Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh
Lebih tampan Devan


__ADS_3

Adit dan Vina kini ada di rumah papa Anton dan mama Tia.


"Cucu opa yang ganteng, persis seperti ibunya cantik." Opa Anton sedang bermain dengan cucunya.


"Ganteng mirip ayahnya dong pa, masa mirip ibunya yang cantik."


"Wajahnya gembul seperti bakpao, lucu dan ganteng sama seperti ibunya. Ayahnya sekarang biasa aja bandingannya bukan baby Dev lagi, karena ini terlalu lucu." Terus bermain dengan baby Devan, cucunya itu juga tertawa bersama opa nya.


"Memang umur segitu lagi lucu-lucu nya." Adit kesal dengan papa nya.


"Ngomong apa kamu?" Tanya nya, karena Adit berkata lirih.


"Gak ada pa, Devan lucu karena bibit bagus dari Adit." Dengan bangga Adit berucap Devan bibit bagus darinya.


"Halah, ini juga dari istri kamu yang kuat." Papa Anton mencibir Adit bahwa Vina lah yang lebih kuat bibitnya.


"Suami yang lebih baik pa, bukan dari bibit istri." Adit tidak terima jika bibit darinya di bilang tidak bagus oleh papa nya.


"Sudah kelihatan kamu yang terlalu tinggi selalu menginginkan, makanya lebih kuat Vina ke Devan."


"Oh gitu ya, padahal Adit cuma ingin 'kan gak masalah."


"Iya memang tidak masalah."

__ADS_1


Vina dan mama Tia datang dari dalam melihat anak dan papanya berdebat, terlihat baby Devan hanya tertawa mendengar ayah dan opa nya berdebat. Sampai tidak sadar istri dan menantu nya datang duduk di dekatnya.


"Apa yang kalian debatkan? Sampai tidak sadar mama dengan Vina ada disini." Baru papa dan Adit menoleh ke arah mama Tia.


"Biasa obrolan laki-laki."


"Jadi cucu oma ini juga termasuk ya? Karena baby Dev laki-laki juga." Oma Tia mengambil baby Devan dari suaminya.


"Iya oma, Dev juga laki-laki paling tampan disini." Jawab Vina dengan suara yang menirukan anak kecil.


"Dev masih kecil sayang, ayah yang paling tampan disini." Adit tidak terima lagi anaknya yang di bilang paling tampan oleh istrinya.


"Ayah sudah tua ya nak? Kalau baby Dev masih lucu dan akan menjadi paling tampan dari ayah."


"Istri kamu saja bilang begitu, berarti papa tidak salah dengan yang papa bilang tadi."


"Apa sih kak? Gak malu sama oma dan opa nya Devan?" Tanya Vina karena suaminya mulai merengek di depan orang tuanya.


"Malu nya di depan mertua dong, sama mereka udah biasa." Jawabnya mendekat ke tubuh Vina.


"Baby Dev, kasian punya ayah udahlah kurang ganteng masih gantengan kamu ya nak? Lebih mandiri kamu lagi daripada ayah, kalau ayah masih manja sama ibu kamu."


"Adit kurang semua nya sekarang ma, dulu Adit paling tampan sekarang sudah tidak ada lagi yang bilang Adit tampan."

__ADS_1


"Memang tidak ada, sekali sudah ada gantinya kamu dit. Baby Dev lebih tampan dari pada kamu."


"Sayang menurut kamu, aku tampan kan?"


"Iya." Jawab Vina melirik Adit di sebelahnya.


"Menurut kamu, aku lebih tampan dari Devan?" Tanyanya membalikkan badan Vina.


"Oh kalau itu aku gak bisa bilang kalau kak Adit tampan, karena yang lebih tampan memang Devan." Jawabnya berbalik sambil tersenyum menatap mertuanya.


"Kenapa sekarang Adit ketampanannya jatuh? Padahal Adit setara dengan artis luar negeri."


"Kak Adit pernah bilang dulu, kalau mau yang setara dengan ketampanan kak Adit harus buat. Nah, jadinya lebih tampan dari kak Adit Alhamdulillah."


"Kamu gak bersyukur dapat aku? Bukannya aku lebih tampan dari semua orang yang kamu kenal?"


"Bersyukur, tapi lebih bersyukur dapat Devan yang lebih tampan dari semua yang aku kenal. Iya kan ma, pa?" Tanya Vina minta pendapat mertuanya.


"Tentu." Jawab mereka. Membuat Adit berbalik dan mencebikkan bibirnya, karena melihat semuanya memilih Devan.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2