Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Cantik hari ini


__ADS_3

Adit mengajak Vina ke sebuah taman, Adit ingin Vina tidak merasa kesepian dan tidak selalu sedih.


"Kak Adit, aku malu kak," ucapnya melihat banyak sekali orang di taman.


Adit menoleh ke arah Vina, "kenapa malu? kamu cantik juga."


"Sekarang aku gak PD kak, badan dan wajah terlihat kurus sekarang."


Vina merasa dirinya malu dengan badan nya yang sekarang, sangat terlihat kurus kering tidak terawat seperti dulu.


"Kita duduk dulu, jangan jalan terus ya!"


"Saat Raka masih ada, dia sering ajak aku ke taman. Dia juga suka nyanyiin lagu buat aku," ucap Vina setelah duduk. Mengingat bahwa dirinya bersama Raka sering ke taman dan di nyanyiin lagu oleh Raka.


Adit melihat raut wajah sedih, yang sangat terlihat jelas saat Vina mengingat Raka. Adit juga ikut sedih dengan keadaan gadis di sampingnya, yang dulunya adalah gadis ceria walau sedikit cengeng, namun sekarang selalu memperlihatkan wajah sedihnya.


"Mau aku nyanyiin?" tanya Adit tersenyum menatap Vina.


Vina memicingkan matanya tersenyum menatap Adit, "Kak adit bisa nyanyi?"


"Semua orang bisa cahaya. Hanya saja, suara ku tidak semerdu Raka."


"Coba aja dulu, mungkin banyak orang yang suka."


Adit melihat sekeliling nya, ia lupa jika dirinya sekarang berada di keramaian.


"Nanti kalau di jalan aja ya, aku lupa kalau lagi banyak orang."


Vina mengerucutkan bibirnya, awalnya Vina ingin mendengar suara Adit menyanyi, namun Adit malah malu untuk menyanyi di taman.


Adit jadi serba salah karena perkataan nya sendiri, awalnya ia ingin menghibur Vina, kenapa malah dirinya akan membuat Vina malu.


"Iya boleh lah, aku mau nyanyi buat kamu."


Vina kembali menoleh dan tersenyum ke arah Adit, "beneran kak?"


Adit mengangguk memaksa untuk menarik sudut bibirnya.


Saking bahagianya, Vina memeluk Adit sambil berteriak, lupa dengan orang di sekelilingnya.

__ADS_1


Vina menatap orang yang di belakang Adit melihat ke arah nya, baru ia menyadari dan melepas pelukannya bahwa Vina dan Adit jadi pusat perhatian saat ini.


Vina cengengesan melirik Adit, "Lupa kalau lagi di lihat orang."


"Kamu pikir dari tadi yang lihat demit?"


"Mungkin ada sebagian, kan tidak terlihat kak."


Adit tertawa mendengar ucapan Vina, ia mengusap lembut kepala Vina yang tertutupi oleh hijab.


Vina melirik Adit yang menatapnya, Vina juga merasa nyaman dekat dengan Adit. Karena perasaan nya masih ada untuk Adit, namun cinta nya saat ini lebih besar untuk Raka.


"Oh iya kak Adit, katanya mau nyanyi," Vina mengingatkan Adit bahwa ia harus bernyanyi.


"I-iya, kenapa kamu ingat."


"Maksud nya aku mau nyanyi, untung di ingetin," ucap Adit tersenyum. Padahal dalam pikiran nya, ia malu bernyanyi di lihat banyak orang, biasanya ia hanya bernyanyi di gereja rumahnya, itupun hanya keluarga nya yang melihat, jadi tidak begitu malu.


"Kamu mau aku nyanyi lagu apa? lagu rohani?" tanya Adit, membuat Vina mengernyit.


"Eh lupa, maksudnya pop, dangdut, jazz atau apalah."


Adit bingung, mau menyanyikan lagu apa untuk Vina.


🎶Lama Sudah Tak Kulihat


Kau Yang Dulu Kumau


Kadang Ingat Kadang Tidak


Bagaimana Dirimu


Kau Cantik Hari Ini


Dan Aku Suka


Kau Lain Sekali


Dan Aku Suka

__ADS_1


Entah Ada Angin Apa


Kau Berdiri Disana


Berhenti Aliran Darahku


Kau Menatap Mataku


Kau Cantik Hari Ini


Dan Aku Suka


Kau Lain Sekali


Dan Aku Suka


Tak Kan Kubiarkan Lagi


Kau Menghilang Dari Kehidupanku


Oo, yeaaa.... 🎶


Banyak orang bertepuk tangan mendengar Adit bernyanyi, Adit hanya tersenyum memandang wajah Vina, yang sejak dulu menurut nya tetap cantik di matanya.


Adit tidak memperdulikan banyak pasang mata yang melihat dan suara riuhnya, ia hanya memandang Vina yang juga memandang Adit dengan senyum manisnya.


Wajah Vina memang tidak berubah, ia tetap cantik. Hanya saja saat ini ia lebih kurus dari sebelumnya.


"Kamu cantik, Cahaya."


"Kak Adit," ucap Vina berkaca-kaca.


"Cinta ku sejak dulu hingga sekarang, tidak pernah berubah. Walaupun sekarang hatimu bukan lagi milikku. Bahagia ku cukup berada di dekatmu, tidak perlu kamu membalasnya, rasa ini sudah cukup aku yang tersiksa, yang terpenting bagiku adalah kebahagiaan mu."


Banyak orang yang menyaksikan ikut bersedih dengan ucapan Adit, ia memilih menyiksa hatinya demi seseorang yang di cintai nya. Memang perasaan tidak dapat di paksakan, karena sesuatu yang di paksa, akan tidak baik pada akhirnya.


Adit sangat sakit mengatakan itu, perkataan yang bertolak belakang dengan hatinya. Namun Vina tidak bisa bersamanya lagi.


Chingguya annyeong love.

__ADS_1


__ADS_2