
Hari ini Vina merasa badannya kurang sehat, ia batuk dan sangat pucat.
"Vina berangkat kuliah ma, pa."
"Vina, kamu istirahat aja nak wajah kamu sangat pucat, nitip absen sama Naya dan Nina."
"Gak perlu ma, Vina hanya batuk aja, hari ini Vina harus ke kampus."
"Kita ke rumah sakit ya sayang," bujuk mama.
"Vina gak mau ke rumah sakit ma, Vina gak apa kok sehat-sehat aja." Vina menolak untuk ke rumah sakit, ia sedikit trauma.
"Kalau gitu, papa antar ya?"
"Vina bisa naik motor pa, jangan khawatir biasanya juga Vina naik motor kan? atau di jemput," ucap Vina berkaca-kaca.
Ting tong
"Permisi."
"Siapa pa?"
"Belum tau ma, kan belum dilihat."
"Vina aja ma sekalian langsung berangkat." Vina berjalan mencium punggung tangan papa dan mamanya sebelum melihat siapa orang yang bertamu.
"Kak Adit," ucap Vina setelah membuka pintu.
"Cahaya" ucapnya tersenyum.
"Ngapain kakak kesini?" tanya nya.
"Aku mau jemput kamu biar bareng ke kampusnya," jawabnya.
"Aku mau bawa motor kak, kak Adit duluan aja."
"Cahaya, kamu pucat banget. Yakin mau berangkat kuliah?" tanya Adit melihat Vina pucat.
"Kalau gak yakin gak mungkin aku udah siap ke kampus kak."
"Tapi kamu lagi gak sehat, gimana kalau terjadi sesuatu di kampus."
"Kak Adit tenang aja, semua akan aman."
"Yaudah tapi bareng aku yah."
"Yaudah deh bareng aja, tapi pacar kak Adit apa gak cemburu?"
__ADS_1
"Siapa maksud kamu, Reva? atau yang lain?" tanya nya membuat Vina mengangguk.
"Aku udah lama putus sama Reva, dia lanjut kuliah di luar negeri. Kalau dengan yang lain hanya teman."
"Oh pantas aja aku gak ada lihat bareng kak Adit lagi."
"Kamu merhatiin aku selama ini?" tanya Adit tersenyum berharap Vina masih mengharapkan nya.
"Gak juga, cuma karena kita se kampus jadi tau aja bukan karena merhatiin." Sejak dengan Raka, Vina memang tidak ingin tau apa yang terjadi dengan laki-laki lain. Termasuk mantan nya ini.
"Kirain masih selalu merhatiin aku."
"Kita jadi berangkat gak sih kak?"
"Oh iya lupa kalau kita mau ke kampus," Adit hanya cengengesan di depan rumah Vina.
"Siapa Vin?" tanya papa dan mama keluar.
Adit dan Vina yang hendak berangkat membalikkan badannya.
"Pagi tante, om," Adit menyapa papa dan mama Vina.
"Pagi Adit."
"Kamu jemput Vina?" tanya mama.
"Iya tante, izin bawa Vina ke kampus, boleh?" tanya Adit.
"Terserah Vina nya aja kalau gitu."
"Vina mau ikut kak Adit kok ma," Vina melihat mama Dira yang menatapnya lekat.
"Kita berangkat dulu ya tante nanti telat," ujarnya berpamitan pada mama dan papa.
Vina dan Adit berangkat ke kampus dengan moge yang sering ia pakai.
Mama Dira dan papa melihat itu menghela nafas, menurut mereka sudah sangat serasi namun tidak dapat bersatu.
...******...
"Cahaya."
"Kenapa kak? jangan ngomong aku gak denger," teriaknya di motor.
"Nanti aja di kampus."
"Apa kak? mampus?"
__ADS_1
"Di kampus."
"Hah? di hapus? apanya kak?"
"Udah bener gak usah ngomong di motor," lirih Adit.
"Aku bilang juga gitu kak" Adit what? ngomong gak teriak aja denger.
Lama-lama Vina seperti pak haji bolot bikin esmosi, untung aja sayang.
Apa? sayang dit? ternyata othor nya lebih bolot.
Mereka sampai di kampus.
Banyak pasang mata yang melihat mereka berboncengan, Vina yang melihat itu hanya mengabaikan.
Banyak dari mereka yang berbisik tentang Adit dan Vina.
Baru aja di tinggal berapa hari udah jalan sama mantan lagi.
Nina dan Naya menghampiri nya di parkiran.
"Vina kamu bareng kak Adit?"
"Iya"
"Kamu balikan?"
"Apa maksud kamu nin? kuburan Raka aja belum kering."
"Maafin aku Vina maksud aku-
"Kak Adit, aku duluan ya." Vina meninggalkan mereka bertiga di parkiran.
Naya menyenggol lengan Nina, "kenapa sih kamu bahas gitu nin, harusnya kita jangan buat Vina sedih gini, kamu malah makin buat dia sedih sekaligus marah."
"Aku nanya nay, kalau pertanyaan aku salah ya maaf deh" Bener sih kan nanya ya? othor juga kalau disitu diem aja dah.
"Ayo nin kita nyusul Vina, kamu harus minta maaf."
Adit disitu melihat Vina sedih, ia juga merasa sedih.
Adit sama halnya dengan Raka yang juga sangat mencintai Vina.
Namun bedanya, Adit tidak dapat lagi memiliki Vina karena keyakinan nya.
So sad Adit
__ADS_1
Annyeong love
Kalau ada baca sertakan like nya sayang.