aku mau bantuin kamu, kalau udah selesai baru duduk dan kita makan sama-sama." Jawab Dimas tersenyum, Naya juga membalas senyum dari Dimas. Suaminya selalu membantu nya untuk semua pekerjaan rumah.


"Kenapa kamu gak berhenti kerja aja sih nay, aku masih mampu memenuhi semua kebutuhan kamu." Dimas sering mengatakan pada Naya, bahwa istrinya itu sebaiknya berhenti bekerja dan dirumah saja menunggu suaminya pulang kerja.


"Aku udah bilang sama kamu, aku kalau diam aja bakalan bosan. Terus kerjanya cuma jalan-jalan dan rebahan, aku maunya mikir dim." Karena di kantor juga banyak orang, berbeda lagi dari seorang sahabat. Namun teman kantor juga tidak buruk untuk menjadi temannya. Tapi jika dirumah, Naya akan bosan karena berteman dengan ponsel nya saja.


"Yaudah gak pa-pa, nanti kalau udah bosan kerja bilang ya? Lagian kamu masih ada kerja lain, walaupun sekarang kamu mengambil waktu sesuka kamu saat mengajar karate."


"Aku minta maaf dim, aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu. Aku tetap melakukan walaupun kamu sudah melarang nya." Ucap Naya meminta maaf, karena berulang kali Dimas sudah mengatakan menyuruh nya berhenti kerja, namun masih saja dirinya tidak mengikuti ucapan suaminya.

__ADS_1


"Udah lah nay gak pa-pa, makan aja yang banyak biar makin kuat mukul nya." Naya memukul lengan Dimas.


"Arghhh." Dimas memegang lengannya merasa sakit dengan pukulan Naya.


"Maaf dim, aku gak sengaja." Naya mengusap lengan Dimas, karena Dimas terlihat kesakitan.


Dimas tertawa membuat Naya bingung.


"Aku bercanda kali nay, serius banget. Khawatir banget sama suamiku yang tampan ini." Mendengar itu, Naya mencubit dan kembali memukul lengan Dimas lebih kuat.


"Pukulan itu untuk kamu yang bohong, cubitan nya untuk kepedean kamu. Lama-lama berteman dengan kak Hendry, tingkah laku dan gaya kamu sama."


"Bagus gitu nay, bikin mood kita bagus kalau berteman dengan orang humoris." Dimas lebih bisa terbuka dan ceria sejak mengenal dan berteman dengan Hendry dan Adit.


"Narsis yang ada, bikin orang kesel terus lagi kak Hendry, malah mau ikutan yang disini. Semoga kak Adit sabar, soalnya yang aneh sahabat nya mau nambah."

__ADS_1


"Aneh gini kamu suka 'kan?" Tanyanya mengedipkan matanya.


"Ih najis banget, tolong!" Tolaknya namun sambil tersenyum.


"Yakin? Jangan malu-malu gitu dong."


"Apaan sih dim." Naya melanjutkan makannya dengan senyuman di wajahnya, karena sejak tadi mereka sambil mengobrol hingga makanan di depannya terabaikan. Dimas juga melanjutkan makan, sambil terus menatap istrinya tersenyum.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2