
"Raka."
"Hm" jawab nya kalau sedang kesal yah begitulah.
"Kamu kenapa? aku salah ya?" tanyaku
Raka melirik ku di saat sedang menyetir.
"Jawab dong aku penasaran," aku menggoyangkan lengannya.
"Vina, aku lagi nyetir. Nanti baru ngobrol serius kalau udah sampai," ucapnya tanpa melihat ke arah ku pandangan nya yang tetap lurus fokus.
Aku menarik tangan ku dan memalingkan wajah ku ke kaca jendela mobil.
Saat itu Raka menatap ku yang hanya diam, namun dia kembali fokus menyetir.
Tak berapa lama sampai lah mobil Raka di depan rumah, aku bersiap segera turun tanpa menoleh, namun Raka mencekal tanganku.
"Vina," panggil nya membuat ku berhenti untuk tidak turun.
"Vina lihat aku," pintanya memegang daguku.
Aku hanya menatap nya tanpa menjawab.
"Apakah kamu marah?
"Menurut mu? apa setelah ini kita tidak boleh mengobrol dalam mobil?" tanyaku mengenai di perjalanan tadi yang tidak di perbolehkan Raka untuk mengajaknya ngobrol.
"Aku minta maaf, oke aku salah. Tapi aku cuma mau ngobrol nya bertatapan seperti ini sama kamu, aku gak mau kalau gak lihat kamu," ucapnya entah belajar dari mana kata-kata gombal nya kali ini.
"Aku juga minta maaf kalau aku salah, aku mohon kalau kamu ada apa-apa itu cerita."
"Aku selalu cerita sama kamu sayang, gak ada yang aku tutup-tutupi."
__ADS_1
"Aku akan coba percaya sama kamu, tapi kalau sampai ada sesuatu hal yang memang ada kamu sembunyikan dari aku, kamu tau? aku tidak akan memaafkan kamu ka," ucapku menatap mata Raka dalam.
"Maafin aku Vin, mungkin untuk penyakit aku saja yang aku sembunyikan, aku gak mau kamu sedih, aku tau kamu gak bakal maafin aku, tapi aku tetap tidak akan memberi tau sebelum aku sembuh lewat kemo yang aku jalani" batin Raka
"Raka."
"Eh iya kenapa?"
"Kamu dengar kan aku ngomong?"
"Iya sayang, aku selalu dengar kamu ngomong. Aku selalu merhatiin kamu gimana kamu, makasih sudah mau terima aku."
"Aku juga berterima kasih, kamu sudah mau nerima aku dengan merubah kisah lama yang menyakitkan kini diubah dengan kebahagiaan," ucapku sungguh-sungguh.
"Uuuu gemesh banget sih tunangan siapa ini?" ucap Raka mencubit pipiku.
"Raka sakit tau, lagian kamu sering lupa ingatan sementara, udah tau aku tunangan kamu gimana sih."
"Yah maksudnya kenapa tunangan aku bisa gemes, cantik, lucu gini sih mau banget cubit pipi kamu tiap hari."
"Mikirin apa nih otak kamu, pasti mikir macem-macem kan?"
"Kamu aja yang suudzon, sama calon suami itu harus hormat dan patuh ya sayang, jangan suka suudzon harus selalu percaya."
"Lah yang gak percaya siapa juga sih gundul."
"Kamu ngatain aku gundul yah sekarang, berani sama calon suami ngata-ngatain gitu" Raka menggelitik ku
"Ampun ka iya iya gak gundul deh botak," aku kembali menertawakannya.
"Itu sih sama aja," jawabnya berhenti menggelitik.
"Lah emang kamu gundul ka."
__ADS_1
"Iya tapi keren kan? pakai topi makin ganteng lagi, seperti oppa korea."
"Bukan oppa tapi opah ka." Kita tertawa bersama di dalam mobil, menghilangkan rasa kesal diantara kita berdua.
"Aku selalu percaya, kamu akan tetap bahagia walau tanpa aku bersama mu Vin" Raka
"Aku bahagia jika itu bersamamu" Vina
🎶Sekuat hati
Menjagamu tetap ada disisi
Tak sampai hati melepasmu pergi
Rasa cinta yang sangat besar dihati
Tapi nyatanya
Keadaan memang tak memungkinkan
Memilih cinta atau keadaan
Tak bisa keduanya
Tapi mengapa baru kini
Kau bisa kuraih
Saat keadaan sulit🎶
Karena apapun yang kita sayangi tidak akan selamanya kita miliki, sesuatu yang akan hilang kita harus tetap mengikhlaskan.
Call me chinggu or bebu
__ADS_1
see you